https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/issue/feed Prosiding Seminar Nasional Perkebunan Politeknik LPP Yogyakarta 2026-09-29T06:17:00+00:00 Anna Kusumawati [email protected] Open Journal Systems <p>Prosiding Seminar Nasional Perkebunan dengan tema “Transformasi Perkebunan Indonesia Berbasis Komoditas Strategis Nasional menuju Sistem Berkelanjutan, Unggul dan Adaptif” merupakan forum ilmiah dan strategis untuk menyajikan hasil penelitian dan pengabdian masyarakat, yang mempertemukan antara akademisi, peneliti, praktisi, pelaku industri, pemerintah, serta mahasiswa untuk mendiskusikan arah baru pembangunan sektor perkebunan di Indonesia yang memiliki peran vital dalam perekonomian nasional melalui komoditas strategis seperti kelapa sawit, karet, kopi, kakao, teh, tebu, dan komoditas unggulan lainnya.</p> <table style="height: 189px; width: 100%;" width="100%" bgcolor="#f0f0f0"> <tbody> <tr style="height: 17px;"> <td style="height: 17px; width: 23.3808%;" width="20%">Journal title</td> <td style="height: 17px; width: 56.6192%;" width="60%"><a href="https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN"><strong>Prodising Seminar Nasional Perkebunan (SEMNASBUN)</strong></a></td> <td style="height: 189px; width: 20%;" rowspan="9" valign="top" width="20%"> </td> </tr> <tr style="height: 17px;"> <td style="height: 17px; width: 23.3808%;" width="20%">Initials</td> <td style="height: 17px; width: 56.6192%;" width="60%"><strong>SEMNASBUN</strong></td> </tr> <tr style="height: 17px;"> <td style="height: 17px; width: 23.3808%;" width="20%">Abbreviation</td> <td style="height: 17px; width: 56.6192%;" width="60%">-</td> </tr> <tr style="height: 17px;"> <td style="height: 17px; width: 23.3808%;" width="20%">Frequency</td> <td style="height: 17px; width: 56.6192%;" width="60%"><a href="https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/JPP/issue/archive" target="_blank" rel="noopener">1 issues per year (September)</a></td> </tr> <tr style="height: 17px;"> <td style="height: 17px; width: 23.3808%;" width="20%">DOI</td> <td style="height: 17px; width: 56.6192%;" width="60%">-</td> </tr> <tr style="height: 17px;"> <td style="height: 17px; width: 23.3808%;" width="20%">ISSN</td> <td style="height: 17px; width: 56.6192%;" width="60%">ISSN Print: xxxx-xxxx | ISSN Online: xxxx-xxxx</td> </tr> <tr style="height: 17px;"> <td style="height: 17px; width: 23.3808%;" width="20%">Editor-in-chief</td> <td style="height: 17px; width: 56.6192%;" width="60%"><strong><a href="https://scholar.google.co.id/citations?user=K_PDiB8AAAAJ&amp;hl=en">Anna Kusumawati</a></strong></td> </tr> <tr style="height: 35px;"> <td style="height: 35px; width: 23.3808%;" width="20%">Publisher</td> <td style="height: 35px; width: 56.6192%;" width="60%"><strong><a href="https://polteklpp.ac.id" target="_blank" rel="noopener">Politeknik LPP Yogyakarta</a></strong></td> </tr> <tr style="height: 35px;"> <td style="height: 35px; width: 23.3808%;" width="20%">Citation Analysis</td> <td style="height: 35px; width: 56.6192%;" width="60%">-</td> </tr> </tbody> </table> <p> </p> https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/132 Pengaruh Suhu Dan Waktu Pemanasan Terhadap Brix, Pol, Dan Sifat Organoleptik Gula Cair Dari Nira Batang Bawah Tebu 2026-08-10T05:06:06+00:00 Haya Kazimah Mahdiyah [email protected] Muhammad Khoirul Muslimin [email protected] <p>Gula cair merupakan produk olahan nira tebu yang berpotensi menjadi alternatif pemanis alami karena mudah digunakan, mudah larut, dan dapat diaplikasikan secara langsung dalam berbagai produk pangan dan minuman. Namun, proses pemanasan yang tidak tepat dapat menyebabkan degradasi sukrosa, inversi gula, dan karamelisasi sehingga menurunkan kualitas produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu pemanasan terhadap pH, brix, pol dan sifat organoleptik gula cair dari nira batang bawah tebu serta menentukan perlakuan terbaik dalam proses produksi. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen dengan variasi suhu pemanasan 70°C, 75°C, 80°C, dan 85°C serta waktu pemanasan 30 menit dan 45 menit. Parameter yang dianalisis meliputi brix, pol, dan sifat organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik diperoleh pada suhu 80°C selama 45 menit dengan nilai brix 69,61; dan pol 49,75. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa produk berada pada kategori cukup disukai hingga disukai oleh responden. Dengan demikian, suhu pemanasan 80°C selama 45 menit dapat direkomendasikan sebagai kondisi proses yang menghasilkan gula cair dengan karakteristik mutu terbaik. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi dalam pengembangan produksi gula cair berbasis nira tebu.</p> 2026-08-10T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Haya Kazimah Mahdiyah, Muhammad Khoirul Muslimin https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/134 Pemberdayaan Petani Kakao Dusun Soka, Ngoro-oro, Patuk, Gunung Kidul melalui Inovasi Briket Arang Berbasis Kulit Kakao 2026-08-10T05:21:06+00:00 Vania Alfreda Ucca Kayne Sani [email protected] Muhammad Khoirul Muslimin [email protected] Sutan Tamrizi Lubis [email protected] Bahrul Ulum [email protected] <p>Kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan, namun pengolahannya menyisakan limbah kulit buah dalam jumlah besar yang belum banyak dimanfaatkan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah kulit kakao menjadi briket arang sebagai sumber energi alternatif sekaligus peluang usaha tambahan. Kegiatan dilaksanakan melalui metode sosialisasi dan demonstrasi langsung tahapan pembuatan briket, mulai dari pengarangan kulit kakao, penghalusan, pencampuran dengan perekat tepung kanji, hingga pencetakan. Evaluasi dilakukan terhadap 15 masyarakat menggunakan kuesioner pengetahuan (pre-test dan post-test) serta kuesioner kepuasan. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan masyarakat dari 5,87 menjadi 9,33 (skala 0–10), dengan uji t berpasangan menunjukkan peningkatan yang signifikan p = 0,001 dan N-Gain score rata-rata sebesar 0,75 yang termasuk kategori tinggi. Tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelaksanaan kegiatan juga tergolong tinggi dengan rata-rata skor 3,92 (skala 1–5). Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan pemanfaatan limbah kulit kakao menjadi briket arang efektif meningkatkan pengetahuan dan direspons positif oleh masyarakat, sehingga berpotensi direplikasi sebagai program pemberdayaan berkelanjutan.</p> 2026-08-10T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Vania Alfreda Ucca Kayne Sani, Muhammad Khoirul Muslimin, Sutan Tamrizi Lubis, Bahrul Ulum https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/135 Deskripsi Kualitas Pupuk Organik Hayati Berbahan Tandan Kosong Kelapa Sawit dengan Dosis Trichoderma sp. Berbeda 2026-08-10T05:27:27+00:00 Muhammad Fiqi [email protected] Anna Kusumawati [email protected] <p>Tandan kosong kelapa sawit (TKKS) merupakan limbah padat perkebunan sawit yang berpotensi diolah menjadi pupuk organik hayati (POH) apabila difermentasi dengan agens hayati yang tepat, salah satunya Trichoderma sp. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan membandingkan kualitas POH berbahan TKKS yang difermentasi dengan dua dosis Trichoderma sp. berbeda. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) nonfaktorial dengan dua perlakuan, yaitu POH A (10 g Trichoderma sp./kg TKKS) dan POH B (20 g Trichoderma sp./kg TKKS). TKKS dicacah manual menggunakan parang selama satu bulan, kemudian difermentasi dengan penyiraman dekomposer EM4 setiap hari selama dua bulan di Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman. Parameter yang diamati meliputi kadar air, nitrogen total, P2O5 tersedia, pH, serta populasi mikroorganisme pelarut fosfat dan penambat nitrogen, dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan POH B memiliki populasi mikroorganisme pelarut fosfat dan penambat nitrogen lebih tinggi (1,11 x 10⁵ dan 7,60 x 10² cfu/g) dibanding POH A (7,89 x 10⁴ dan 4,69 x 10² cfu/g), disertai kadar air lebih rendah (rata-rata 9,19%) dibanding POH A (rata-rata 12,21%), sementara nitrogen total dan pH kedua formulasi relatif setara dan mendekati netral. Penambahan dosis Trichoderma sp. yang lebih tinggi cenderung meningkatkan aktivitas dekomposisi dan populasi mikroorganisme fungsional dalam POH berbahan TKKS.</p> 2026-08-10T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Muhammad Fiqi, Anna Kusumawati https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/136 Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Effective Tax Rate (ETR) pada PT. Bank Mega Tbk - Kantor Pusat Periode 2022-2024 2026-08-10T05:34:59+00:00 Jelita Amalia Putri [email protected] Mahagiyani [email protected] <p>Bagi perusahaan, pajak sering kali dianggap sebagai beban yang dapat secara langsung mengurangi laba bersih. Hal ini mendorong perusahaan untuk menerapkan strategi perencanaan pajak guna menekan beban tersebut secara efisien tanpa melanggar peraturan yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi Effective Tax Rate (ETR) pada PT Bank Mega Tbk – Kantor Pusat periode 2022-2024. Fokus pengambilan data dalam penelitian ini adalah laporan keuangan yang disusun oleh kantor pusat PT Bank Mega Tbk selama periode 2022 hingga 2024. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan sumber data sekunder berupa laporan tahunan (annual report). Analisis dilakukan dengan mengamati tren pergerakan empat variabel utama, yaitu tingkat profitabilitas, kebijakan pendanaan (leverage), ukuran perusahaan (firm size), dan intensitas modal (capital intensity). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan tidak terindikasi melakukan penghindaran pajak. Profitabilitas memiliki pengaruh yang tidak konsisten, berupa campuran positif dan negatif sepanjang periode penelitian. Kebijakan pendanaan dan ukuran perusahaan menunjukkan pengaruh positif atau pola yang searah sepanjang periode penelitian. Intensitas modal menunjukkan pengaruh negatif atau berlawanan arah terhadap ETR sepanjang periode penelitian. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa keempat variabel tersebut memiliki hubungan dengan Effective Tax Rate (ETR).</p> 2026-08-10T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Jelita Amalia Putri, Mahagiyani, S.E., M.M https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/138 Pengaruh Pembumbunan Terhadap Produksi Kelapa Sawit Fase Tanaman Menghasilkan di PTPN IV Kebun Adolina 2026-08-10T05:51:55+00:00 Anna Kusumawati [email protected] Wilfredo Butar Butar [email protected] Joesua Elbinson Cristiano Sianipar [email protected] Rina Puji Lestari [email protected] <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembumbunan terhadap berat Tandan Buah Segar (TBS), produksi per hektar, dan jumlah tandan kelapa sawit pada fase Tanaman Menghasilkan (TM) di PTPN IV Kebun Adolina, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, yang dilaksanakan pada periode Februari hingga April 2025 menggunakan pendekatan komparatif kuantitatif dengan dua kelompok perlakuan yakni 11 blok dibumbun dan 11 blok tidak dibumbun dengan total luas masing-masing 178 hektar, dianalisis menggunakan uji-t setelah memenuhi uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji homogenitas Levene. Hasil uji-t menunjukkan perbedaan signifikan pada ketiga parameter yaitu berat TBS (p = 0,011), produksi per hektar (p = 0,017), dan jumlah tandan (p = 0,005), di mana pembahasan mengungkapkan bahwa kondisi tanah mineral berdrainase baik di Kebun Adolina menjadi faktor utama tidak efektifnya pembumbunan karena penambahan massa tanah setinggi 40 cm justru meningkatkan kelembapan berlebih, mengganggu aerasi perakaran, serta mengalihkan energi tanaman dari pembentukan bunga dan pengisian buah ke proses adaptasi akar sehingga perbedaan hasil semakin melebar dari Februari hingga April secara kumulatif. Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan bahwa pembumbunan berpengaruh signifikan namun bersifat negatif terhadap produksi kelapa sawit fase TM, dengan rata-rata TBS tanaman tidak dibumbun (41.408 kg), produksi per hektar (2,107 ton/ha), dan jumlah tandan (2.329 tandan) secara konsisten lebih tinggi dibandingkan tanaman dibumbun (31.744 kg; 1,846 ton/ha; 1.671 tandan), sehingga pembumbunan disarankan hanya diterapkan pada lahan dengan drainase buruk atau tanah yang mengalami subsiden, bukan secara rutin pada seluruh areal TM berdrainase baik.</p> 2026-08-10T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Anna Kusumawati, Wilfredo Butar Butar, Joesua Elbinson Cristiano Sianipar, Rina Puji Lestari https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/139 ANALISIS EFEKTIVITAS SISTEM PENGENDALIAN INTERN DALAM PENGELOLAAN KAS DI PTPN IV REGIONAL 1 KEBUN BOJONGDATAR 2026-08-10T05:57:38+00:00 Andi Nurul Ainun Dzalsabilah [email protected] Mahagiyani [email protected] <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas sistem pengendalian intern dalam pengelolaan kas pada PTPN IV Regional 1 Kebun Bojongdatar serta mengetahui peran sistem pengendalian intern dalam mendukung efektivitas pengelolaan kas. Penelitian ini difokuskan pada efektivitas pengelolaan kas di lingkungan PTPN IV Regional 1 Kebun Bojongdatar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini berfokus pada sistem pengendalian intern kas perusahaan beserta komponen-komponennya. Komponen tersebut tercermin dalam aturan-aturan perusahaan yang dikenal sebagai Standar Operasional Prosedur (SOP). Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, pengendalian intern terhadap efektivitas pengelolaan kas di lingkungan PTPN IV Regional 1 Kebun Bojongdatar dinilai telah berjalan secara efektif. Hal ini dapat dilihat dari penerapan komponen pengendalian intern yang telah dilaksanakan dengan baik sesuai dengan aspek efektivitas, yaitu pelaksanaan tugas dan fungsi, adanya rencana atau program kerja, serta kebijakan dan peraturan perusahaan yang dijalankan dengan baik.</p> 2026-08-10T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Andi Nurul Ainun Dzalsabilah, Mahagiyani https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/140 Analisis Pengaruh Pemotongan PPh 21 Terhadap Kepatuhan Pajak Karyawan di PT Taspen Cabang Tanjungpinang, Kepulauan Riau 2026-08-10T06:02:21+00:00 Revalina Deby Amelita [email protected] Mahagiyani [email protected] <p>Pajak Penghasilan Pasal 21 adalah pajak yang dikenakan atas penghasilan yang duteruma wajib pajak orang pribadi sehubungan dengan pekerjaan, jasa, atau kegiatan tertentu. Pemerintah telah menerapkan Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2023 yang memperkenalkan Tarif Efektif Rata-rata (TER) untuk menyederhanakan perhitungan pemotongan PPh Pasal 21 serta meningkatkan efisiensi administrasi perpajakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemotongan PPh Pasal 21 terhadap kepatuhan pajak karyawan di PT Taspen Cabang Tanjungpinang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metodesurvei. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada karyawan PT Taspen abang Tanjungpinang, kemudian dianalisis menggunakan analisis statistik untuk mengetahui hubungan antara pemotongan PPh Pasal 21 dengan kepatuhan pajak karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemotongan PPh Pasal 21 berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2023 berpengaruh terhadap kepatuhan pajak karyawan di PT Taspen Cabang Tanjungpinang serta mendukung pelaksanaan administrasi perpajakan yang lebih efektif.</p> 2026-08-10T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Revalina Deby Amelita, Mahagiyani https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/137 Perbandingan Efektivitas Vibrating Trough dan Kernel Grading Drum untuk Pemisahan Kernel Pabrik Kelapa Sawit 2026-08-10T05:50:23+00:00 Rafi Candra Muhaemin Rami [email protected] Muhamad Mustangin [email protected] <p>Industri kelapa sawit memerlukan proses pemisahan kernel dan <em>nut</em> yang efektif untuk meningkatkan <em>kernel recovery</em>, menurunkan <em>kernel losses</em>, dan menjaga kualitas <em>Palm Kernel Oil</em> (PKO). Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas pemisahan antara <em>Vibrating Trough</em> dan <em>Kernel Grading Drum</em> pada Stasiun Kernel PT ABC. Penelitian dilakukan menggunakan metode observasi pada kondisi operasi aktual dengan pengambilan sampel campuran kernel dan <em>nut</em> secara berkala. Sampel dipisahkan secara manual, kemudian ditimbang untuk menentukan persentase kernel yang terbawa menuju <em>recycle nut conveyor</em> dan menghitung efektivitas pemisahan masing-masing alat. Data dianalisis secara deskriptif dan dibandingkan berdasarkan nilai rata-rata setiap parameter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Vibrating Trough menghasilkan rata-rata kernel terbawa sebesar 35,65% dengan efektivitas pemisahan 64,35%, sedangkan <em>Kernel Grading Drum</em> hanya menghasilkan kernel terbawa sebesar 3,97% dengan efektivitas pemisahan 96,03%. Selain itu, <em>Kernel Grading Drum</em> memiliki konsumsi daya yang lebih rendah (2,5 kW), membutuhkan perawatan yang lebih sederhana, dan memiliki kestabilan operasi yang lebih baik dibandingkan Vibrating Trough. Perbedaan kinerja tersebut dipengaruhi oleh mekanisme pemisahan menggunakan drum berputar yang mampu mengelompokkan material berdasarkan ukuran secara lebih efektif. Dengan demikian, <em>Kernel Grading Drum</em> lebih efektif dan efisien dibandingkan Vibrating Trough dalam meningkatkan <em>kernel recovery</em> serta mengurangi <em>kernel losses</em> pada stasiun kernel.</p> 2026-08-10T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Rafi Candra Muhaemin Rami , Muhamad Mustangin https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/133 Karakteristik Kualitas Kimia Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) sebagai Bahan Organik pada Pembibitan Kelapa Sawit Fase Pre-Nursery 2026-08-10T05:26:16+00:00 Sutan Borohim Siregar [email protected] Anna Kusumawati [email protected] <p>Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) merupakan limbah padat industri kelapa sawit yang berpotensi besar dimanfaatkan sebagai bahan organik pembenah media tanam, khususnya pada tanah Regosol yang miskin bahan organik dan rentan mengalami pencucian hara. Kualitas kompos TKKS sangat dipengaruhi oleh tingkat kematangan dan proses dekomposisinya, sehingga perlu diuji terlebih dahulu sebelum diaplikasikan pada pembibitan kelapa sawit fase pre-nursery. