Penggunaan Pupuk Cair Glow Green sebagai Pelarut Stimulan Etefon untuk Meningkatkan Produktivitas Tanaman Karet (Hevea brasiliensis Mull. Arg.)
DOI:
https://doi.org/10.54387/semnasbun.v1i1.209Keywords:
Glow Green, pupuk, produktivitas karet, fisiologi karet, stimulansiaAbstract
Upaya peningkatan produksi tanaman karet melalui pemberian stimulansia etefon idealnya diimbangi dengan adanya penambahan nutrisi ke tanaman. Nutrisi dalam pupuk cair seperti Glow Green (GG) dapat diberikan bersamaan pada saat aplikasi stimulan etefon sebagai campuran pelarut sehingga lebih praktis. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas penggunaan larutan Glow Green sebagai pelarut stimulan etefon terhadap produktivitas dan respons fisiologis tanaman karet. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Unit Bogor-Getas, Salatiga, pada Juli 2022 hingga Desember 2023 pada tanaman menghasilkan tahun tanam 2000. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan terdiri atas S0: etefon 2,5% setiap 2 minggu, S1: etefon 2,5% + GG 6 mL/L, S2: etefon 1,25% + GG 6 mL/L, dan S3: penyemprotan GG 9 mL/L setiap 2 minggu. S1 dan S2 menunjukkan produksi masing-masing 17,8% dan 29,8% lebih tinggi dibandingkan S0. Produktivitas tahunan S2 mencapai 1.324 kg/ha/tahun, atau 41,6% lebih tinggi dibandingkan kontrol. Respons fisiologis S2 menunjukkan kandungan tiol dan Pi yang lebih rendah dibandingkan kontrol, dengan KAL tertinggi dan kejadian KAS yang tidak berbeda berdasarkan skoring. Secara ekonomi, S2 memberikan tambahan pendapatan bersih sekitar Rp8,67 juta/ha/tahun dibandingkan kontrol dengan biaya aplikasi yang relatif rendah. Kombinasi etefon 1,25% dan GG 6 mL/L berpotensi dikembangkan sebagai alternatif teknologi aplikasi stimulan yang efisien dan praktis dalam mendukung eksploitasi tanaman karet berkelanjutan.
References
Aji, M., Montoro, P., Lopez, D., Ismawanto, S., & Oktavia, F. (2025). Early selection and genetic analysis of susceptibility to tapping panel dryness by applying an intense harvesting system to a segregating population in Hevea brasiliensis. Industrial Crops and Products, 225, 120443.
de Faÿ, E., et al. (2015). Involvement of Ethylene in the Latex Metabolism and Tapping Panel Dryness of Hevea brasiliensis. International Journal of Molecular Sciences, 16, 17885–17910.
Direktorat Jenderal Perkebunan. (2024). Statistik Perkebunan Unggulan Nasional 2023–2025: Karet. Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian RI.
International Rubber Study Group (IRSG). (2024). Rubber Statistical Bulletin. Singapore: IRSG.
Ismawanto, S., Aji, M., Lopez, D., Mournet, P., Gohet, E., Syafaah, A., Bonal, F., Oktavia, F., Taryono, T., Subandiyah, S., & Montoro, P. (2024). Genetic analysis of agronomic and physiological traits associated with latex yield revealed complex genetic bases in Hevea brasiliensis. Heliyon, 10(13), e33421. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2024.e33421.
Istianto. (2006). Teknologi Pemupukan Tanaman Karet Menghasilkan. Pusat Penelitian Karet, Medan.
Jacob, J. L., Eschbach, J. M., Prévôt, J. L., Roussel, D., Lacrotte, R., & Chrestin, H. (1986). Physiological basis for latex diagnosis of the functioning of the laticiferous system in rubber trees. Proceedings of the International Rubber Conference, Kuala Lumpur, 43–68.
Jacob, J. L., Prévôt, J. C., Roussel, D., Lacrotte, R., Serres, E., d'Auzac, J., Eschbach, J. M., & Omont, H. (1989). Yield limiting factors, latex physiological parameters, latex diagnosis and clonal typology. In Physiology of Rubber Tree Latex. CRC Press.
Junaidi, A., Woelan, S., Sumarmadji, & Aidi-Daslin. (2022). Latex diagnosis as a physiological indicator of rubber tree productivity: A meta-analysis. HAYATI Journal of Biosciences, 29(5), 533–544.
Junaidi, J., Clément-Vidal, A., Nuringtyas, T. R., Gohet, E., Subandiyah, S., & Montoro, P. (2023). A meta-analysis of latex physiology studies reveals limited adoption and difficulties to interpret some latex diagnosis parameters in Hevea brasiliensis. HAYATI Journal of Biosciences, 30(2), 358–371. https://doi.org/10.4308/hjb.30.2.358-371.
Nugrahani, M. O., Rouf, A., Susetyo, I., Pamungkas, A. S., Aji, Y. B. S., & Rinojati, N. D. (2024). Kombinasi aplikasi stimulan dan penggunaan pupuk anorganik cair Glow Green untuk meningkatkan produksi tanaman karet. Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian, 5(1), 1460–1469. https://doi.org/10.47687/snppvp.v5i1.1217
Tistama, R., & Siregar, T. H. S. (2005). Perkembangan penelitian dan penggunaan stimulan etefon pada tanaman karet. Warta Perkaretan, 24(2), 1–12.
Tistama, R., Siregar, T. H. S., & others. (2015). Involvement of ethylene in the latex metabolism and tapping panel dryness of Hevea brasiliensis. International Journal of Molecular Sciences, 16, 17885–17903.
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Mudita Oktorina Nugrahani, Akhmad Rouf, Nur Eko Prasetyo, Riko Cahya Putra, Ari Santosa Pamungkas, Imam Susetyo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