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik kualitas kimia kompos TKKS sebagai dasar penilaian kelayakannya sebagai bahan organik pembenah media tanam. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui analisis laboratorium terhadap dua sampel kompos TKKS matang yang telah melalui proses pencacahan dan dekomposisi menggunakan dekomposer EM4 dengan dosis 40 ml per kilogram TKKS selama kurang lebih dua hingga tiga bulan. Parameter yang dianalisis meliputi kadar air, nitrogen total, fosfor tersedia, dan derajat keasaman, yang diuji di UPT Laboratorium Institut Pertanian STIPER Yogyakarta menggunakan metode gravimetri, Kjeldahl, Olsen, dan pH meter. Hasil menunjukkan bahwa kompos TKKS memiliki kadar air rerata 6,46 persen, pH 7,2, dan nitrogen total 0,81 persen, seluruhnya memenuhi standar SNI 19-7030-2004, sementara fosfor tersedia rerata 0,076 persen masih berada di bawah ambang batas minimum standar sebesar 0,10 persen. Perbandingan dengan bahan baku TKKS mentah menunjukkan adanya peningkatan kandungan nitrogen akibat proses dekomposisi, meskipun konversi fosfor menjadi bentuk tersedia bagi tanaman belum berlangsung optimal. Kompos TKKS yang dihasilkan pada penelitian ini secara umum layak digunakan sebagai bahan organik pembenah media tanam pada pembibitan kelapa sawit fase pre-nursery, meskipun perlu diimbangi dengan sumber hara fosfor tambahan agar kebutuhan hara bibit dapat tercukupi secara optimal.</p> 2026-08-10T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Sutan Borohim Siregar, Anna Kusumawati https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/141 Penguatan Kelembagaan Koperasi Kakao Berbasis BUMDes sebagai Strategi Pemberdayaan Ekonomi Petani di Desa Nglanggeran 2026-08-10T06:16:57+00:00 Sejuk Ananingsih [email protected] Novika Indriani [email protected] <p>Koperasi merupakan salah satu kelembagaan ekonomi rakyat yang berperan strategis dalam meningkatkan kesejahteraan petani kakao di wilayah pedesaan, namun keberadaannya di Desa Nglanggeran, Kabupaten Gunungkidul, belum dikelola secara profesional dan belum terintegrasi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai lembaga ekonomi desa yang memiliki legitimasi dan dukungan aset desa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menguatkan kelembagaan koperasi kakao berbasis BUMDes sebagai strategi pemberdayaan ekonomi petani. Kegiatan dilaksanakan melalui metode ceramah, diskusi, dan praktik langsung kepada 11 peserta yang terdiri atas petani kakao, pengurus Koperasi Amanah Doga Sejahtera, dosen, dan mahasiswa, bertempat di Dukuh Doga, Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul pada 21 Desember 2025. Materi yang disampaikan meliputi konsep dasar koperasi berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992, tujuan dan peran koperasi dalam perekonomian desa, tata cara pembentukan dan pendirian koperasi, prinsip-prinsip perkoperasian, perbedaan koperasi dengan perusahaan, jenis-jenis koperasi, serta karakteristik simpanan anggota. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai tata kelola koperasi yang demokratis dan partisipatif, serta tersusunnya rencana integrasi koperasi ke dalam struktur BUMDes guna memperkuat legitimasi kelembagaan, kolektivitas usaha, dan akses petani terhadap permodalan dan pasar. Kegiatan ini disimpulkan mampu menjadi langkah awal penguatan kelembagaan koperasi kakao berbasis BUMDes yang berkelanjutan bagi kesejahteraan petani</p> 2026-08-10T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Sejuk Ananing, Novika Indriani https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/148 Desain Sistem Pencatatan Keuangan Koperasi Berbasis Microsoft Excel untuk Mendukung Transparansi dan Perhitungan Sisa Hasil Usaha Sesuai SAK EMKM 2026-09-14T02:33:36+00:00 Siti Terawati [email protected] Ririn Fadila [email protected] <p>Transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan merupakan faktor utama yang memengaruhi kepercayaan dan partisipasi anggota koperasi, namun banyak koperasi tani di wilayah pedesaan, termasuk Koperasi Amanah Doga Sejahtera di Desa Nglanggeran, masih mencatat transaksi keuangan secara sederhana dan belum tersistematisasi sesuai Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan merancang sistem pencatatan keuangan koperasi berbasis Microsoft Excel yang mendukung transparansi dan mempermudah perhitungan Sisa Hasil Usaha (SHU) sesuai SAK EMKM. Kegiatan dilaksanakan melalui metode ceramah, diskusi, dan praktik langsung penggunaan Microsoft Excel kepada 11 peserta yang terdiri atas petani kakao, pengurus koperasi, dosen, dan mahasiswa, bertempat di Dukuh Doga, Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul pada 21 Desember 2025. Sistem yang dirancang terdiri atas lembar kerja (sheet) Jurnal Umum, Buku Besar, Neraca Saldo, Perhitungan SHU, dan Laporan Keuangan yang saling terhubung secara otomatis melalui rumus Excel. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan pengurus koperasi dalam mencatat transaksi simpan pinjam, menyusun laporan keuangan sederhana, serta menghitung dan membagikan SHU secara adil dan transparan sesuai ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Kegiatan ini disimpulkan mampu menjadi solusi praktis dan aplikatif untuk mendukung tata kelola keuangan koperasi kakao berbasis BUMDes yang lebih tertib dan akuntabel.</p> 2026-09-14T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Siti Terawati, Ririn Fadila https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/149 Diagnosis Kondisi Fisik Tanah untuk Memperkuat Resiliensi Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat terhadap Risiko Hidrometeorologi di Kecamatan Loa Janan dan Anggana, Kalimantan Timur 2026-09-14T03:59:42+00:00 Arum Sekar Kedhaton [email protected] Muhammad Zidan Ikhwanuttaqwa [email protected] Sabrina Nur Fhazira Nazwa [email protected] <p>Penelitian ini bertujuan mendiagnosis kondisi fisik tanah pada dua lokasi yang merepresentasikan lingkungan perkebunan rakyat di Desa Loa Janan Ulu, Kecamatan Loa Janan dan Desa Sungai Mariam, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, serta menginterpretasikan implikasinya terhadap penguatan resiliensi perkebunan kelapa sawit rakyat terhadap risiko hidrometeorologi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dan komparatif. Data primer meliputi warna, tekstur, struktur, konsistensi tanah pada kondisi basah, lembap, dan kering, profil tanah, kondisi vegetasi, topografi, serta dokumentasi lapangan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tanah di Loa Janan Ulu berwarna cokelat kemerahan, bertekstur lempung liat berpasir, memiliki struktur gumpal tidak beraturan hingga masif, agak lekat saat basah, dan keras saat kering. Karakteristik tersebut menunjukkan perlunya pengelolaan bahan organik, penutup tanah, dan pengendalian limpasan terutama pada lingkungan bergelombang hingga berbukit. Sementara itu, tanah di Sungai Mariam berwarna abu-abu, bertekstur agak kasar, memiliki struktur sedang, tidak liat dan agak lekat saat basah, serta sangat gembur saat lembap dan lunak saat kering. Kondisi tersebut mendukung pergerakan air dan perkembangan akar, tetapi menunjukkan perlunya perhatian terhadap kemampuan tanah mempertahankan air dan hara. Perbedaan kondisi kedua lokasi menunjukkan bahwa penguatan resiliensi perkebunan rakyat memerlukan pengelolaan tanah yang spesifik terhadap karakteristik tapak melalui pemeliharaan tutupan tanah, penambahan bahan organik, pengelolaan air dan limpasan, serta konservasi vegetatif. Diagnosis kondisi fisik tanah dapat digunakan sebagai tahap awal untuk mengidentifikasi sensitivitas lingkungan perkebunan terhadap tekanan hidrometeorologi dan merumuskan strategi adaptasi yang mendukung keberlanjutan produksi dan penghidupan masyarakat.</p> 2026-09-14T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Arum Sekar Kedhaton, Muhammad Zidan Ikhwanuttaqwa, Sabrina Nur Fhazira Nazwa https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/150 Analisis Kinerja Turbin Uap Sebagai Penggerak Generator Berdasarkan Variasi Kapasitas Olah di Pabrik Kelapa Sawit PT Cisadane Sawit Raya 2026-09-14T05:22:13+00:00 Peter Prayogo Pangestu [email protected] Yunaidi [email protected] Saptyaji Harnowo [email protected] Ronaldo Siregar [email protected] <p>Pabrik kelapa sawit membutuhkan pasokan energi listrik dan uap proses yang stabil agar seluruh stasiun pengolahan dapat beroperasi secara berkesinambungan. Salah satu sistem yang umum digunakan ialah turbin uap tipe back-pressure yang menggerakkan generator sekaligus menyediakan uap buang untuk kebutuhan proses. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja turbin uap sebagai penggerak generator pada variasi kapasitas olah di Pabrik Kelapa Sawit PT Cisadane Sawit Raya. Penelitian dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara operator, dan pengumpulan data log sheet selama Maret-Juni 2023, kemudian dilanjutkan dengan pengolahan data pada Juni-September 2023. Parameter yang dianalisis meliputi kapasitas olah, tekanan dan temperatur uap masuk, tekanan uap keluar, laju aliran uap, daya generator, efisiensi isentropik, theoretical steam rate, dan specific steam consumption. Data numerik dianalisis kembali secara deskriptif dan menggunakan regresi linier sederhana. Turbin Shinko tipe single-stage berkapasitas nominal 1.600 kW beroperasi pada tekanan masuk sekitar 30 bar, temperatur 233 °C, tekanan keluar 2,8-3,2 bar, dan laju uap 20.000 kg/jam. Pada kapasitas olah 45,26-60,23 ton/jam, efisiensi turbin berada pada rentang 37,01-39,29% dengan rata-rata 38,39%. Hubungan linier kapasitas olah terhadap efisiensi tergolong lemah dengan R² sebesar 0,157, sedangkan kapasitas olah terhadap specific steam consumption menunjukkan kecenderungan meningkat dengan R² sebesar 0,439. Daya generator yang dilaporkan meningkat dari sekitar 963,3 kW menjadi 1.161 kW. Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas olah lebih jelas berkaitan dengan peningkatan kebutuhan daya dan konsumsi uap dibandingkan dengan peningkatan efisiensi turbin.</p> 2026-09-14T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Peter Prayogo Pangestu, Yunaidi, Saptyaji Harnowo, Ronaldo Siregar https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/151 Strategi Pengembangan Komoditas Kakao dalam Mendukung Transformasi Perkebunan Berkelanjutan di Kecamatan Bajo Barat, Kabupaten Luwu 2026-09-14T06:00:59+00:00 Masrina Ningsih [email protected] <p>Kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan masyarakat di Kecamatan Bajo Barat, Kabupaten Luwu, namun produksinya menunjukkan tren penurunan selama periode 2021-2025. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penguatan strategi pengembangan untuk mempertahankan dan meningkatkan peran kakao sebagai komoditas basis sekaligus mendorong perbaikan kinerja pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi status kakao sebagai komoditas basis, menganalisis daya saing dan komponen pertumbuhannya, menentukan posisi perkembangannya, serta merumuskan strategi pengembangannya. Penelitian menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan analisis Location Quotient (LQ), Shift Share (SS), dan Tipologi Klassen, yang dilanjutkan dengan analisis SWOT berbasis data primer hasil wawancara dengan petani, penyuluh, dan dinas terkait. Hasil analisis menunjukkan bahwa kakao merupakan komoditas basis dengan rata-rata nilai LQ sebesar 1,32 selama periode 2021-2025. Namun, hasil Shift Share menunjukkan nilai Dampak Nyata Pertumbuhan (Dij) sebesar -365,13, yang menunjukkan adanya penurunan produksi serta rendahnya keunggulan kompetitif relatif kakao di Kecamatan Bajo Barat. Berdasarkan kombinasi nilai LQ dan Shift Share, kakao diklasifikasikan sebagai sektor prospektif. Analisis SWOT menghasilkan strategi SO, WO, ST, dan WT yang kemudian disusun menjadi roadmap transformasi perkebunan kakao berkelanjutan dalam lima pilar, yaitu peningkatan produktivitas, penguatan pascapanen dan hilirisasi, penguatan kelembagaan, pemasaran dan daya saing, serta keberlanjutan dan adaptasi iklim. Strategi prioritas diarahkan pada peremajaan tanaman, penguatan kelembagaan petani, peningkatan mutu pascapanen, dan pengembangan hilirisasi kakao.</p> 2026-09-14T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Masrina Ningsih https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/152 Efektivitas Antioksidan Sintetis dan Alami terhadap Stabilitas Oksidatif dan Mutu Minyak Goreng: Suatu Telaah Literatur Sistematis 2026-09-14T06:43:43+00:00 Pino Rinando [email protected] Endah Sulistiawati [email protected] <p>Minyak goreng rentan mengalami kerusakan oksidatif selama penyimpanan dan penggorengan yang ditandai dengan peningkatan peroxide value (PV), p-anisidine value (p-AnV), total polar compounds (TPC), dan free fatty acid (FFA), sehingga menurunkan mutu, umur simpan, serta nilai gizi minyak. Berbagai penelitian telah mengevaluasi penggunaan antioksidan sintetis maupun alami untuk menghambat oksidasi, namun hasil yang dilaporkan masih menunjukkan variasi efektivitas pada berbagai jenis minyak dan kondisi pengolahan. Hingga saat ini belum terdapat Systematic Literature Review (SLR) yang mengintegrasikan bukti secara komprehensif mengenai efektivitas kedua kelompok antioksidan berdasarkan indikator stabilitas oksidatif, retensi senyawa bioaktif, dan mutu minyak goreng. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dan membandingkan efektivitas antioksidan sintetis dan alami dalam mempertahankan mutu minyak goreng melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Kajian dilakukan mengikuti pedoman PRISMA 2020 dengan menelusuri artikel dari Scopus, ScienceDirect, SpringerLink, Wiley Online Library, dan Google Scholar yang dipublikasikan pada periode 2005–2025. Artikel diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, kemudian dilakukan ekstraksi data serta sintesis secara deskriptif-komparatif. Sebanyak 50 artikel memenuhi kriteria inklusi dan digunakan sebagai dasar sintesis. Analisis difokuskan pada indikator kestabilan oksidatif (PV, p-AnV, TPC, FFA, total oxidation value (Totox), dan induction period (IP)) serta retensi senyawa bioaktif. Hasil kajian menunjukkan bahwa TBHQ merupakan antioksidan sintetis yang paling konsisten dilaporkan efektif dalam mempertahankan kestabilan oksidatif minyak selama penggorengan suhu tinggi melalui penekanan peningkatan PV, TPC, p-AnV, dan FFA, sedangkan BHT dan BHA menunjukkan efektivitas yang lebih rendah akibat stabilitas termal yang terbatas. Sebaliknya antioksidan alami seperti tokoferol, tea polyphenols, γ-oryzanol, rosemary extract, dan karotenoid lebih unggul dalam mempertahankan retensi senyawa bioaktif, kualitas nutrisi, dan mutu fungsional minyak. Temuan ini memberikan dasar ilmiah bagi pemilihan strategi penggunaan antioksidan sesuai tujuan aplikasi, yaitu peningkatan kestabilan oksidatif melalui antioksidan sintetis atau preservasi retensi senyawa bioaktif melalui antioksidan alami, serta mendukung pengembangan formulasi minyak goreng yang lebih stabil, aman, dan berkelanjutan bagi industri pangan.</p> 2026-09-14T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Pino Rinando, Endah Sulistiawati https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/153 Analisis Ekonomi Berbagai Formulasi Briket Bioarang Berbahan Tandan Kosong Kelapa Sawit, Feses Kambing, dan Biomassa Lainnya 2026-09-14T07:38:22+00:00 Bangkit Lutfiaji Syaefullah [email protected] Farid Maulana [email protected] Maria Herawati [email protected] Okti Widayati [email protected] Hotmauli Febriana Pardosi [email protected] <p>Pemanfaatan tandan kosong kelapa sawit (TKKS) sebagai bahan baku briket bioarang berpotensi meningkatkan nilai tambah limbah biomassa sekaligus menyediakan sumber energi alternatif berbasis sumber daya lokal. Namun, pengembangan produk tersebut perlu didukung oleh informasi mengenai kelayakan ekonomi produksinya. Penelitian ini bertujuan menganalisis kelayakan ekonomi produksi briket bioarang berbahan baku TKKS melalui indikator biaya produksi, penerimaan, keuntungan, Break Even Point (BEP), Revenue Cost Ratio (R/C), Harga Pokok Produksi (HPP), rentabilitas, dan Payback Period (PBP). Penelitian menggunakan beberapa perlakuan formulasi bahan baku, dengan analisis ekonomi dilakukan berdasarkan struktur biaya dan penerimaan pada setiap perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh perlakuan secara ekonomi layak dikembangkan, ditunjukkan oleh nilai R/C &gt; 1 dengan kisaran 1,36–1,40. Perlakuan B01 menghasilkan kinerja ekonomi terbaik dengan biaya produksi Rp2.147.917 per bulan, penerimaan Rp3.000.000 per bulan, dan keuntungan Rp852.083 per bulan. Perlakuan tersebut menghasilkan nilai R/C sebesar 1,40, BEP produksi 48 kg dengan BEP harga Rp3.619/kg, HPP Rp10.543/kg, rentabilitas 11,36%, dan PBP 8,80 bulan. Perlakuan B5 juga menunjukkan kinerja ekonomi yang kompetitif dengan keuntungan Rp839.083 per bulan, R/C sebesar 1,39, dan PBP 8,94 bulan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa produksi briket bioarang berbasis TKKS memiliki prospek ekonomi yang baik dan berpotensi dikembangkan sebagai usaha pemanfaatan biomassa lokal. Perlakuan B01 direkomendasikan sebagai formulasi yang paling prospektif berdasarkan kombinasi keuntungan, efisiensi biaya, dan periode pengembalian modal.</p> 2026-09-14T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Bangkit Lutfiaji Syaefullah, Farid Maulana, Maria Herawati, Okti Widayati, Hotmauli Febriana Pardosi https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/154 Pembuatan Eco Enzyme dari Sampah Organik sebagai Solusi Pengurangan Limbah Lingkungan 2026-09-14T08:03:28+00:00 Jhimmy Stiawan [email protected] Retno Muningsih [email protected] <p>Pengelolaan sampah organik rumah tangga merupakan salah satu tantangan dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Sisa buah dan sayuran yang tidak dikelola dengan baik dapat menumpuk dan berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota Gapoktan Sido Mekar, Desa Lesung Bakti Jaya, dalam memanfaatkan sampah organik menjadi eco enzyme. Kegiatan dilaksanakan pada 16 Mei 2026 dengan melibatkan 20 peserta. Metode kegiatan meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, diskusi, dan tanya jawab. Pembuatan eco enzyme menggunakan 450 gram sisa sayuran, 150 gram gula merah, dan 1,5 liter air dengan perbandingan 1:3:10. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner yang terdiri atas 10 pernyataan untuk mengetahui pemahaman dan tanggapan peserta. Hasil evaluasi menunjukkan 33 jawaban (16,5%) berada pada kategori sangat setuju, 110 jawaban (55,0%) setuju, dan 57 jawaban (28,5%) netral. Tidak terdapat jawaban pada kategori tidak setuju maupun sangat tidak setuju. Hasil tersebut menunjukkan tanggapan peserta yang positif terhadap kegiatan. Kegiatan juga meningkatkan pemahaman peserta mengenai pembuatan dan manfaat eco enzyme serta mendorong pemanfaatan limbah organik secara berkelanjutan. Dengan demikian, penyuluhan dan praktik pembuatan eco enzyme dapat menjadi pendekatan edukatif yang sederhana dan aplikatif dalam meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengelola limbah organik.</p> 2026-09-14T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Jhimmy Stiawan, Retno Muningsih https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/155 Analisis Pertumbuhan Tanaman Tebu (Saccharum officinarum L.) Masak Tengah Pada Fase Pemasakan Yang Ditanam Dengan Metode Ring Pit 2026-09-15T01:42:17+00:00 Diajeng Berliana Dita Sefira [email protected] Retno Muningsih [email protected] <p>Tebu (Saccharum officinarum L.) merupakan tanaman perkebunan yang memiliki peran penting sebagai bahan baku utama industri gula. Penggunaan bahan tanam yang tepat pada metode ring-pit dapat mendukung pertumbuhan dan produktivitas tebu, terutama pada fase pemasakan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh bagal mata satu dan mata dua pada metode tanam ring-pit terhadap pertumbuhan, karakteristik stomata, Brix, Relative Growth Rate (RGR), dan produksi tebu varietas PSDK 923 pada fase pemasakan. Penelitian dilaksanakan pada November 2025–April 2026 di Kebun Praktik Wedomartani, Sleman, Yogyakarta, menggunakan metode eksperimen kuantitatif dengan dua perlakuan, yaitu bagal mata satu dan mata dua. Sebanyak 700 lubang tanam digunakan, masing-masing 350 lubang untuk setiap perlakuan, dengan 100 sampel dipilih menggunakan Simple Random Sampling. Pengamatan dilakukan terhadap pertumbuhan tanaman, karakteristik stomata, Brix, RGR, dan produksi, sedangkan kondisi lingkungan mikro digunakan sebagai data pendukung. Data dianalisis menggunakan Independent Sample t-test pada taraf 5%. Hasil menunjukkan bahwa bagal mata dua menghasilkan pertumbuhan lebih baik pada tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, dan jumlah ruas. Karakteristik stomata, Brix, dan RGR tidak menunjukkan perbedaan nyata antarperlakuan. Bobot panen pada bagal mata dua lebih tinggi dibandingkan bagal mata satu. Dengan demikian, penggunaan bagal mata dua pada metode ring-pit berpotensi meningkatkan pertumbuhan dan produksi tebu varietas PSDK 923 pada fase pemasakan.</p> 2026-09-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Diajeng Berliana Dita Sefira, Retno Muningsih https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/156 Pengendalian Gulma di Lahan Gambut Menggunakan Modifikasi Alat GARUKSA (Garukan Sawit) 2026-09-15T02:04:35+00:00 Karminah [email protected] Retno Muningsih [email protected] <p>Pekerjaan pengendalian gulma pada piringan tanaman kelapa sawit di lahan gambut merupakan kegiatan pemeliharaan yang membutuhkan tenaga dan waktu cukup besar. Kondisi lahan gambut yang relatif lunak dan tidak stabil, serta penggunaan alat garuk yang kurang ergonomis, dapat menyebabkan pekerja cepat lelah, terutama pada bagian pinggang, sehingga memengaruhi output kerja. Penelitian ini bertujuan meningkatkan output dan kenyamanan pekerja melalui penerapan modifikasi alat GARUKSA (Garukan Sawit) dengan sistem klem adjustable untuk pengendalian gulma di lahan gambut. Metode penelitian meliputi pengamatan kondisi pekerjaan di lapangan serta uji coba alat sebelum dan setelah dilakukan modifikasi. Pengujian dilakukan dengan memperhatikan kemudahan penggunaan, kenyamanan pekerja, kemampuan alat dalam menyesuaikan tinggi badan, serta efektivitasnya dalam mendukung kegiatan pengendalian gulma. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa modifikasi alat GARUKSA dengan sistem klem adjustable lebih mudah digunakan dan dapat disesuaikan dengan tinggi badan pekerja. Penggunaan alat membantu mengurangi rasa lelah dan ketidaknyamanan pada bagian pinggang selama bekerja. Selain itu, alat yang praktis dan mudah dibawa dapat memperlancar pekerjaan serta meningkatkan efisiensi kerja. Sistem klem adjustable memberikan fleksibilitas dalam mengatur posisi gagang sesuai kebutuhan pekerja dan kondisi lahan gambut. Dengan demikian, modifikasi alat GARUKSA dapat menjadi upaya perbaikan dalam meningkatkan kenyamanan, efisiensi, dan output pengendalian gulma pada tanaman kelapa sawit di lahan gambut.</p> 2026-09-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Karminah, Retno Muningsih https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/157 Analisis Kesenjangan Praktik Budidaya Kopi Robusta Berdasarkan Acuan Good Agricultural Practices di Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu 2026-09-15T02:19:25+00:00 Wawan Eka Putra [email protected] Afrizon [email protected] Siti Rosmanah [email protected] Yahumri [email protected] Taufik Hidayat [email protected] Taupik Rahman [email protected] Alfayanti [email protected] <p>Penerapan Good Agricultural Practices (GAP) penting untuk mendukung peningkatan produktivitas dan keberlanjutan usahatani kopi Robusta. Namun, keberadaan praktik budidaya di tingkat petani belum selalu menunjukkan kesesuaiannya dengan acuan teknis GAP. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesenjangan praktik budidaya kopi Robusta terhadap acuan GAP pada lima komponen, yaitu bahan tanam, kepadatan tanaman, tanaman penaung, pemangkasan, dan pemupukan di Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu. Penelitian menggunakan data survei terhadap 200 petani kopi Robusta yang dikumpulkan pada tahun 2025. Analisis dilakukan secara deskriptif-komparatif menggunakan pendekatan gap analysis. Indikator kuantitatif dibandingkan dengan benchmark teknis, sedangkan indikator yang tidak memiliki ukuran kuantitatif seragam dianalisis secara kualitatif-komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter kesenjangan berbeda antar-komponen. Kepadatan tanaman aktual rata-rata sekitar 3.300 tanaman/ha, lebih tinggi dibandingkan benchmark 1.600 tanaman/ha, sedangkan populasi tanaman penaung rata-rata sekitar 142 pohon/ha, lebih rendah dibandingkan kisaran benchmark 400–600 pohon/ha. Pada bahan tanam, kesenjangan terutama berkaitan dengan keterlacakan sumber dan kepastian identitas varietas atau klon. Pada pemangkasan, kesenjangan terutama terlihat pada belum meratanya penerapan pemangkasan bentuk pada tanaman muda. Pada pemupukan, kesenjangan berkaitan dengan ketepatan pengelolaan jenis, dosis, waktu, dan cara pemberian sesuai kondisi tanaman dan kebun. Hasil tersebut menunjukkan bahwa perbaikan praktik budidaya perlu dilakukan secara spesifik sesuai karakteristik setiap komponen dan kondisi kebun, melalui penguatan akses bahan tanam unggul, penyuluhan, serta pendampingan teknis yang aplikatif.</p> 2026-09-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Wawan Eka Putra, Afrizon, Siti Rosmanah, Yahumri, Taufik Hidayat, Taupik Rahman, Alfayanti https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/158 Peningkatan Nilai Ekonomi Kakao Desa Nglanggeran melalui Inovasi Branding, Kemasan, dan Pemasaran Digital 2026-09-15T02:33:08+00:00 Rizaldy Kamal Fadhillah [email protected] Fransiska Yeni [email protected] Risqi Yuan Praditya [email protected] <p>Produk kakao petani di Desa Nglanggeran, Kabupaten Gunungkidul, masih memiliki daya saing pasar yang rendah akibat keterbatasan pengetahuan mengenai strategi branding, desain kemasan, dan pemanfaatan media digital dalam pemasaran, sehingga produk lokal sulit bersaing dengan produk sejenis yang telah dikemas dan dipasarkan secara lebih profesional. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani kakao dalam menyusun strategi pemasaran yang inovatif dan relevan dengan perkembangan pasar melalui inovasi branding, kemasan, dan pemasaran digital. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan 19 petani kakao dari lima dukuh, yaitu Karangsari, Doga, Gunungbutak, Nglanggeran Wetan, dan Nglanggeran Kulon, yang dipilih berdasarkan pengalaman minimal dua tahun dalam budidaya kakao. Kegiatan diawali dengan pemetaan masalah melalui survei lapangan dan diskusi kelompok terfokus, dilanjutkan dengan workshop dasar-dasar pemasaran modern, pelatihan desain kemasan, penguatan identitas merek, serta pelatihan pemanfaatan media sosial dan platform digital untuk pemasaran. Pendampingan lapangan dilakukan secara intensif selama dua bulan, dan efektivitas program dievaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman petani terhadap strategi pemasaran dari skor rata-rata 56 menjadi 81, atau meningkat sekitar 45%. Rata-rata volume penjualan kakao juga meningkat dari 139,5 kg menjadi 192 kg per petani dalam tiga bulan pascapelatihan, dengan sebagian petani mencatat kenaikan penjualan hingga 38% dalam dua bulan setelah kegiatan berakhir. Selain itu, keterlibatan konsumen pada akun media sosial kolektif petani meningkat hingga 150%, yang mengindikasikan tumbuhnya kesadaran pasar terhadap produk kakao lokal. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa inovasi branding, kemasan, dan pemasaran digital efektif meningkatkan daya saing dan nilai ekonomi produk kakao di Desa Nglanggeran.</p> 2026-09-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Rizaldy Kamal Fadhillah, Fransiska Yeni, Risqi Yuan Praditya https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/159 Karakteristik Pembakaran Briket Bioarang Berbasis Tandan Kosong Kelapa Sawit, Feses Kambing, dan Biomassa Lokal 2026-09-15T02:43:47+00:00 Okti Widayati [email protected] Windi Belanna [email protected] Artede Wally [email protected] Nani Zurahmah [email protected] Nurtania Sudarmi [email protected] Hotmauli Febriana Pardosi [email protected] Bangkit Lutfiaji Syaefullah [email protected] <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi komposisi arang tandan kosong kelapa sawit (TKKS), arang tempurung kelapa, dan arang kotoran kambing terhadap karakteristik pembakaran briket bioarang yang meliputi suhu dan waktu pembakaran. Penelitian dilaksanakan di Kampus II Anday, Papua Barat, pada April–Juni 2026 menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tujuh perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan berupa variasi komposisi bahan baku briket bioarang. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) pada taraf signifikansi 1% (P&lt;0,01), kemudian dilanjutkan dengan uji DMRT terhadap parameter yang menunjukkan perbedaan nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi komposisi bahan baku berpengaruh sangat nyata (P&lt;0,01) terhadap suhu dan waktu pembakaran briket. Suhu pembakaran berkisar antara 139,77–302,66 °C, dengan suhu tertinggi diperoleh pada perlakuan B4 yang terdiri atas 18% arang tempurung kelapa dan 35% arang kotoran kambing, yaitu 302,66 °C, sedangkan suhu terendah diperoleh pada perlakuan B5 dengan komposisi 13% arang tempurung kelapa dan 40% arang kotoran kambing, yaitu 139,77 °C. Waktu pembakaran juga menunjukkan perbedaan sangat nyata (P&lt;0,01), dengan kisaran 5.440–11.840 detik. Berdasarkan karakteristik pembakaran yang diperoleh, perlakuan B4 dengan komposisi 18% arang tempurung kelapa dan 35% arang kotoran kambing menunjukkan performa pembakaran terbaik. Pemanfaatan kombinasi biomassa tersebut berpotensi meningkatkan nilai tambah limbah organik, khususnya TKKS dan kotoran kambing, sekaligus menghasilkan bahan bakar alternatif berbasis biomassa yang berpotensi mendukung pengelolaan limbah dan penyediaan energi secara berkelanjutan.</p> 2026-09-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Okti Widayati, Windi Belanna, Artede Wally, Nani Zurahmah, Nurtania Sudarmi, Hotmauli Febriana Pardosi, Bangkit Lutfiaji Syaefullah https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/160 Optimasi Pengendalian Persediaan Bahan Baku Penolong Dengan Menggunakan Metode Economic Order Quantity (EOQ) Di PT Sinergi Gula Nusantara, Pabrik Gula Pesantren Baru 2026-09-15T02:58:37+00:00 Lilis Aulia Siregar [email protected] <p>Pemeliharaan terhadap peralatan dan instalasi di setiap stasiun kerja pabrik sangat krusial untuk dilaksanakan secara berkala demi menghindari kendala operasional selama proses produksi. Proses perbaikan dan perawatan komponen ini sering kali memanfaatkan alat pemotong plasma yang dalam operasionalnya sangat bergantung pada pasokan oksigen sebagai bahan baku penolong. Peran oksigen dalam aktivitas pemeliharaan tersebut menegaskan urgensi dari implementasi manajemen persediaan yang efektif guna mendukung kelancaran seluruh kegiatan operasional perusahaan. Sebaliknya, tata kelola persediaan oksigen yang tidak efektif dapat memicu hambatan dalam proses perawatan mesin, yang pada akhirnya berpotensi menimbulkan kerugian finansial bagi perusahaan. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif komparatif dengan menjadikan sistem pengendalian persediaan tahun 2024 di PT Sinergi Gula Nusantara, PG Pesantren Baru sebagai objek penelitian, serta bagian gudang, bagian akuntansi, dan bagian pengadaan sebagai subjek penelitian. Hasil analisis dalam penelitian ini mampu memberikan tingkat efisiensi dan penghematan biaya yang jauh lebih optimal dibandingkan dengan kebijakan konvensional yang saat ini diterapkan oleh perusahaan. Efisiensi pengeluaran terbesar bersumber dari penurunan biaya penyimpanan sebesar Rp 52.603.307, yang kemudian diikuti oleh penghematan pada biaya pemesanan sebesar Rp 6.422.420. Secara akumulatif, pengaplikasian metode EOQ ini berhasil menekan total biaya persediaan oksigen perusahaan sebesar Rp 59.025.727.</p> 2026-09-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Lilis Aulia Siregar https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/161 Potensi Ampas Tebu sebagai Sumber Bahan Baku Pembuatan Humic-Like Substances melalui Proses Hidrotermal-Alkali 2026-09-15T03:07:18+00:00 Arvita Asrah [email protected] Ratna Sri Harjanti [email protected] <p>Ampas tebu merupakan biomassa lignoselulosa yang berpotensi dikonversi menjadi produk humic-like substances (HLS) melalui proses hidrotermal-alkali. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi secara sekuensial konsentrasi KOH dan ukuran partikel terhadap rendemen HLS, mengidentifikasi karakteristik produk, serta melakukan uji aplikasi pendahuluan pada bayam hijau (Amaranthus viridis L.). Pada tahap pertama, 5 g ampas tebu berukuran 60 mesh direaksikan dengan 75 mL KOH 0,25-1,25 M pada 200 °C selama 240 menit. Konsentrasi yang menghasilkan rendemen tertinggi selanjutnya digunakan untuk menguji ukuran partikel 12-60 mesh. Filtrat dipresipitasi dengan HCl 0,1 N hingga pH 1-2, kemudian endapan dicuci dan dikeringkan. Rendemen meningkat dari 3,60% pada KOH 0,25 M menjadi 13,28% pada 0,75 M, kemudian menurun pada konsentrasi yang lebih tinggi. Pada KOH 0,75 M, rendemen meningkat dari 9,06% pada 12 mesh menjadi 13,28% pada 60 mesh. Produk menunjukkan sifat larut dalam basa dan mengendap kembali pada kondisi asam. FTIR pada sampel representatif KOH 1,00 M menunjukkan pita O-H, C-H alifatik, C=O, C=C aromatik, dan C-O yang konsisten dengan karakteristik bahan humik. Uji tanaman tanpa replikasi menunjukkan kecenderungan tinggi tanaman yang lebih besar pada dosis HLS lebih tinggi. Dengan demikian, KOH 0,75 M dan ukuran 60 mesh merupakan kondisi dengan rendemen tertinggi pada rentang perlakuan yang diuji, sedangkan identitas dan efektivitas produk memerlukan karakterisasi serta pengujian lanjutan.</p> 2026-09-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Arvita Asrah, Ratna Sri Harjanti https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/162 Optimalisasi Kadar Air Tanah dan Mutu Pucuk Teh Melalui Biopori Berbahan Organik 2026-09-15T03:17:06+00:00 Restu Wulansari [email protected] Mita Amelia Febryani [email protected] <p>Produksi teh sangat ditentukan oleh kualitas pucuk segar yang dipengaruhi kondisi tanah, iklim, serta ketersediaan air, sementara perubahan cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan dalam menjaga kelembapan tanah dan kestabilan produksi. Salah satu upaya konservasi yang dapat diterapkan adalah Lubang Resapan Biopori (LRB) dengan penambahan bahan organik untuk meningkatkan fungsi tanah sebagai penyimpan air sekaligus penyedia hara. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh aplikasi LRB dengan berbagai jenis bahan organik terhadap kadar air tanah (KAT) dan mutu pucuk teh. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Pusat Penelitian Teh dan Kina Gambung pada tanaman teh klon GMB 7, menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 10 perlakuan dan 3 ulangan, terdiri atas kontrol, kompos limbah teh, biochar sekam padi, serta pupuk kandang kambing pada dosis 500 g, 750 g, dan 1 kg. Pengamatan meliputi kadar air tanah dengan metode gravimetric water content, serta analisa pucuk mencakup berat dan jumlah pucuk peko dan pucuk burung, persentase pucuk peko, dan rasio pucuk peko terhadap pucuk burung, dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut Duncan taraf nyata 5%. Hasil menunjukkan aplikasi LRB secara umum belum berpengaruh nyata terhadap KAT, diduga karena waktu pengamatan singkat serta tingginya curah hujan selama penelitian. Namun, perlakuan kompos limbah teh dan pupuk kandang kambing meningkatkan KAT sebesar 5-10% dibandingkan kontrol. Selain itu, penerapan LRB berpengaruh nyata terhadap peningkatan mutu pucuk teh, meskipun sebagian besar rasio pucuk peko terhadap pucuk burung masih di bawah standar. LRB dengan bahan organik tertentu berpotensi menjadi strategi konservasi tanah dan air efektif untuk mendukung kualitas pucuk serta stabilitas produksi teh di tengah perubahan iklim.</p> 2026-09-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Restu Wulansari, Mita Amelia Febryani https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/163 Perkembangan Riset Kompon Karet di Indonesia: Analisis Bibliometrik Publikasi Nasional Periode 2001-2025 2026-09-15T03:27:48+00:00 Arief Rachmawan [email protected] Andi Wijaya [email protected] <p>Studi ini bertujuan memetakan perkembangan riset kompon karet dalam publikasi nasional Indonesia yang terindeks GARUDA selama 2001-2025. Dari 280 artikel/rekaman awal, proses deduplikasi dan seleksi menghasilkan 158 artikel dari 57 sumber. Metadata dibersihkan melalui normalisasi nama penulis dan institusi, sedangkan 99 rekaman tanpa kata kunci penulis diperkaya dengan kata kunci turunan dari judul dan abstrak. Analisis dilakukan menggunakan bibliometrix dan Biblioshiny, mencakup produktivitas publikasi, sumber, penulis, institusi, jaringan kolaborasi, co-occurrence kata kunci, peta tematik, dan evolusi tema. Produksi ilmiah berkembang secara episodik dan mencapai puncak 18 artikel pada 2018. Tiga jurnal utama menyumbang 48,7% korpus, sedangkan Adi Cifriadi, Rahmaniar, dan Santi Puspitasari merupakan penulis paling produktif. Jaringan kolaborasi membentuk beberapa komunitas yang kuat secara internal, tetapi keterhubungan antarkomunitas masih terbatas. Struktur konseptual didominasi formulasi kompon, bahan pengisi, vulkanisasi, dan sifat mekanik; carbon black dan vulkanisasi bertahan sebagai tema inti, sementara bahan pengisi lokal berkembang tanpa membentuk tema keberlanjutan yang dominan. Temuan menunjukkan perlunya menghubungkan kompetensi formulasi dengan scale-up, durabilitas, standardisasi, analisis tekno-ekonomi, penilaian daur hidup, dan kolaborasi industri untuk memperkuat hilirisasi karet nasional.</p> 2026-09-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Arief Rachmawan, Andi Wijaya https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/164 Praktik Peremajaan Tanaman Kopi Robusta pada Usahatani Kopi Rakyat di Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu 2026-09-15T03:37:37+00:00 Alfayanti [email protected] Afrizon [email protected] Siti Rosmanah [email protected] Taufik Hidayat [email protected] Taupik Rahman [email protected] Tri Deni Prabowo [email protected] Wawan Eka Putra [email protected] <p>Kopi Robusta merupakan salah satu komoditas penting bagi perekonomian masyarakat Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu. Penurunan produksi di tengah luas areal yang relatif tetap menunjukkan pentingnya tindakan perbaikan dan peremajaan tanaman untuk mempertahankan produktivitas usahatani kopi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik peremajaan tanaman kopi Robusta pada usahatani kopi rakyat di Kabupaten Kepahiang, meliputi umur tanaman saat tindakan dilakukan, teknik yang digunakan, serta tujuan tindakan petani. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Kepahiang pada Januari–Desember 2025 dengan melibatkan 177 petani kopi Robusta yang dipilih secara proporsional dari seluruh kecamatan berdasarkan luas areal perkebunan kopi. Data primer dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi, persentase, dan tabulasi silang antara umur tanaman dan teknik yang digunakan. Sebanyak 143 petani (80,8%) tercatat pernah melakukan tindakan perbaikan atau peremajaan tanaman kopi. Sebagian besar petani (76,2%) melakukan tindakan perbaikan atau peremajaan pada tanaman berumur ≤10 tahun dengan umur 5 tahun sebagai umur yang paling banyak ditemukan. Teknik yang paling banyak digunakan adalah tag ent (34,9%), pemeliharaan tunas tanpa penyambungan (31,4%), dan top ent (28,7%). Teknik tag ent dan top ent juga ditemukan pada tanaman berumur kurang dari 5 tahun yang bertujuan untuk perbaikan klon, pembentukan tajuk, dan rehabilitasi tanaman yang rusak dengan mempertahankan sistem perakaran yang masih baik. Praktik perbaikan dan peremajaan tanaman kopi Robusta di Kabupaten Kepahiang menunjukkan bahwa pemilihan teknik tidak semata-mata ditentukan oleh umur tanaman, tetapi juga oleh kondisi dan tujuan pengelolaan tanaman.</p> 2026-09-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Alfayanti, Afrizon, Siti Rosmanah, Taufik Hidayat, Taupik Rahman, Tri Deni Prabowo, Wawan Eka Putra https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/165 Analisis Perhitungan Overall Equipment Effectiveness dan Six Big Losses Untuk Meningkatkan Efektifitas TSK Centryfugal Affinasi di PT Jawamanis Rafinasi 2026-09-15T04:00:21+00:00 Ahmad Fatoni [email protected] Muhammad Al Fajri [email protected] Akhmad Tito Fismatika [email protected] Yunaidi [email protected] Martin Andre Setyawan [email protected] <p>Total Productive Maintenance bertujuan untuk mengurangi waktu henti mesin, meminimalkan kerusakan, meningkatkan efisiensi operasional, dan memastikan ketersediaan peralatan yang optimal. Overall Equipment Effectiveness (OEE) merupakan salah satu metode pengukuran kinerja mampu mengatasi permasalahan-permasalahan machine/equipment. Metode ini merupakan bagian utama dari sistem pemeliharaan yang banyak diterapkan oleh perusahaaan Jepang, yaitu Total Productive Maintenance (TPM). Berikut adalah rata-rata hasil Availability rate rate 89,61%, Performance Efficiency 75,58%, Quality Rate Of Product 100%, dan OEE 67,73%. Dilihat dari hasil nilai OEE untuk mesin ini menurut standar JIPM, nilai yang didapat dari mesin tersebut belum masuk ke dalam standar OEE yang dianjurkan, nilai terlalu jauh dari standar. Perusahaan harus menanamkan kesadaran kepada karyawan agar dapat berperan aktif dalam peningkatan efisiensi, efektifitas dan produktifitas bagi perusahaan. Melakukan pelatihan/training kepada setiap operator dan personil maintenance untuk meningkatkan kemampuan/keahlian operator dalam menanggulangi permasalahan yang terjadi pada alat dengan lebih dini sehingga perusahaan dapat menerapkan autonomous maintenance.</p> 2026-09-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Ahmad Fatoni, Muhammad Al Fajri, Akhmad Tito Fismatika, Yunaidi, Martin Andre Setyawan https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/166 Rancang Bangun Mesin Pemeras Bubuk Teh Dengan Sistem Hybrid : Manual dan Semi Otomatis Untuk Optimalisasi Proses Produksi 2026-09-15T04:16:27+00:00 Selamat Firdaus Santana [email protected] Aris Sandi [email protected] Akhmad Tito Fismatika [email protected] Farhan As'ari [email protected] Wahyu Kurniawan [email protected] <p>Penelitian ini membahas perancangan dan pembuatan mesin pemeras bubuk teh dengan sistem hybrid, yaitu manual dan semi otomatis, untuk meningkatkan efisiensi proses produksi. Mesin dirancang menggunakan sistem ulir tekan dengan dua mode operasi: handle manual dan motor listrik 0,5 HP (373 W) dengan putaran 1360 rpm yang ditransmisikan melalui pulley dan V-belt tipe A. Hasil perhitungan menunjukkan kapasitas mesin mencapai 60 kg/jam dengan volume tabung efektif ±13,5 liter. Gaya tekan yang dihasilkan sebesar ±180.864 N, sedangkan torsi pada poros ulir mencapai ±22 Nm, masih jauh di bawah torsi maksimum (288 Nm) sehingga dikategorikan aman. Simulasi menggunakan SolidWorks menunjukkan rangka dari besi UNP 50 × 50 × 5 mm dan poros baja ST 42 mampu menahan tegangan maksimum yang masih di bawah batas luluh material, sehingga struktur aman. Sistem kelistrikan dilengkapi proteksi MCB 6 A, kontaktor 25 A, dan TOR 4 A untuk mencegah kerusakan motor akibat arus lebih. Dari hasil pengujian, mesin mampu mempercepat waktu produksi, menghasilkan perasan lebih merata, serta tetap dapat beroperasi saat listrik padam melalui mode manual. Dengan demikian, mesin pemeras bubuk teh hybrid ini dinilai efektif, efisien, aman digunakan, serta sesuai untuk mendukung industri kecil dan menengah dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi.</p> 2026-09-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Selamat Firdaus Santana, Aris Sandi, Akhmad Tito Fismatika, Farhan As'ari, Wahyu Kurniawan https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/167 Analisis Serangan Penyakit Antraknosa (Lasiodiplodia theobromae) Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Pada Fase Main Nursery (MN) Varietas Ramet di PT Tapian Nadenggan Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur 2026-09-15T06:34:29+00:00 Silmi Balqis Siregar [email protected] <p>Penyakit antraknosa (Lasiodiplodia theobromae) merupakan salah satu penyakit yang menyerang bibit kelapa sawit pada fase Main Nursery (MN) dan dapat menghambat pertumbuhan vegetatif tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis intensitas serangan penyakit antraknosa, pengaruhnya terhadap pertumbuhan vegetatif, serta hubungan antara intensitas serangan dengan pertumbuhan bibit kelapa sawit varietas Ramet di PT Tapian Nadenggan, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Penelitian menggunakan metode purposive sampling dengan 195 sampel bibit. Data dianalisis menggunakan regresi linear sederhana, uji Kruskal–Wallis, uji lanjut Pairwise Comparisons, dan korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata intensitas serangan pada Plot B1 sebesar 52,08% (kategori berat) dan Plot A2 sebesar 44,47% (kategori sedang). Intensitas serangan berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter batang (p&lt;0,05). Hasil analisis regresi menunjukkan hubungan negatif, yaitu semakin tinggi intensitas serangan antraknosa maka semakin rendah pertumbuhan vegetatif bibit. Dengan demikian, penyakit antraknosa memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan vegetatif bibit kelapa sawit varietas Ramet pada fase Main Nursery.</p> 2026-09-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Silmi Balqis Siregar https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/168 Korelasi Kondisi Agroklimat Terhadap Produktivitas Tanaman Karet (Hevea brasiliensis) Setelah Penghentian Aplikasi Stimulan Cair 2026-09-15T06:44:04+00:00 Aji Nugroho Saputro [email protected] Akhmad Rouf [email protected] Sudadi [email protected] <p>Tanaman karet (Hevea brasiliensis) merupakan salah satu komoditas perkebunan yang produksinya dipengaruhi oleh kondisi fisiologis tanaman, perlakuan penyadapan, dan faktor lingkungan. Aplikasi stimulan berbahan aktif etefon dapat meningkatkan produksi lateks, tetapi respons tanaman terhadap kondisi agroklimat setelah aplikasi stimulan dihentikan masih perlu dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kondisi agroklimat dengan produksi lateks tanaman karet setelah penghentian aplikasi stimulan cair serta membandingkan produktivitas tanaman pada periode aplikasi dan setelah penghentian stimulan. Penelitian dilaksanakan melalui pengamatan lapangan pada tanaman karet menghasilkan (TM) dengan perlakuan dosis stimulan G0–G4. Pengamatan dilakukan selama dua bulan, yaitu Juni saat stimulan diaplikasikan dan Juli setelah aplikasi stimulan dihentikan. Parameter yang diamati meliputi produktivitas lateks basah, kadar karet kering (KKK), dan produktivitas karet kering (g/pohon/sadap), serta kondisi agroklimat berupa curah hujan, kelembapan udara, panjang penyinaran, dan suhu. Analisis hubungan agroklimat dengan parameter produksi dilakukan menggunakan regresi, sedangkan perbandingan periode aplikasi dan penghentian stimulan serta dosis dianalisis menggunakan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi agroklimat selama Juni–Juli tidak mengalami perubahan yang signifikan, sedangkan produktivitas karet kering mengalami penurunan signifikan setelah penghentian stimulan. Hasil regresi menunjukkan bahwa kondisi agroklimat tidak berpengaruh signifikan terhadap parameter produksi pada setiap dosis stimulan. ANOVA menunjukkan bahwa periode aplikasi dan penghentian stimulan serta dosis berpengaruh signifikan terhadap produktivitas karet kering, sedangkan dosis juga menunjukkan perbedaan nyata terhadap KKK. Penelitian menyimpulkan bahwa perubahan produksi setelah penghentian stimulan diduga lebih berkaitan dengan faktor selain agroklimat yang diamati, sehingga diperlukan pengamatan dalam periode yang lebih panjang.</p> 2026-09-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Aji Nugroho Saputro, Akhmad Rouf, Sudadi https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/169 Analisis Pengetahuan Masyarakat terhadap Pemanfaatan Briket Bioarang Berbasis Tandan Kosong Kelapa Sawit, Feses Kambing, dan Biomassa Lokal 2026-09-15T06:54:10+00:00 Hotmauli Febriana Pardosi [email protected] Farid Maulana [email protected] Maria Herawati [email protected] Okti Widayati [email protected] Bangkit Lutfiaji Syaefullah [email protected] <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penyuluhan dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan limbah peternakan sebagai sumber energi alternatif di Kampung Udapi Hilir, Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat. Penelitian dilaksanakan pada April–Juni 2026 menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one-group pretest–posttest. Sebanyak 15 responden ditentukan menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode purposive sampling. Data dikumpulkan melalui instrumen tes pengetahuan sebelum (pretest) dan setelah (posttest) pelaksanaan penyuluhan, kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan paired-samples t-test pada taraf signifikansi 1% (α = 0,01). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan responden setelah mengikuti kegiatan penyuluhan. Secara kategoris, tingkat pengetahuan responden mengalami peningkatan dari kategori kurang efektif pada pretest menjadi cukup efektif pada posttest. Hasil paired-samples t-test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest (p &lt; 0,01), yang mengindikasikan bahwa penyuluhan memberikan pengaruh nyata terhadap peningkatan pengetahuan responden. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan dapat menjadi pendekatan yang cukup efektif dalam memperkenalkan pemanfaatan feses kambing dan biomassa lainnya sebagai bahan baku pembuatan briket bioarang. Dengan demikian, penyuluhan mengenai teknologi konversi limbah peternakan dan biomassa menjadi energi alternatif berpotensi mendukung peningkatan pengetahuan masyarakat sekaligus mendorong pemanfaatan limbah secara produktif dan berkelanjutan.</p> 2026-09-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Hotmauli Febriana Pardosi, Farid Maulana, Maria Herawati, Okti Widayati, Bangkit Lutfiaji Syaefullah https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/170 Analisis Faktor Operasional yang Memengaruhi Biaya Pengangkutan Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Menggunakan Dump Truck pada PT Perkebunan Nusantara IV Regional I 2026-09-15T07:17:40+00:00 Muhammad Alfahrozi [email protected] Bahrul Ulum [email protected] <p>Pengangkutan Tandan Buah Segar (TBS) merupakan bagian penting dalam sistem operasional perkebunan kelapa sawit karena berkaitan dengan efisiensi biaya dan kelancaran distribusi hasil panen menuju pabrik kelapa sawit. Variasi kondisi operasional pengangkutan dapat menyebabkan perbedaan biaya yang dikeluarkan dalam setiap perjalanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor operasional terhadap biaya pengangkutan TBS menggunakan dump truck pada PT Perkebunan Nusantara IV Regional I. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori yang dilaksanakan di Kebun Sisumut, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara, pada Februari–Juni 2026. Data penelitian diperoleh melalui pengamatan dan wawancara terstruktur terhadap 20 pengemudi dump truck yang melakukan pengangkutan TBS. Variabel yang dianalisis meliputi jarak tempuh, waktu transportasi, dan kapasitas muatan sebagai variabel independen, sedangkan biaya pengangkutan sebagai variabel dependen. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan tingkat signifikansi 5%, setelah dilakukan pengujian asumsi regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model regresi memiliki hubungan yang sangat kuat dengan nilai R sebesar 0,997 dan mampu menjelaskan 99,4% variasi biaya pengangkutan. Jarak tempuh berpengaruh positif dan signifikan terhadap biaya pengangkutan, sedangkan waktu transportasi dan kapasitas muatan tidak berpengaruh signifikan. Jarak tempuh menjadi faktor operasional yang paling dominan dalam model dengan nilai koefisien Beta sebesar 0,991. Penelitian menyimpulkan bahwa pengendalian jarak tempuh melalui optimalisasi rute dan pengelolaan distribusi merupakan strategi penting untuk meningkatkan efisiensi biaya pengangkutan TBS menggunakan dump truck.</p> 2026-09-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Muhammad Alfahrozi, Bahrul Ulum https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/172 Transformasi Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia Berbasis Komoditas Strategis Nasional melalui Inovasi Teknologi, Pengelolaan Berkelanjutan, dan Adaptasi terhadap Perubahan Iklim 2026-09-25T05:46:31+00:00 Erwin Junaidi Lubis [email protected] <p>Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas strategis nasional yang berkontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia melalui peningkatan devisa negara, penyediaan lapangan kerja, dan pembangunan wilayah. Namun, sektor perkebunan kelapa sawit menghadapi berbagai tantangan, antara lain perubahan iklim, penurunan kualitas lahan, tuntutan keberlanjutan global, serta perkembangan teknologi yang semakin pesat. Paper ini bertujuan mengkaji strategi transformasi perkebunan kelapa sawit Indonesia melalui penerapan inovasi teknologi, pengelolaan perkebunan berkelanjutan, dan adaptasi terhadap perubahan iklim guna meningkatkan produktivitas, daya saing, dan keberlanjutan sektor perkebunan. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur (literature review) dengan menganalisis berbagai publikasi ilmiah, laporan nasional maupun internasional, serta kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan transformasi sektor kelapa sawit. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan teknologi digital seperti Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), drone, citra satelit, dan precision agriculture mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan kebun, mempercepat pengambilan keputusan, serta mengoptimalkan produktivitas tanaman. Di sisi lain, implementasi praktik perkebunan berkelanjutan melalui sertifikasi ISPO dan RSPO, konservasi tanah dan air, pengelolaan limbah berbasis ekonomi sirkular, serta efisiensi penggunaan pupuk dan pestisida berperan penting dalam menjaga kualitas lingkungan. Adaptasi terhadap perubahan iklim dilakukan melalui penggunaan varietas toleran cekaman, pengelolaan tata air, sistem peringatan dini, dan strategi mitigasi emisi gas rumah kaca. Sinergi antara inovasi teknologi, pengelolaan berkelanjutan, dan kebijakan pemerintah menjadi faktor utama dalam mewujudkan transformasi perkebunan kelapa sawit Indonesia yang produktif, tangguh terhadap perubahan iklim, dan berdaya saing global.</p> 2026-09-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Erwin Junaidi Lubis https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/173 Implementasi Sistem Pengelolaan dan Pencatatan Persediaan Barang Gudang Magazine di PT. Sinergi Gula Nusantara, Unit PG. Pesantren Baru 2026-09-25T05:55:46+00:00 Rinal Pangaribuan [email protected] Mahagiyani [email protected] <p>Persediaan merupakan salah satu aset penting yang berperan dalam mendukung kelancaran proses operasional perusahaan. Pengelolaan dan pencatatan persediaan yang tidak dilakukan secara baik dapat menyebabkan terjadinya selisih stok, keterlambatan proses produksi, serta ketidakakuratan informasi persediaan. Oleh karena itu, PT. Sinergi Gula Nusantara Unit Pabrik Gula Pesantren Baru menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) serta memanfaatkan sistem System Applications and Products in Data Processing (SAP) sebagai sistem informasi dalam pengelolaan dan pencatatan persediaan di Gudang Magazine (Material). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi sistem pengelolaan persediaan, prosedur pencatatan persediaan menggunakan SAP, kendala yang dihadapi dalam penerapan sistem, serta upaya perbaikan yang dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan persediaan. Penelitian dilaksanakan di Gudang Magazine (Material) PT. Sinergi Gula Nusantara Unit Pabrik Gula Pesantren Baru pada periode Mei–Juni 2026. Analisis data dilakukan dengan membandingkan implementasi di lapangan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) perusahaan serta dianalisis menggunakan kerangka pengendalian internal Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission (COSO). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi sistem pengelolaan persediaan yang meliputi proses penerimaan, penyimpanan, dan pengeluaran barang telah dilaksanakan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) perusahaan. Pencatatan persediaan dilakukan melalui Kartu Gudang, sistem SAP, dan label rak sehingga setiap transaksi penerimaan maupun pengeluaran barang dapat terdokumentasi dengan baik serta menghasilkan informasi stok yang akurat dan mudah ditelusuri. Kendala yang ditemukan selama pelaksanaan sistem antara lain masih terdapat material dengan perputaran yang rendah (slow moving) sehingga berpotensi menyebabkan penumpukan persediaan. Upaya yang dilakukan perusahaan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan persediaan antara lain melakukan pembaruan data stok secara berkala, melaksanakan stock opname, serta mengoptimalkan penggunaan material yang masih tersedia sebelum melakukan pembelian material baru. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa implementasi sistem pengelolaan dan pencatatan persediaan di Gudang Magazine (Material) PT. Sinergi Gula Nusantara Unit Pabrik Gula Pesantren Baru telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) perusahaan.</p> 2026-09-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Rinal Pangaribuan, Mahagiyani https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/174 Analisis Perbandingan Efektivitas Tenaga Kerja Tebang, Muat, dan Angkut pada Masa Giling di PT. Sinergi Gula Nusantara PG Glenmore 2026-09-25T06:05:11+00:00 Achmad Ariansyah [email protected] Pantja Siwi Veni Rahaju Ingesti [email protected] <p>Industri gula memerlukan kegiatan Tebang, Muat, dan Angkut (TMA) yang efektif agar pasokan tebu ke pabrik berlangsung kontinu selama masa giling. Perbedaan metode manual dan semi mekanis dapat memengaruhi durasi pemuatan, produktivitas tenaga kerja, serta kelancaran pengiriman bahan baku. Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas metode TMA manual dan semi mekanis serta mengidentifikasi faktor penghambat kegiatan TMA di PT. Sinergi Gula Nusantara PG Glenmore. Penelitian dilaksanakan di Kebun IPL Pandan menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan komparatif. Data dikumpulkan melalui observasi durasi pemuatan truk, pengukuran tenaga kerja dan tonase tebu, serta wawancara untuk mengidentifikasi faktor penghambat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode manual memerlukan waktu pemuatan rata-rata 239,4 menit dengan produktivitas 0,40 ton/orang/jam. Metode semi mekanis hanya memerlukan waktu rata-rata 48,4 menit dengan produktivitas 0,34 ton/orang/jam. Meskipun produktivitas per orang pada metode manual lebih tinggi, metode semi mekanis lebih unggul dalam efisiensi waktu karena didukung penggunaan grab loader. Faktor penghambat paling dominan adalah kondisi lahan becek atau miring dengan skor 4,6, diikuti ketersediaan alat dengan skor 4,2. Disimpulkan bahwa metode semi mekanis lebih efektif dalam mempercepat pemuatan dan mendukung kelancaran pasokan tebu.</p> 2026-09-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Achmad Ariansyah, Pantja Siwi Veni Rahaju Ingesti https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/175 Disfungsi Rantai Pasok Kakao Rakyat di Wilayah Perbatasan: Analisis Kualitatif Praktik Operasional Petani BPP Sebatik Barat 2026-09-25T06:14:57+00:00 Hutama Muhammad Anhar [email protected] Nurul Jamilah Cahyani [email protected] Faza Fadhlil Rosyad [email protected] Kharisma Ilyasa Anhar [email protected] <p>Kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan rakyat strategis di Kecamatan Sebatik Barat, wilayah kepulauan terluar Indonesia yang berbatasan langsung dengan Tawau, Malaysia, dengan luas tanam 961,5 hektare dan produksi 749,9 ton per tahun. Penelitian ini bertujuan menganalisis titik-titik disfungsi dalam rantai pasok kakao rakyat serta faktor struktural yang melanggengkannya di wilayah kerja BPP Sebatik Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus instrumental. Partisipan dipilih secara purposive dan snowball, terdiri atas petani kakao selaku ketua kelompok tani dan penyuluh pertanian lapangan, dengan data diperkaya melalui observasi, studi dokumentasi, dan data statistik perkebunan resmi triwulan berjalan. Data dianalisis secara tematik dan diperiksa keabsahannya melalui triangulasi sumber serta member checking. Hasil penelitian mengidentifikasi empat temuan utama: (1) non-fermentasi biji kakao sebagai pilihan ekonomi rasional, bukan ketidaktahuan; (2) disfungsi hilirisasi berlapis akibat keterbatasan SDM, infrastruktur, dan pengetahuan formulasi produk; (3) agensi tawar-menawar petani yang berdampingan dengan kerentanan terhadap risiko penyimpanan dan fluktuasi harga; serta (4) fenomena “komoditas di persimpangan”, ditandai alih fungsi total satu kelompok tani ke kelapa sawit yang terjadi bersamaan dengan investasi tanam ulang kakao pada kelompok lain. Penelitian ini mengusulkan pemahaman petani kakao perbatasan sebagai aktor dengan agensi dalam batas (bounded agency), bukan penerima pasif kondisi rantai pasok yang timpang, sekaligus merekomendasikan penguatan insentif harga fermentasi, kaderisasi fasilitator lokal berkelanjutan, dan strategi retensi lahan kakao sebagai langkah kebijakan yang mendesak.</p> 2026-09-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Hutama Muhammad Anhar, Nurul Jamilah Cahyani, Faza Fadhlil Rosyad, Kharisma Ilyasa Anhar https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/176 "The Plantation Keeps Growing, So Does Our Burden": A Gender Analysis of Double Burden, Power Relations, and Unequal Access among Women Palm Oil Workers in the Transformation of Palm Oil Plantations 2026-09-25T06:26:27+00:00 Akhyar Rafi'i [email protected] Erfina Aisyah [email protected] Nurul Azkia [email protected] <p>Transformasi perkebunan kelapa sawit di Indonesia selama ini lebih banyak diarahkan pada peningkatan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan lingkungan, sementara dimensi keadilan gender dalam sistem ketenagakerjaan masih belum memperoleh perhatian yang memadai. Penelitian ini bertujuan menganalisis beban ganda, relasi kuasa, dan ketimpangan akses yang dialami buruh sawit perempuan dalam konteks transformasi perkebunan kelapa sawit. Penelitian menggunakan metode kualitatif eksploratif dengan pendekatan studi fenomenologi dan etnografi sosial. Penelitian dilaksanakan pada sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit swasta di Desa Cintapuri, Kecamatan Cintapuri Darussalam, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, dengan identitas perusahaan disamarkan sebagai bentuk perlindungan etika penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap 20 buruh harian lepas perempuan, tiga mandor, satu staf sumber daya manusia, dua tokoh desa, serta sepuluh suami buruh perempuan sebagai informan pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buruh sawit perempuan bekerja selama delapan hingga sembilan jam per hari, namun tetap memikul tanggung jawab penuh atas pekerjaan domestik sehingga mengalami beban ganda yang berkelanjutan. Pembagian kerja berbasis gender menempatkan perempuan pada jenis pekerjaan dengan peluang pendapatan yang lebih rendah dibandingkan laki-laki, meskipun memiliki kemampuan kerja yang setara. Selain itu, perempuan memiliki akses yang terbatas terhadap pelatihan, promosi jabatan, alat pelindung diri, serta ruang pengambilan keputusan sehingga suara mereka cenderung tidak terakomodasi dalam sistem kerja. Kontribusi ekonomi perempuan terhadap keberlangsungan rumah tangga juga belum diikuti dengan pengakuan atas kerja dan pengalaman mereka, bahkan kelompok janda masih menghadapi kerentanan terhadap diskriminasi dan seksisme di lingkungan kerja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan tidak dapat hanya berorientasi pada aspek produksi dan lingkungan, tetapi juga harus mencakup transformasi relasi gender melalui penguatan keadilan kerja, kesetaraan akses, dan pengakuan terhadap kontribusi buruh perempuan.</p> 2026-09-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Akhyar Rafi'i, Erfina Aisyah, Nurul Azkia https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/177 "Sesama Pohon, Berbeda Peran": Kontestasi Makna Sawit dan Deforestasi melalui Narasi Media Sosial dan Resepsi Publik di Instagram Kiyau Indonesia 2026-09-25T06:36:53+00:00 Erfina Aisyah [email protected] Akhyar Rafi'i [email protected] Nurul Azkia [email protected] <p>Di tengah menguatnya narasi global yang mengaitkan kelapa sawit dengan deforestasi, media sosial berkembang menjadi ruang publik tempat berbagai aktor membangun, mempertahankan, dan memperdebatkan makna mengenai keberlanjutan perkebunan. Sebagai platform pendidikan kontekstual multidisiplin yang berfokus pada isu pertanian, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat, Kiyau Indonesia menghadirkan narasi alternatif yang memandang deforestasi tidak semata-mata sebagai konsekuensi dari komoditas kelapa sawit, melainkan sebagai persoalan tata kelola, kebijakan, dan praktik pembangunan yang belum berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana narasi tersebut dibangun serta bagaimana publik merespons dan memaknainya melalui interaksi di Instagram Kiyau Indonesia. Penelitian menggunakan metode kualitatif eksploratif dengan pendekatan etnografi digital. Data diperoleh dari lima unggahan video Instagram dengan jumlah penayangan tertinggi yang secara khusus membahas isu sawit dan deforestasi selama April–Juni 2026, dilengkapi dengan analisis caption, dokumentasi, dan komentar publik. Analisis narasi media dilakukan menggunakan semiotika Roland Barthes, sedangkan resepsi publik dianalisis melalui teori encoding-decoding Stuart Hall untuk mengidentifikasi bentuk penerimaan, negosiasi, dan penolakan terhadap pesan yang disampaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kiyau Indonesia secara konsisten membangun narasi yang menempatkan isu deforestasi dalam konteks tata kelola perkebunan, hilirisasi yang belum optimal, kebijakan pemanfaatan lahan, dan pengelolaan lingkungan, sehingga menggeser perdebatan dari persoalan komoditas menuju persoalan tata kelola. Analisis resepsi publik memperlihatkan enam pola utama, yaitu penerimaan terhadap narasi alternatif, dukungan terhadap kebijakan pemerintah, penolakan yang tetap memosisikan kelapa sawit sebagai penyebab utama deforestasi, kritik terhadap pemerintah dan aktor industri, interpretasi berbasis keahlian, serta kritik terhadap kebijakan hilirisasi dan pembangunan perkebunan. Temuan ini menunjukkan bahwa Instagram tidak hanya berfungsi sebagai media diseminasi informasi, tetapi juga sebagai arena kontestasi makna lingkungan yang memperlihatkan bagaimana isu sawit, deforestasi, dan keberlanjutan terus diproduksi, dinegosiasikan, dan diperdebatkan oleh publik. Penelitian ini memperkaya kajian komunikasi lingkungan digital dengan menunjukkan bahwa transformasi perkebunan tidak hanya ditentukan oleh inovasi teknologi dan kebijakan, tetapi juga oleh kemampuan membangun komunikasi publik yang kontekstual, dialogis, dan berbasis literasi lingkungan.</p> 2026-09-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Erfina Aisyah, Akhyar Rafi'i, Nurul Azkia https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/178 Pengaplikasian Ekstrak Cair Gulma Ageratum Conyzoides sebagai Bahan Herbisida Nabati Pratumbuh pada Tanaman Tebu (Saccharum Officinarum) 2026-09-25T06:47:15+00:00 Dhio Firnanda Putra [email protected] Retno Muningsih [email protected] <p>Pengendalian gulma pada tanaman tebu umumnya menggunakan herbisida sintetis yang dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan apabila digunakan secara terus-menerus. Salah satu alternatif pengendalian yang lebih ramah lingkungan yaitu penggunaan herbisida nabati berbahan ekstrak Ageratum conyzoides yang memiliki kandungan senyawa alelokimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak cair Ageratum conyzoides sebagai herbisida nabati pratumbuh dalam mengendalikan gulma pada tanaman tebu serta mengetahui perubahan komposisi gulma setelah aplikasi. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan empat perlakuan konsentrasi ekstrak, yaitu kontrol (0%), 1%, 3%, dan 5%. Pengamatan dilakukan selama 30 hari setelah aplikasi dengan interval pengamatan tiga hari sekali. Parameter yang diamati meliputi jenis gulma, nilai Summed Dominance Ratio (SDR), jumlah gulma, bobot basah, dan bobot kering gulma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi ekstrak Ageratum conyzoides menyebabkan perubahan komposisi dan dominansi gulma pada areal pengamatan. Perlakuan ekstrak mampu menekan pertumbuhan beberapa gulma golongan rumput seperti Eleusine indica, Cynodon dactylon, Rottboellia cochinchinensis, dan Dactyloctenium aegyptium yang tidak ditemukan setelah aplikasi pada perlakuan ekstrak. Pemberian ekstrak juga menyebabkan pergeseran dominansi komunitas gulma dari kelompok rumput menuju gulma daun lebar dan teki. Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak cair Ageratum conyzoides berpotensi digunakan sebagai herbisida nabati pratumbuh dalam pengendalian gulma pada tanaman tebu.</p> 2026-09-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Dhio Firnanda Putra, Retno Muningsih https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/179 Perbandingan Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Tebu (Saccharum officinarum L.) Varietas PSDK 923 pada Sistem Tanam Ringpit Bagal Mata 3 dan 4 dengan Pemberian Pupuk Organik dan Anorganik 2026-09-25T06:57:03+00:00 Bagus Safitra [email protected] Retno Muningsih [email protected] <p>Tanaman tebu (Saccharum officinarum L.) merupakan salah satu komoditas perkebunan penting sebagai bahan baku utama industri gula. Pertumbuhan vegetatif yang optimal menjadi faktor penting dalam menentukan produktivitas tanaman tebu. Salah satu faktor yang memengaruhi pertumbuhan awal tanaman adalah penggunaan bahan tanam dengan jumlah mata tunas yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pertumbuhan vegetatif tanaman tebu varietas PSDK 923 menggunakan bagal mata 3 dan bagal mata 4 pada sistem tanam ringpit dengan pemberian pupuk organik dan anorganik. Penelitian dilaksanakan di Kebun Praktik Politeknik LPP Yogyakarta, Wedomartani, Kabupaten Sleman. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan dua perlakuan, yaitu bagal mata 3 (P3) dan bagal mata 4 (P4). Parameter pengamatan meliputi tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, dan jumlah ruas. Data dianalisis menggunakan uji independent sample t-test pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bagal mata 3 menghasilkan pertumbuhan vegetatif yang lebih baik dibandingkan bagal mata 4. Bagal mata 3 menunjukkan tinggi tanaman yang lebih tinggi pada umur 7, 9, dan 11 MST, diameter batang yang lebih besar pada seluruh waktu pengamatan, serta jumlah daun yang lebih banyak hingga umur 13 MST. Perbedaan tersebut diduga disebabkan oleh distribusi cadangan makanan yang lebih efisien dan rendahnya kompetisi antar tunas pada bagal mata 3.</p> 2026-09-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Bagus Safitra, Retno Muningsih https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/180 Efektivitas Kombinasi Janjang Kosong Kelapa Sawit dan Pupuk Hayati Bioneensis dalam Rehabilitasi Lahan Pascatambang Batubara untuk Mendukung Pertumbuhan TBM Kelapa Sawit 2026-09-25T07:07:10+00:00 Romadhon Nur Rohim [email protected] Sutan Tarmizi Lubis [email protected] Agung Lesmana [email protected] Arjuna Manurung [email protected] Muhammad Aqwan A.U [email protected] Said Asyrof Auvvarof [email protected] <p>Rehabilitasi lahan pascatambang batubara masih menjadi tantangan utama dalam budidaya kelapa sawit akibat kualitas tanah yang rendah. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh janjang kosong kelapa sawit (150 kg/tanaman) dan pupuk hayati Bioneensis (1 kg/tanaman) terhadap pertumbuhan morfologi tanaman kelapa sawit belum menghasilkan (TBM) pada lahan pascatambang batubara. Penelitian dilaksanakan pada November 2025 hingga Januari 2026 di areal perkebunan PT. Pola Kahuripan Inti Sawit, Desa Kintapura, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Sebanyak 100 tanaman sampel berumur 12–14 bulan setelah tanam diamati meliputi tinggi tanaman, diameter batang, jumlah pelepah, jumlah bunga jantan, bunga betina, dan bunga dompet. Data dianalisis menggunakan Independent Sample t-Test pada taraf kepercayaan 95%. Hasil menunjukkan tanaman pada lahan mineral memiliki pertumbuhan lebih unggul pada sebagian besar parameter. Namun aplikasi 150 kg/tanaman janjang kosong yang dikombinasikan dengan 1 kg/tanaman pupuk hayati Bioneensis secara nyata mendukung pertumbuhan vegetatif maupun generatif pada lahan pascatambang. Tidak terdapat perbedaan nyata pada parameter jumlah pelepah dan bunga betina antara kedua kondisi lahan, mengindikasikan bahwa perlakuan ameliorasi mampu memperbaiki lingkungan tumbuh kelapa sawit. Kombinasi janjang kosong dan pupuk hayati Bioneensis berpotensi sebagai strategi rehabilitasi berkelanjutan pada lahan pascatambang batubara.</p> 2026-09-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Romadhon Nur Rohim, Sutan Tarmizi Lubis, Agung Lesmana, Arjuna Manurung, Muhammad Aqwan A.U, Said Asyrof Auvvarof https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/181 Kelas Industri Kelapa Sawit: Menyiapkan Generasi Profesional Untuk Mendukung Daya Saing Industri Sawit Indonesia 2026-09-28T01:32:13+00:00 Solihin [email protected] <p>Industri kelapa sawit merupakan salah satu sektor strategis yang membutuhkan sumber daya manusia dengan kompetensi teknis, digital, profesional, dan berorientasi keberlanjutan. Perubahan teknologi perkebunan, mekanisasi, digitalisasi, hilirisasi, serta meningkatnya tuntutan terhadap praktik produksi berkelanjutan menyebabkan kompetensi tenaga kerja mengalami perubahan yang semakin kompleks. Kondisi tersebut menghadirkan tantangan bagi pendidikan vokasi pertanian karena terdapat potensi kesenjangan antara kompetensi yang dikembangkan di sekolah dan kebutuhan aktual industri. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara konseptual pengembangan kelas industri kelapa sawit sebagai strategi untuk memperkuat relevansi pembelajaran dan daya saing lulusan SMK pertanian. Penelitian menggunakan pendekatan kajian konseptual berbasis telaah pustaka terhadap artikel ilmiah, dokumen kebijakan, dan sumber relevan mengenai pendidikan vokasi, kelas industri, teaching factory, serta industri kelapa sawit. Analisis dilakukan melalui identifikasi kebutuhan kompetensi industri, pemetaan komponen pembelajaran berbasis industri, sintesis faktor pendukung dan penghambat, serta perumusan model konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa kelas industri yang efektif perlu dibangun melalui empat komponen utama, yaitu sinkronisasi kompetensi dan kurikulum, pembelajaran autentik berbasis industri, penguatan kapasitas guru dan fasilitas praktik, serta mekanisme sertifikasi, magang, dan transisi lulusan menuju dunia kerja. Model tersebut perlu diperkuat dengan literasi digital, keselamatan dan kesehatan kerja, serta kompetensi keberlanjutan. Kesimpulannya, kelas industri kelapa sawit berpotensi menjadi instrumen strategis untuk memperkecil kesenjangan kompetensi dan membangun ekosistem pendidikan vokasi yang lebih responsif terhadap transformasi industri.</p> 2026-09-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Solihin https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/182 Analisis Efisiensi Teknis Perkebunan Kawasan Sentra Kelapa Sawit di Indonesia Menggunakan Data Envelopment Analysis: Pendekatan Slack, Projection, dan Benchmark 2026-09-28T01:42:00+00:00 Pretty Luci Lumbanraja [email protected] <p>Kelapa sawit merupakan komoditas perkebunan strategis yang berkontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia melalui peningkatan devisa negara, penyerapan tenaga kerja, dan penyediaan bahan baku industri. NamuN, produktivitas perkebunan kelapa sawit antarprovinsi menunjukkan perbedaan yang mengindikasikan adanya ketidakefisienan dalam pemanfaatan faktor-faktor produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efisiensi teknis perkebunan kelapa sawit pada sepuluh provinsi sentra produksi di Indonesia serta mengidentifikasi sumber ketidakefisienan dan target perbaikan yang diperlukan untuk mencapai kondisi efisien. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Data Envelopment Analysis (DEA) model Banker, Charnes, dan Cooper (BCC) berorientasi input (input-oriented). Hasil penelitian menunjukkan tingkat efisiensi teknis perkebunan kelapa sawit masih bervariasi antarprovinsi. Tahun 2022 hanya Bengkulu yang mencapai kondisi efisien, sedangkan tahun 2023 terdapat lima provinsi yang efisien, yaitu Riau, Sumatera Utara, Bengkulu, Sumatera Barat, dan Kalimantan Timur. Tahun 2024 hanya Riau dan Kalimantan Tengah yang berhasil mencapai frontier efisiensi. Analisis slack menunjukkan bahwa ketidakefisienan terutama disebabkan oleh penggunaan pupuk yang belum optimal, sementara luas areal secara umum tidak menjadi sumber ketidakefisienan. Hasil projection mengindikasikan bahwa provinsi yang belum efisien perlu melakukan penyesuaian penggunaan pupuk dan peningkatan produktivitas sesuai target yang direkomendasikan model DEA. Selain itu, analisis dual price menunjukkan bahwa produktivitas memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pembentukan efisiensi dibandingkan perluasan luas areal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan efisiensi teknis perkebunan kelapa sawit lebih efektif dilakukan melalui optimalisasi penggunaan pupuk, peningkatan produktivitas, dan intensifikasi budidaya daripada melalui ekspansi areal perkebunan. Temuan ini diharapkan menjadi dasar dalam perumusan kebijakan peningkatan efisiensi dan produktivitas perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan di Indonesia.</p> 2026-09-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Pretty Luci Lumbanraja https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/183 Penggunaan Zeolit Alam Sebagai Alternatif Penangkap Logam Berat pada Air Umpan Boiler: Studi Kasus Pabrik Kelapa Sawit di Riau 2026-09-28T01:51:37+00:00 Khairul [email protected] Ikhlas Hakiki [email protected] <p>Air umpan boiler yang tidak memenuhi standart kualitas dapat menyebabkan ganguan serius pada sistem boiler, seperti korosi, pembentukan kerak (scaling), dan penurunan efisiensi perpindahan panas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas zeolite alam sebagai alternatif media filterasi untuk menurunkan kesadahan total (T. Hardness) dan kandungan logam berat pada air umpa boiler di Pabrik Kelapa Sawit (PMKS) di Riau. Metodologi yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan PDCA (Plan, Do, Check, Action) selama 3 bulan, meliputi Identifikasi akar masalah, perancangan dan fabrikasi pipa filtrasi berdiameter 6 Inch dengan panjang total 2.200 mm, aktivasi zeolite dilakukan dengan melalui pemanasan fisik pada suhu ±4000C selama 3 jam. Uji skala laboratorium pda vasiari massa zeolit (100, 150 dan 200 gram), serta pemasangan dan pemantauan selama tiga bulan pada jalur feed tank boiler. Hasil pengujian menunjukan bahwa peningkatan massa zeolite berbanding lurus dengan kenaikan pH. Filtrasi zeolit mampu menurunkan T. Hardness hingga taraf trace (&lt;2 ppm) dan menurunkan kadar silica sebesar 50% dibandingkan dengan sistem softener konvensional. Pada evaluasi dan observasi dilapangan didapatkan tujuh dari sepuluh parameter air umpan boiler menunjukan hasil lebih baik dibandingkan softener, dan seluruh parameter yang diuju berada dalam batas Standar Operating Procedure (SIP maupun mendekati ambang ASME Section VII. Pengembalian modal awal (Payback Period) dalam waktu ±5 bulan melalui penghematan konsumsi NaCl. Disimpulkan bahwa Zeolite alam terbukti menjadi media filterasi yang efektif, ekonomis dan ramah lingkungan, serta berpotensi menggantikan sebagian fungsi softener konvensional dan bahan kimia seperti P-406 dan NaCl pada sistem pengolahan air umpan boiler di industri kelapa sawit.</p> 2026-09-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Khairul, Ikhlas Hakiki https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/184 Gayo Eco-Coffee: Inovasi Limbah Kopi Menjadi Briket Energi Alternatif Melalui Pendekatan Ekonomi Sirkular di Aceh Tengah 2026-09-28T02:04:12+00:00 Ainun Nazwa [email protected] Mutia Hidayati [email protected] Fadhilah Aini [email protected] Nurul Husna [email protected] <p>Produksi kopi di Aceh Tengah menghasilkan limbah organik dalam jumlah besar, dimana sekitar 35% dari total panen berupa kulit kopi yaitu sekitar rata-rata 2–3 kg ampas kopi per hari dari unit roasting yang jarang dimanfaatkan. Penumpukan limbah ini yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis limbah kopi sebagai bahan baku briket biomassa melalui pendekatan ekonomi sirkular. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif yang dilaksanakan selama maret–april 2026 di Kabupaten Aceh Tengah. Data dikumpulkan melalui observasi langsung pada rantai produksi kopi, wawancara mendalam dengan petani, pengolah kopi, UMKM, dan masyarakat, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman, melalui reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Limbah utama yang dihasilkan berupa kulit kopi (±35%), kulit tanduk (12–18%), serta ampas kopi (±2–3 kg/hari). Sebagian besar limbah hanya ditumpuk (65%) tanpa pemanfaatan. Limbah kopi terbukti memiliki karakteristik biomassa yang mendukung pembuatan briket, seperti kandungan lignoselulosa tinggi, mudah dikeringkan, dan menghasilkan panas stabil. Prototipe briket menunjukkan nilai kalor kompetitif serta densitas yang memenuhi standar dasar briket biomassa. Masyarakat menunjukkan minat tinggi terhadap pemanfaatan limbah sebagai energi alternatif jika tersedia teknologi sederhana. Limbah kopi di Aceh Tengah memiliki potensi signifikan sebagai bahan baku briket biomassa berbasis ekonomi sirkular. Pemanfaatannya dapat mengurangi pencemaran lingkungan, menyediakan sumber energi alternatif, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.</p> 2026-09-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Ainun Nazwa, Mutia Hidayati, Fadhilah Aini, Nurul Husna https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/185 Efektivitas Abu Boiler sebagai Amelioran Tanah Ultisol untuk Pertumbuhan Awal Bibit Kelapa Sawit 2026-09-28T02:15:57+00:00 Nur Rahayu [email protected] Nor Aisyah [email protected] Muhammad Helmy Abdillah [email protected] <p>Ultisol memiliki kendala berupa reaksi tanah masam yang dapat membatasi ketersediaan hara dan pertumbuhan awal bibit kelapa sawit. Abu boiler sebagai limbah industri kelapa sawit berpotensi dimanfaatkan sebagai amelioran untuk memperbaiki kondisi tersebut. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas berbagai dosis abu boiler sebagai amelioran tanah Ultisol terhadap pertumbuhan awal bibit kelapa sawit dengan CaCO3 20 g sebagai kontrol positif. Penelitian dilaksanakan pada Maret–Juni 2026 di Kebun Percobaan D3 Budidaya Tanaman Perkebunan, Politeknik Hasnur, menggunakan lima perlakuan: tanpa amelioran (P1), CaCO3 20 g (P2), abu boiler 20 g (P3), 30 g (P4), dan 40 g (P5), masing-masing dengan enam ulangan. Bibit kelapa sawit PPKS 540 ditanam pada polibag 15 × 20 cm dan diamati hingga 12 minggu setelah tanam (MST). Peubah yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, dan pH tanah. Data dianalisis melalui uji Shapiro–Wilk, Levene, One-Way ANOVA, dan Kruskal–Wallis sesuai pemenuhan asumsi analisis. Hasil menunjukkan bahwa abu boiler tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter batang, tetapi berpengaruh nyata terhadap pH tanah. pH tanah pada seluruh dosis abu boiler tidak berbeda nyata dengan CaCO3 20 g. Penelitian ini menegaskan bahwa abu boiler berpotensi sebagai amelioran alternatif untuk memperbaiki pH Ultisol, tetapi belum efektif meningkatkan pertumbuhan vegetatif bibit kelapa sawit pada 12 MST.</p> 2026-09-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Nur Rahayu, Nor Aisyah, Muhammad Helmy Abdillah https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/186 Penerapan Akuntansi Manajemen Dalam Pengambilan Keputusan Pabrik Kelapa Sawit Lebih Baik Dikerjasamakan atau Diberhentikan 2026-09-28T02:27:03+00:00 Dwi Aryani Suryaningrum [email protected] Zulkifli [email protected] Kunthi Widyasih [email protected] Dian Patrisia [email protected] <p>Pengambilan keputusan merupakan elemen kunci dalam setiap kegiatan organisasi. Teknik dan metode yang dapat digunakan untuk mengevaluasi kinerja perusahaan dengan menggunakan analisis Cost Volume Profit (CVP) dengan menentukan titik impas (Break Event Point), analisis shutdown point (SDP) dan Benefit Cost Ratio (BCR). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan akuntansi manajemen dalam mendukung pengambilan keputusan operasional pada Pabrik Kelapa Sawit (PKS), khususnya dalam menentukan apakah PKS lebih baik dikerjasamakan atau diberhentikan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan instrumen analisis Break Even Point (BEP), Shutdown Point (SDP), dan Benefit Cost Ratio (BCR). Data diperoleh dari laporan keuangan dan produksi PKS di Jambi. Hasil analisis tahun 2023 menunjukkan bahwa PKS masih layak dan menguntungkan, dengan BCR sebesar 1,28 dan volume produksi melebihi BEP serta SDP. Namun, proyeksi tahun 2025 dengan skema Kerja Sama Operasi (KSO) menunjukkan BCR sebesar 0,96, yang berarti tidak layak secara ekonomi meskipun masih layak operasional. Temuan ini menunjukkan bahwa akuntansi manajemen berperan penting dalam menyediakan informasi yang relevan dan akurat untuk mendukung keputusan strategis perusahaan, khususnya terkait kelayakan usaha jangka panjang.</p> 2026-09-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Dwi Aryani Suryaningrum, Zulkifli, Kunthi Widyasih, Dian Patrisia https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/187 Pemanfatan Beberapa Jenis Fruit Trap Untuk Menarik Ngengat Ulat Api Pada Tanaman Kelapa Sawit Mengasilkan (TM) 2026-09-28T02:38:52+00:00 Tommy Darwin Manik [email protected] Retno Muningsih [email protected] <p>Ulat api (Setothosea asigna) merupakan salah satu hama penting pada tanaman kelapa sawit yang dapat menurunkan produktivitas. Pengendalian ulat api umumnya menggunakan insektisida kimia, tetapi penggunaan secara terus-menerus dapat menimbulkan resistensi hama, pencemaran lingkungan, dan gangguan terhadap musuh alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas fruit trap dengan beberapa jenis buah sebagai atraktan ngengat ulat api. Penelitian dilaksanakan di PT Perkebunan Nusantara IV Regional III Kebun Tanah Putih, Riau, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) nonfaktorial dengan lima perlakuan, yaitu kontrol, pisang, belimbing, nanas, dan nangka, masing-masing dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati adalah jumlah ngengat yang tertangkap dan ketahanan bahan atraktan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis buah berpengaruh nyata terhadap jumlah ngengat yang tertangkap. Buah nangka menghasilkan tangkapan tertinggi sebesar 11 ekor, diikuti pisang 9 ekor, nanas 8 ekor, belimbing 7 ekor, dan kontrol 3 ekor. Ketahanan buah nangka juga paling lama, yaitu 7 hari. Berdasarkan hasil tersebut, buah nangka merupakan atraktan paling efektif untuk fruit trap dalam menarik ngengat ulat api dan berpotensi digunakan sebagai alternatif pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan.</p> 2026-09-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Tommy Darwin Manik, Retno Muningsih https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/188 Pengaruh Suhu dan Waktu Reaksi Hidrotermal-Alkali terhadap Rendemen dan Karakteristik Humic-Like Substances dari Ampas Tebu setelah Praperlakuan HCl 2026-09-28T02:53:17+00:00 Ajeng Syahputri [email protected] Ratna Sri Harjanti [email protected] <p>Ampas tebu merupakan limbah padat industri gula yang mengandung lignoselulosa sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku pembentukan asam humat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi ampas tebu, menganalisis pengaruh variasi suhu dan waktu reaksi hidrotermal menggunakan larutan KOH terhadap pembentukan asam humat, serta menentukan kondisi yang menghasilkan rendemen tertinggi. Ampas tebu dikeringkan dan dihaluskan, kemudian dilakukan pretreatment menggunakan HCl 0,1 N pada suhu 200°C selama 4 jam. Residu selanjutnya diproses secara hidrotermal menggunakan KOH 0,25 M dengan variasi suhu 120°C, 140°C, 160°C, 180°C, dan 200°C serta waktu reaksi 80, 120, 160, 200, dan 240 menit. Produk diendapkan menggunakan HCl hingga pH 2, dikeringkan, dan dianalisis berdasarkan rendemen serta karakteristik gugus fungsi menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ampas tebu memiliki kadar air 9,00% dan kadar abu rata-rata 5,67%. Rendemen tertinggi sebesar 14,21% diperoleh pada suhu 180°C selama 80 menit. Analisis FTIR menunjukkan adanya gugus hidroksil (O–H), karbonil (C=O), aromatik (C=C), dan C–O yang menyerupai karakteristik gugus fungsi asam humat. Uji awal pada tanaman sawi menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik pada perlakuan HLS dibandingkan tanpa perlakuan sebagai indikasi awal potensi pemanfaatan produk. Berdasarkan hasil penelitian, ampas tebu berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku pembentukan HLS melalui proses hidrotermal menggunakan KOH, dengan kondisi tertinggi pada suhu 180°C selama 80 menit.</p> 2026-09-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Ajeng Syahputri, Ratna Sri Harjanti https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/189 Pengaruh Konsentrasi KOH dan Ukuran Partikel terhadap Rendemen Humic-Like Substances dari Hydrochar Ampas Tebu melalui Proses Hidrotermal-Alkali 2026-09-28T04:36:41+00:00 Nurul Azizah [email protected] Ratna Sri Harjanti [email protected] <p>Ampas tebu sebagai limbah padat industri gula memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber humic-like substances melalui proses ekstraksi alkali. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsentrasi KOH dan ukuran partikel terhadap rendemen serta karakteristik humic-like substances yang diekstrak dari ampas tebu. Penelitian ini menggunakan variasi konsentrasi KOH 0,25; 0,50; 0,75; 1,00; dan 1,25 M, serta variasi ukuran partikel 12, 16, 20, 40, dan 60 mesh. Produk hasil ekstraksi dianalisis melalui uji kelarutan dalam suasana asam dan basa serta karakterisasi menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). Selanjutnya, humic-like substances diaplikasikan pada tanaman kangkung air (Ipomoea aquatica) sebagai uji pendahuluan pembenah tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen humic-like substances mengalami peningkatan seiring dengan pengecilan ukuran partikel hingga 60 mesh menghasilkan rendemen 29,89% dan peningkatan konsentrasi KOH hingga 1,00 M menghasilkan rendemen 29,82%, kemudian menurun pada konsentrasi 1,25 M dengan rendemen 26,19%. Uji kelarutan menunjukkan produk larut dalam suasana basa dan mengendap pada kondisi asam (pH 1–2). Analisis FTIR mengindikasikan keberadaan gugus fungsi utama, seperti hidroksil (O-H), karboksilat/karbonil (C=O), kerangka aromatik (C=C), dan C-O, yang mendukung karakteristik humic-like substance. Uji pendahuluan menunjukkan bahwa perlakuan 1,4 gram menghasilkan tinggi tanaman tertinggi sebesar 11 cm serta memberikan indikasi awal peningkatan pH tanah dari 5,2 menjadi 7,1 pada sampel yang diamati. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa ampas tebu layak diolah sebagai bahan baku humic-like substances yang berpotensi dimanfaatkan sebagai pembenah tanah.</p> 2026-09-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Nurul Azizah, Ratna Sri Harjanti https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/190 Ekstraksi Humic Like Substances dari Hydrochar Ampas Tebu melalui Proses Hidrotermal Alkali dengan Variasi Waktu dan Suhu 2026-09-28T04:47:08+00:00 Ika Nella Agustin [email protected] Ratna Sri Harjanti [email protected] <p>Ampas tebu merupakan residu lignoselulosa industri gula yang berpotensi dikonversi menjadi humic like substance (HLS) sebagai produk bernilai tambah. Penilitian ini bertujuan mengevaluasi rendemen dan karakteristik HLS yang diekstraksi dari hydrochar ampas tebu melalui proses hidrotermal alkali dengan variasi waktu dan suhu. Ampas tebu berukuran 60 mesh diproses dengan air pada suhu 200 oC selama 4 jam untuk menghasilkan hydrochar. Sebanyak 4,4-4,5gram hydrochar kemudian diekstraksi menggunakan 0,25 M KOH pada rasio padatan:larutan 1:15. Percobaan dilakukan secara bertahap: variasi waktu 80-240 menit pada 200 oC, kemudian variasi suhu 120-200 oC pada waktu terbaik. Filtrat dipresipitasi dengan HCl 0,1 N hingga pH 1-2, didiamkan selama 24 jam, dicuci, dan dikeringkan. Rendemen tertinggi pada rentang perlakuan yang diuji diperoleh pada suhu 200 oC selama 80 menit, yaitu 16,82% terhadap massa awal ampas tebu. FTIR menunjukkan pita yang berkaitan dengan gugus O-H, C=O, C=C aromatic, dan C-O sehingga mendukung kemiripan karakteristik produk dengan material humat, tanpa membuktikan kemurnain HLS. Produk memiliki kadar air 1,68% dan kadar abu 5,67%, serta menunjukkan sifat larut dalam basa dan mengendap pada kondisi asam. Uji aplikasi pendahuluan selama enam hari menunjukkan perlakuan HLS 4% menghasilkan tinggi tanaman 10 cm, 10 tanaman tumbuh dan pH media 6,8 dibandingkan control 7,5 cm, 6 tanaman, dan pH 5,3. Hasil aplikasi tersebut bersifat eksplorasi karena belum menggunakan replica yang memadai dan analisis statistik. Secara keseluruhan, rute hydrochar-hidrotermal alkali berpotensi menghasilkan HLS dari ampas tebu dan layak dikaji lebih lanjut sebagai pembenah tanah.</p> 2026-09-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Ika Nella Agustin, Ratna Sri Harjanti https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/191 Pengaruh Asap Cair Limbah Tempurung Kelapa terhadap Bibit Tanaman Kelapa Sawit Fase Pre nursery yang Terserang Curvularia sp 2026-09-28T04:58:09+00:00 Fransiska Natalia Purba [email protected] Masriyan Syah [email protected] Faizal Shofwan Kusnendi [email protected] <p>Penyakit bercak daun disebabkan oleh jamur Curvularia sp. merupakan masalah utama pada fase pembibitan kelapa sawit karena dapat menurunkan kualitas dan pertumbuhan bibit. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas asap cair tempurung kelapa sebagai fungisida dalam menekan serangan Curvularia sp. serta melihat pengaruhnya terhadap pertumbuhan morfologi bibit kelapa sawit. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan lima perlakuan konsentrasi asap cair, dengan total 75 tanaman percobaan. Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun dan keparahan penyakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan asap cair dengan konsentrasi 0,32% (P3) paling efektif menurunkan tingkat keparahan penyakit dibandingkan perlakuan lain dan kontrol. Meskipun demikian, tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik terhadap parameter pertumbuhan morfologi tanaman seperti tinggi tanaman, diameter batang, dan jumlah daun. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa asap cair tempurung kelapa berpotensi digunakan sebagai fungisida untuk mengendalikan penyakit Curvularia sp. pada fase pre nursery, namun belum menunjukkan pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan morfologi bibit sehingga diperlukan penelitian lanjutan untuk optimalisasi dosis dan efektivitasnya.</p> 2026-09-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Fransiska Natalia Purba, Masriyan Syah, Faizal Shofwan Kusnendi https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/192 Efektivitas Ekstrak Puntung Rokok dalam Menekan Pertumbuhan Ganoderma sp. secara In Vitro 2026-09-28T05:09:52+00:00 Yusmar M [email protected] Ahmad Dani Febrian [email protected] Riska Dian Oktari [email protected] Bakhenri Solfan [email protected] <p>Ganoderma sp. adalah salah satu patogen penyebab penyakit busuk pangkal batang yang umumnya dijumpai pada kelapa sawit, sehingga perlu dikendalikan. Salah satu alternatif pengendaliannya dengan menggunakan ekstrak puntung rokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak puntung rokok mengendalikan Ganoderma sp secara In vitro. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai September 2023 di Laboratorium Patologi, Entomologi, Mikrobiologi dan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Penelitian ini menggunkan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan (0%, 10%, 20%, 30%, 40% dan 50%) dengan masing-masing perlakuan diulang 4 kali, sehingga terdapat 24 satuan percobaan. Parameter pengamatan meliputi analisis kandungan ekstrak puntung rokok, makroskopis, mikroskopis, laju pertumbuhan (cm/hari) dan daya hambat (%) Ganoderma sp. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak puntung rokok memiliki kandungan senyawa yang dapat menekan pertumbuhan Ganoderma sp. yaitu nikotin, euganol, dan total fenol 0,13 mg GAE/g. Perlakuan ekstrak puntung rokok dengan konsentrasi 20 % sangat efektif dalam menekan pertumbuhan Ganoderma sp. dengan daya hambat 100% dan laju pertumbuhan 0 cm/hari.</p> 2026-09-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Yusmar M, Ahmad Dani Febrian, Riska Dian Oktari, Bakhenri Solfan https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/193 Produksi Humic-Like Substances dari Ampas Tebu melalui Proses Hidrotermal Sekuensial Asam-Alkali 2026-09-28T05:22:26+00:00 Berliana Putri [email protected] Ratna Sri Harjanti [email protected] <p>Ampas tebu merupakan limbah lignoselulosa yang melimpah dan berpotensi dikonversi menjadi produk bernilai tambah berupa senyawa humat. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh variasi konsentrasi KOH terhadap rendemen dan karakteristik produk humic-like substances dari ampas tebu setelah pretreatment HCl. Ampas tebu dikeringkan, dihaluskan hingga lolos ayakan 60 mesh, kemudian dipretreatment menggunakan HCl 0,1 N dengan rasio padatan terhadap larutan 1:10 (b/v) pada suhu 200 °C selama 4 jam. Residu hasil pretreatment diekstraksi secara hidrotermal menggunakan KOH dengan konsentrasi 0,25; 0,50; 0,75; 1,00; dan 1,25 M pada suhu 200 °C selama 4 jam. Filtrat diasamkan menggunakan HCl hingga pH 1–2, kemudian endapan dicuci dan dikeringkan. Produk dianalisis berdasarkan rendemen, kadar air, FTIR, dan uji aplikasi awal pada tanaman kangkung. Rendemen meningkat dari 1,82% pada 0,25 M menjadi 39,33% pada 1,25 M, dengan massa produk tertinggi 2,7531 g dari 7 g bahan baku. Kadar air produk sebesar 2,88%, lebih rendah dibandingkan ampas tebu awal sebesar 8,50%. Spektrum FTIR menunjukkan keberadaan gugus O–H, C=O, C=C aromatik, C–H alifatik, dan C–O yang mengindikasikan karakteristik kimia menyerupai senyawa humat. Uji aplikasi awal secara visual menunjukkan tanaman dengan perlakuan asam humat memiliki pertumbuhan lebih cepat, jumlah daun lebih banyak, dan warna daun lebih hijau dibandingkan kontrol. Pada kondisi penelitian yang diuji, konsentrasi KOH 1,25 M memberikan rendemen tertinggi dan produk dengan karakteristik FTIR yang paling lengkap, tetapi efektivitas sebagai pembenah tanah masih memerlukan pengujian kuantitatif dan karakterisasi lanjutan.</p> 2026-09-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Berliana Putri, Ratna Sri Harjanti https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/194 Interaksi Iklim-Tanah dalam Mengendalikan Produktivitas Kelapa Sawit pada Kondisi Variabilitas Curah Hujan di Ekosistem Lahan Mineral dan Gambut 2026-09-28T05:33:35+00:00 Nurhayati [email protected] Kaffi Hanzallah [email protected] Ratna Mauli Lubis [email protected] Diapari Siregar [email protected] Sri Hafnida Ritonga [email protected] Muhammad Rizwan [email protected] <p>Produktivitas kelapa sawit dipengaruhi oleh interaksi antara variabilitas iklim, karakteristik tanah, ketersediaan air, dan pengelolaan tanaman. Perbedaan karakteristik lahan mineral dan gambut dapat menghasilkan respons produktivitas yang berbeda terhadap perubahan curah hujan. Penelitian ini bertujuan menganalisis stabilitas produktivitas, variabilitas curah hujan, serta keterkaitan iklim dan karakteristik tanah dengan produktivitas kelapa sawit pada kedua ekosistem. Penelitian menggunakan reanalisis data sekunder periode 2019–2023 dari lahan mineral di Kebun Air Tenang/PTPN II Sawit Seberang, Kabupaten Langkat, dan lahan gambut di PT Umbul Mas Wisesa, Kabupaten Labuhan Batu Selatan. Variabel yang dianalisis meliputi curah hujan, jumlah hari hujan, produktivitas, serta sifat kimia tanah. Reanalisis dilakukan menggunakan koefisien variasi (CV) produktivitas dan curah hujan, indeks intensitas hujan sebagai rasio curah hujan terhadap jumlah hari hujan, serta analisis korelasi eksploratif. Hasil menunjukkan bahwa lahan mineral memiliki CV produktivitas sekitar 0,85%, sedangkan lahan gambut 10,75%. Sebaliknya, CV curah hujan lahan mineral mencapai sekitar 17,70%, lebih tinggi daripada lahan gambut sebesar 11,87%. Lahan gambut menunjukkan kecenderungan hubungan negatif antara curah hujan dan produktivitas, sedangkan hubungan hari hujan relatif lemah. Analisis sifat tanah menunjukkan pola keterkaitan yang kompleks dan pentingnya keseimbangan hara. Temuan ini mengindikasikan karakter buffering response pada lahan mineral dan sensitivity response pada lahan gambut. Kesimpulannya, ketahanan produksi kelapa sawit perlu dievaluasi berdasarkan produktivitas dan stabilitas produksi serta mempertimbangkan interaksi iklim–tanah–rezim air.</p> 2026-09-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Nurhayati, Kaffi Hanzallah, Ratna Mauli Lubis, Diapari Siregar, Sri Hafnida Ritonga, Muhammad Rizwan https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/195 Formulasi Sabun Eksfoliasi Non-SLS (Sodium Lauryl Sulfat) Berbahan Limbah Kulit Biji Kopi (Coffea arabica) dan Kakao (Theobroma cacao) dengan Perbandingan Base Sabun dan Asam Stearat 2026-09-28T05:51:12+00:00 Izyan Natasya Prasetyo [email protected] <p>Limbah kulit biji kopi (Coffea arabica) dan kakao (Theobroma cacao) merupakan hasil samping industri perkebunan yang jumlahnya melimpah namun pemanfaatannya masih terbatas. Padahal, limbah tersebut mengandung senyawa bioaktif seperti polifenol, antioksidan, dan serat alami yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan eksfoliasi kulit. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah kulit biji kopi dan kakao sebagai bahan aktif eksfoliasi dalam formulasi sabun padat tanpa Sodium Lauryl Sulfate (SLS) yang lebih ramah bagi kulit dan lingkungan. Metode penelitian meliputi proses pengolahan limbah menjadi serbuk halus, formulasi sabun tanpa SLS dengan penambahan variasi konsentrasi serbuk kulit biji kopi dan kakao, serta pengujian karakteristik produk meliputi uji organoleptik, pH, daya busa, dan stabilitas sabun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan limbah kulit biji kopi dan kakao mampu memberikan efek eksfoliasi yang baik, menghasilkan sabun dengan pH sesuai standar sabun mandi, serta dapat diterima secara organoleptik oleh panelis. Formulasi sabun tanpa SLS ini berpotensi menjadi alternatif produk perawatan kulit yang aman, ramah lingkungan, dan bernilai tambah melalui pemanfaatan limbah perkebunan.</p> 2026-09-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Izyan Natasya Prasetyo https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/196 Penerapan Sistem Informasi Geografis (GIS) Sebagai Manajemen Pemupukan Berbasis Jumlah Pokok Kelapa Sawit 2026-09-28T06:00:28+00:00 Bagas Kriswono [email protected] Budiman [email protected] Sandi Yuda Paradipa [email protected] Nabila Tri Arianti [email protected] Karen Daniella Evangeline [email protected] <p>Manajemen pemupukan yang tidak sesuai dengan kebutuhan berdasarkan jumlah pokok tanaman dapat menurunkan produktivitas dan efisiensi pengelolaan perkebunan kelapa sawit. Geographic Information System (GIS) menawarkan pendekatan berbasis data spasial yang mampu mendukung manajemen pemupukan secara lebih tepat efisien dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan GIS dalam hal manajemen pemupukan berbasis jumlah pokok kelapa sawit serta mengevaluasi efektivitasnya dalam meningkatkan efisiensi pemupukan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan spasial berbasis GIS di Kebun Penelitian Universitas Sriwijaya. Data dikumpulkan melalui pembuatan peta dasar, pengambilan koordinat lapangan menggunakan Avenza Maps, serta pengolahan citra satelit dan data spasial menggunakan perangkat lunak GIS. Analisis dilakukan terhadap jumlah pokok tanaman, batas kebun, jaringan jalan, dan estimasi kebutuhan pupuk berdasarkan kondisi spasial perkebunan sebagai dasar pengelolaan kebun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GIS berhasil menghasilkan peta spasial perkebunan yang memuat informasi sebaran tanaman, batas kebun, jaringan jalan, dan koordinat area perkebunan, dengan menunjukkan estimasi kebutuhan nitrogen sebesar 6.620 kg, fosfor 4.965 kg, dan kalium 8.275 kg, dengan kebutuhan tertinggi pada unsur kalium.</p> 2026-09-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Bagas Kriswono, Budiman, Sandi Yuda Paradipa, Nabila Tri Arianti, Karen Daniella Evangeline https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/197 Strategi Closed-Loop Integratif: Mengurai Hambatan Sosio-Ekonomi Hilirisasi Kopi Rakyat 2026-09-28T06:15:07+00:00 Dwi Scativana Isnaeni [email protected] <p>Kopi merupakan komoditas perkebunan yang melibatkan petani dalam jumlah besar, tetapi keterlibatan pada tahap produksi belum selalu diikuti penguasaan terhadap aktivitas yang menghasilkan nilai tambah. Persoalan tersebut berkaitan dengan keterbatasan likuiditas, ketidakpastian imbalan atas peningkatan mutu, dan ketergantungan pada jaringan perdagangan informal. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan ketiga persoalan tersebut dalam hilirisasi kopi rakyat dan merumuskan kerangka kelembagaan yang mengintegrasikan pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, pembiayaan, dan pemasaran. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif berbasis data sekunder. Sumber data terdiri atas statistik pemerintah, laporan kelembagaan, dan artikel ilmiah mengenai rantai nilai kopi, pengolahan pascapanen, mutu, pembiayaan pertanian, koperasi, Sistem Resi Gudang, serta relasi perdagangan petani. Analisis dilakukan melalui pemetaan persoalan, sintesis mekanisme, dan perumusan model konseptual. Hasil analisis menunjukkan bahwa tekanan likuiditas mendorong petani menjual kopi segera setelah panen sehingga kesempatan melakukan pengolahan dan penyimpanan menjadi terbatas. Pada saat yang sama, peningkatan mutu tidak selalu menghasilkan harga yang lebih tinggi apabila kualitas tidak dapat diverifikasi dan diterjemahkan menjadi premium. Kondisi tersebut mempertahankan fungsi pedagang pengumpul yang menyediakan pembayaran cepat, pengumpulan, transportasi, informasi, dan akses pasar. Berdasarkan temuan tersebut dirumuskan Closed-Loop Integrative System berbasis koperasi yang menghubungkan pengumpulan, grading, pengolahan minimum, penyimpanan, dana talangan, pemasaran, dan pembayaran kepada petani. Model ini merupakan kerangka konseptual yang masih memerlukan validasi empiris.</p> 2026-09-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Dwi Scativana Isnaeni https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/198 Pengaruh Media Dasar Terhadap Pertumbuhan Embrio dan Auksin Endogen Kelapa Kopyor In Vitro 2026-09-28T06:24:55+00:00 Muhammad Maftuchin Sholeh [email protected] Fahmi Firdaus [email protected] Halida Adistya Putri [email protected] Dini Gustiningsih [email protected] Sylvia Madusari [email protected] <p>Kelapa kopyor merupakan salah satu varietas kelapa mutasi alami berekonomi tinggi. Namun, varietas kelapa ini tidak dapat diproduksi secara alami, sehingga hanya dapat mengandalkan kultur in vitro. Keberhasilannya bergantung pada media dasar yang digunakan. Penelitian ini bertujuanmengetahui jenis media dasar yang sesuai untuk kultur embrio kopyor serta mengetahui pengaruhnya terhadap kadar auksin endogen kelapa kopyor sebagai indikator kestabilan pertumbuhan tunas aksilar. Pada penelitian ini, digunakan media dasar Eeuwens (M1), de Fossard (M2), dan modifikasi (M3). Media M3 merupakan media kombinasi antara media Eeuwens (makro dan mikro) dengan de Fossard (Vitamin dan asam amino). Parameter yang diamati meliputi tingkat kontaminasi, jumlah embrio berkecambah, tinggi tunas pada 16 minggi setelah tanam (MST), dan kadar auksin endogen. Hasil menunjukkan tingkat kontaminasi 0% dengan rata-rata jumblah embrio berkecambah tertinggi pada media M3 dan M2 sebesar 6,00 embrio. Medi M1 menghasilkan rata-rata embrio berkecambah sebesar 0,24 cm. Tinggi tunas juga menunjukkan hasil tertinggi pada media M3 setinggi 0,69 cm dan terendah pada media M2 setinggi 0,24 cm. Hal ini menunjukkan kombinasi formulasi unsur makro, mikro dan vitamin dari media M3 mendukung pembelahan sel. Selain itu, media M3 menunjukkan kadar auksin endogen tertinggi yakni sebesar 39,74% dan terendah pada media M1 sebesar 7,51%. Hal ini memperkuat bahwa M3 lebih efektif untuk menginduksi auksin sehingga dapat mendukung pertumbuhan tunas kelapa kopyor. Media Modifikasi (M3) dapat digunakan sebagai media alternatif yang efektif untuk kultur embrio kelapa kopyor in vitro.</p> 2026-09-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Muhammad Maftuchin Sholeh, Fahmi Firdaus, Halida Adistya Putri, Dini Gustiningsih, Sylvia Madusari https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/199 Pertumbuhan dan Produktivitas Tanaman Pangan pada Kelapa Sawit TBM 1–3 untuk Pemanfaatan Lahan Berkelanjutan 2026-09-28T06:38:23+00:00 Muhammad Rizwan [email protected] Indra Gunawan [email protected] Nurhayati [email protected] <p>Fase tanaman belum menghasilkan (TBM) pada perkebunan kelapa sawit merupakan periode yang cukup panjang sebelum memasuki fase menghasilkan. Selama periode ini, ruang antarbarisan masih relatif terbuka dan berpeluang dimanfaatkan untuk tanaman pangan, sehingga dapat mendukung optimalisasi lahan dan diversifikasi produksi. Artikel ini bertujuan mengkaji potensi pemanfaatan areal TBM 1–3 untuk tanaman pangan berdasarkan perkembangan lingkungan tumbuh, respons pertumbuhan dan hasil, serta implikasinya terhadap keberlanjutan sistem perkebunan. Kajian dilakukan melalui studi literatur dengan menggunakan publikasi periode 2021–2025 sebagai sumber utama. Penelitian terdahulu digunakan sebagai data pembanding dan dasar historis. Literatur disintesis untuk mengkaji perubahan lingkungan tumbuh akibat perkembangan umur dan tajuk kelapa sawit, terutama intensitas cahaya serta kompetisi air dan unsur hara. Analisis juga mempertimbangkan pengaruh varietas, pemupukan, dan pengaturan ruang tumbuh terhadap tanaman sela. Hasil sintesis menunjukkan bahwa jagung dan kedelai merupakan tanaman pangan yang potensial dikembangkan pada fase TBM 1–3. Keberhasilan budidaya sangat dipengaruhi umur kelapa sawit, tingkat naungan, varietas, pemupukan, dan pengaturan ruang tumbuh. Kedelai masih dapat dikembangkan pada kondisi naungan sekitar 40% pada sawit TBM-2. Integrasi jagung dengan sawit belum menghasilkan tidak menunjukkan pengaruh negatif nyata terhadap pertumbuhan sawit selama periode pengamatan. Namun, peningkatan perkembangan tajuk dari TBM-1 hingga TBM-3 menyebabkan perubahan ketersediaan cahaya dan kompetisi yang memerlukan pengelolaan adaptif. Dengan demikian, TBM 1–3 merupakan jendela produksi pangan dinamis yang dapat meningkatkan efisiensi lahan, diversifikasi ekonomi, dan keberlanjutan agroekosistem apabila tanaman pangan dikelola sebagai komponen pendukung, bukan pesaing kelapa sawit secara terencana sesuai kondisi lingkungan tumbuh setempat.</p> 2026-09-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Muhammad Rizwan, Indra Gunawan, Nurhayati https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/200 AI-Driven Smart Sugarcane Plantation Ecosystem: Model Implementasi Artificial Intelligence untuk Mendukung Program Bongkar Ratoon dan Hilirisasi Industri Gula Berkelanjutan di Kabupaten Bone 2026-09-28T06:50:18+00:00 Hasbi [email protected] A. Didi Yuspin [email protected] Rusdiawan [email protected] <p>Kabupaten Bone merupakan salah satu sentra pengembangan tebu di Sulawesi Selatan yang berperan penting dalam mendukung program swasembada gula nasional. Melalui Program Bongkar Ratoon, pemerintah berupaya meningkatkan produktivitas dan kualitas tebu, namun implementasinya masih menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya adopsi teknologi digital, pengelolaan budidaya yang belum berbasis data, perubahan iklim, serta fluktuasi produktivitas dan rendemen gula. Penelitian ini bertujuan merancang model AI-Driven Smart Sugarcane Plantation Ecosystem sebagai solusi transformasi perkebunan tebu berkelanjutan yang mendukung Program Bongkar Ratoon dan hilirisasi industri gula di Kabupaten Bone. Penelitian menggunakan pendekatan Design Science Research (DSR) dengan metode mixed methods. Data diperoleh melalui studi literatur, observasi lapangan, wawancara dengan petani, penyuluh, pengelola pabrik gula, serta analisis kebijakan pemerintah. Data dianalisis menggunakan pendekatan SWOT dan PESTEL untuk merumuskan model implementasi berbasis Artificial Intelligence. Hasil penelitian menghasilkan model ekosistem perkebunan tebu cerdas yang mengintegrasikan Artificial Intelligence, Internet of Things (IoT), drone, Geographic Information System (GIS), sensor lahan, dan dashboard digital dalam sistem pendukung keputusan. Model ini mampu memberikan rekomendasi waktu tanam dan panen, pemupukan presisi, optimasi irigasi, deteksi dini hama dan penyakit, serta prediksi produktivitas dan rendemen tebu secara lebih akurat. Implementasi model diharapkan meningkatkan efisiensi budidaya, memperkuat integrasi antara petani, pabrik gula, dan pemerintah, serta mendukung transformasi perkebunan tebu menuju sistem yang berkelanjutan, unggul, adaptif, dan berdaya saing dalam mendukung ketahanan pangan dan industri gula nasional.</p> 2026-09-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Hasbi, A. Didi Yuspin, Rusdiawan https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/201 Pengaruh Penghentian Aplikasi Stimulan Ketika Musim Gugur Daun terhadap Indeks Penyumbatan dan Kecepatan Aliran Lateks pada Tanaman Karet (Hevea brasiliensis) 2026-09-28T07:01:36+00:00 Farisa Laysa Putri [email protected] Akhmad Rouf [email protected] <p>Tanaman karet (Hevea brasiliensis) merupakan komoditas perkebunan penting yang menghasilkan lateks sebagai bahan baku berbagai produk industri. Produktivitas lateks dipengaruhi oleh kondisi fisiologis tanaman, sistem sadap, penggunaan stimulan, dan perubahan kondisi tanaman selama periode gugur daun alami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aplikasi stimulan dan penghentian stimulan (saat musim gugur daun) terhadap Indeks Penyumbatan (IP) dan Kecepatan Aliran Lateks (KAL) pada tanaman karet, serta mengkaji korelasi antar parameter tersebut sebagai dasar dalam merancang strategi penyadapan yang lebih efisien dan adaptif. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan PT Riset Perkebunan Nusantara Unit Bogor-Getas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Penelitian telah dilakukan pada bulan Mei 2026 saat stimulan etefon masih diaplikasikan dan bulan Juli 2026 setelah stimulan dihentikan. Penelitian menggunakan lima perlakuan dosis stimulan, yaitu 0 (G0), 0,5 g/pohon (G1), 1 g/pohon (G2 sebagai dosis normal), 1,5 g/pohon (G3), dan 2 g/pohon (G4). Data dianalisis menggunakan ANOVA dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada saat stimulan diaplikasikan, G4 menghasilkan produktivitas lateks basah tertinggi sebesar 187,5 g/pohon/sadap, sedangkan G2 menghasilkan 106,7 g/pohon/sadap dengan IP 1,6% dan KAL 1,7 ml/menit. Setelah stimulan dihentikan, produktivitas seluruh perlakuan menurun dan IP meningkat. G4 tetap menghasilkan produktivitas tertinggi sebesar 67,2 g/pohon/sadap, sedangkan G2 menghasilkan 41,7 g/pohon/sadap dengan IP 7,8% dan KAL 2,5 ml/menit. Pengaruh IP dan KAL terhadap produktivitas berbeda antarperlakuan dan periode pengamatan. Hasil menunjukkan bahwa penghentian stimulan pada awal periode gugur daun diikuti peningkatan penyumbatan dan penurunan produktivitas. G2 sebagai dosis normal menunjukkan respons relatif moderat setelah penghentian stimulan, sehingga penggunaan stimulan perlu disesuaikan dengan kondisi fisiologis tanaman dan musim.</p> 2026-09-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Farisa Laysa Putri, Akhmad Rouf https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/202 Profil ADME, Toksisitas, dan Efikasi In Silico d-Limonene terhadap Oryctes rhinoceros 2026-09-28T07:12:29+00:00 Andre Chandra [email protected] Zhafirah Amalia [email protected] Lusiana Hidayati [email protected] Maulin Eka Cahyani [email protected] Fijar Muhamad Fathurohman [email protected] <p>Kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros L.) merupakan hama utama pada tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) yang tingkat infeksinya dapat mencapai hampir 100%, terutama di area peremajaan yang banyak terdapat sisa-sisa batang membusuk sebagai media perkembangbiakan. Pengendalian hama ini memerlukan alternatif yang lebih ramah lingkungan dibandingkan insektisida sintetis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa fitokimia kandidat bioinsektisida terbaik melalui pendekatan in silico terhadap protein target Oryctes rhinoceros. Metode yang digunakan meliputi skrining farmakokinetik (ADME) berdasarkan Aturan Lipinski dan Hao, analisis ekotoksisitas non-target menggunakan ProTox 3.0, toksisitas terhadap manusia menggunakan, serta molecular docking menggunakan PyRx, PyMOL, dan BIOVIA Discovery Studio terhadap tiga protein target, yaitu Defensin, Rhinocerosin, dan Scarabaecin. Sepuluh senyawa fitokimia dianalisis, meliputi d-Limonene, Eugenol, Citronellal, Dillapiole, Diplopterol, Clerodin, 12'-Hydroxy-7'-Multijuguinone, Azadirachtin, Squamocin, dan Rotenone. Berdasarkan profil ADME dan toksisitas menunjukkan bahwa d-Limonene, Eugenol, dan Citronellal merupakan senyawa fitokimia potensial yang layak dilanjutkan ke tahap penambatan molekuler. Hasil penambatan molekuler menunjukkan bahwa d-Limonene memiliki afinitas pengikatan tertinggi dan paling konsisten terhadap ketiga protein target (Rhinocerosin: −5,7 kkal/mol; Scarabaecin: −5,3 kkal/mol; Defensin: −4,3 kkal/mol), dengan interaksi didominasi ikatan hidrofobik Alkil dan Pi-Alkil terhadap residu PHE, TYR, LEU, VAL, dan ILE. Rotenone dan Squamocin didiskualifikasi karena toksisitas fatal pada manusia dan spektrum racun ekologis yang luas. Kesimpulannya, d-Limonene merupakan kandidat bioinsektisida paling prospektif terhadap Oryctes rhinoceros berdasarkan integrasi profil ADME, keamanan lingkungan, dan kekuatan interaksi molekuler terhadap protein target serangga.</p> 2026-09-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Andre Chandra, Zhafirah Amalia, Lusiana Hidayati, Maulin Eka Cahyani, Fijar Muhamad Fathurohman https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/203 Analisis Perbandingan Pengeringan Biji Kakao (Theobroma cacao L.) Menggunakan Metode Penjemuran, Pengovenan, Dan Pemanfaatan Inovasi Dehidrator Sederhana Terhadap Kualitas Biji Kakao 2026-09-28T07:25:58+00:00 Maharani [email protected] Andi Aditya Maulana [email protected] <p>Pengeringan merupakan tahapan pascapanen yang berperan penting dalam menentukan mutu biji kakao (Theobroma cacao L.) karena memengaruhi kadar air, karakter fisik, serta daya simpan biji kakao. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh metode pengeringan melalui penjemuran, pengovenan, dan pemanfaatan inovasi dehidrator sederhana terhadap kualitas biji kakao yang dihasilkan. Penelitian dilaksanakan dengan menerapkan tiga metode pengeringan pada biji kakao yang telah melalui proses fermentasi. Parameter yang diamati meliputi kadar air akhir serta lama pengeringan dengan membandingkan cost setiap metode pengeringan. Metode penjemuran dilakukan dengan memanfaatkan radiasi sinar matahari, metode pengovenan menggunakan suhu yang dikontrol secara konstan, sedangkan dehidrator sederhana dikembangkan sebagai alternatif teknologi pengeringan yang efektif dan efisien serta fleksibel digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pengovenan menghasilkan kadar air yang lebih stabil dan waktu pengeringan yang relatif lebih singkat, namun memerlukan konsumsi energi yang lebih tinggi. Metode penjemuran memiliki keunggulan dari segi biaya operasional, tetapi sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca, serta meningkatkan risiko pertumbuhan jamur. Sementara itu, penggunaan dehidrator sederhana mampu menghasilkan biji kakao dengan tingkat kekeringan yang relatif merata serta waktu pengeringan yang lebih singkat dengan konsumsi energi yang lebih rendah. Inovasi dehidrator sederhana menjadi metode pengeringan kakao pascafermentasi terbaik karena mampu menghasilkan tingkat kekeringan yang merata dan cepat dengan konsumsi energi rendah, mengatasi kelemahan metode pengovenan yang boros energi serta penjemuran yang bergantung pada cuaca dan berisiko jamur.</p> 2026-09-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Maharani, Andi Aditya Maulana https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/204 Kajian Tumpangsari Tanaman Tebu (Saccharum officinarum L.) dan Kedelai Edamame (Glycine max (L.) Merr.) dengan Metode Tanam Ringpit 2026-09-28T07:36:41+00:00 Anang Ma’ruf Pratama [email protected] Retno Muningsih [email protected] <p>Keterbatasan lahan pertanian mendorong diperlukannya optimalisasi pemanfaatan lahan melalui pola tanam tumpangsari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan bagal mata 3 dan bagal mata 4 terhadap pertumbuhan tebu (Saccharum officinarum L.) varietas PSDK 923 serta pertumbuhan dan hasil kedelai edamame (Glycine max (L.) Merr.) pada sistem tumpangsari metode tanam ringpit, serta menentukan perlakuan bagal mata terbaik. Penelitian dilaksanakan di Kebun Praktik Politeknik LPP Yogyakarta pada bulan Desember 2025 sampai Februari 2026. Metode eksperimen yang digunakan membandingkan dua perlakuan bagal mata tebu (B3 dan B4) pada petak tumpangsari metode ringpit, dengan sampel tebu sebanyak 36 hole per perlakuan serta sampel edamame sebesar 10% dari populasi (204 hole pada B3 dan 136 hole pada B4). Analisis data menggunakan uji-t dua sampel bebas dan uji korelasi Pearson pada taraf α = 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase tanaman hidup tebu tidak berbeda nyata antarperlakuan, namun bagal mata 3 menghasilkan pertumbuhan vegetatif tebu yang secara nyata lebih tinggi dibandingkan bagal mata 4 pada parameter tinggi tanaman (167,68 cm vs 154,20 cm pada 11 MST), diameter batang (2,38 cm vs 2,22 cm), jumlah daun (12,00 helai vs 9,94 helai), dan jumlah ruas (10,52 vs 9,87). Pada tanaman edamame, perlakuan bagal mata 3 memberikan jumlah polong per lubang (45,82 vs 42,17) dan bobot 100 polong (0,38 kg vs 0,34 kg) yang secara nyata lebih tinggi, meskipun jumlah cabang lebih tinggi pada bagal mata 4 (19,42 vs 18,45). Uji korelasi menunjukkan jumlah ruas, jumlah daun, dan diameter batang tebu berkorelasi positif sangat kuat dengan jumlah polong dan bobot 100 polong edamame. Disimpulkan bahwa penggunaan bagal mata 3 memberikan pertumbuhan tebu dan hasil edamame terbaik pada sistem tumpangsari metode ringpit.</p> 2026-09-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Anang Ma’ruf Pratama, Retno Muningsih https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/205 Pengaruh Pascaaplikasi Stimulan dan Penyimpanan Hasil Produksi Terhadap Kadar Karet Kering (KKK) Lateks dan Lump pada Tanaman Karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg.) 2026-09-28T07:46:52+00:00 Amalia Putri Ramandhani [email protected] Akhmad Rouf [email protected] Mercy Bientri Yunindanova [email protected] <p>Tanaman karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg.) merupakan komoditas perkebunan yang menghasilkan lateks sebagai bahan baku utama industri karet. Penggunaan stimulan etefon dapat meningkatkan produksi lateks. Namun, respons tanaman terhadap stimulan tersebut dapat memengaruhi mutu hasil, seperti kadar karet kering (KKK). Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pascaaplikasi stimulan dan lama penyimpanan hasil produksi terhadap KKK lateks dan lump. Penelitian dilaksanakan di Unit Bogor Getas pada 9-30 Juli 2026 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan. &lt;/w:r&gt;&lt;w:r w:rsidRPr="00D17A1E"&gt;&lt;w:rPr&gt;&lt;w:sz w:val="20"/&gt;&lt;/w:rPr&gt;&lt;w:t&gt;Perlakuan yang diuji berupa dosis stimulan, yaitu G0 (kontrol-tanpa stimulan), G1 (0,5 ml), G2 (1 ml), G3 (1,5 ml), dan G4 (2 ml). Sampel berupa lateks dan lump. Parameter yang diamati berupa KKK lateks dan KKK lump selama 21 hari penyimpanan, mulai tanggal 9 Juli hingga akhir pengamatan tanggal 30 Juli. KKK diukur dengan metode gravimetri, data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan uji DMRT taraf 5%. Hasil ANOVA menunjukkan perlakuan stimulan berpengaruh nyata terhadap KKK lateks. Nilai tertinggi pada G0 (kontrol) sebesar 43,2%, karena tanpa pemberian stimulan yang memperpanjang aliran lateks sehingga kandungan komponen karet yang terkumpul lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Pengaruh stimulan terhadap KKK hasil produksi tidak selalu nyata pada setiap waktu pengamatan selama 21 hari periode penyimpanan. KKK lump cenderung meningkat seiring bertambahnya waktu penyimpanan, karena kandungan air dan serum terus berkurang selama pembentukan koagulan. Secara keseluruhan, stimulan memengaruhi karakteristik lateks dan pembentukan lump, tetapi peningkatan dosis tidak selalu diikuti peningkatan KKK.</p> 2026-09-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Amalia Putri Ramandhani, Akhmad Rouf, Mercy Bientri Yunindanova https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/206 Outlook Komoditas Karet: Prospek Pengembangan di Tengah Dinamika Pasar Global 2026-09-28T07:59:36+00:00 Nofitri Dewi Rinojati [email protected] <p>Perkebunan karet merupakan salah satu komoditas strategis Indonesia yang berperan penting dalam perdagangan ekspor dan menjadi sumber penghidupan sekitar 2,2 juta rumah tangga petani. Kajian ini menganalisis kinerja produksi, dinamika pasar, dan prospek karet nasional periode 2020-2025 dan proyeksi 2026-2027. Metode yang digunakan yaitu pendekatan deskriptif kuantitatif dan desk study. Pertumbuhan indikator dianalisis menggunakan Compound Annual Growth Rate (CAGR) untuk mengetahui pola pertumbuhan. Data sekunder berasal Data sekunder diperoleh dari FAOSTAT, Direktorat Jenderal Perkebunan, UN Comtrade, World Bank, serta publikasi lembaga nasional dan internasional lainnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa selama 2020-2024, produksi karet Indonesia mengalami kontraksi sebesar 7,10% per tahun yang dipengaruhi penurunan luas areal 4,12% dan produktivitas 3,12% per tahun, serta serangan penyakit gugur daun Pestalotiopsis. Sementara kondisi perdagangan di pasar global telah bergeser dari surplus menjadi defisit sejak tahun 2021 hingga sekarang, yang berkontribusi terhadap penguatan harga karet TSR 20 hingga US$2,07/kg dan di tingkat petani hingga Rp 15.000/kg. Proyeksi 2026-2027 mengindikasikan pemulihan produksi nasional seiring dengan peningkatan harga karet dan insentif investasi kebun. Produksi diperkirakan mencapai 2,16 juta ton pada 2027, terutama didukung oleh peningkatan produktivitas sebesar 3,72%. Penguatan daya saing dan keberlanjutan industri memerlukan percepatan peremajaan tanaman berbasis bahan tanam unggul, pengendalian penyakit terpadu, peningkatan hilirisasi dan penyerapan domestik, serta penguatan skema pembiayaan investasi melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan Karet.</p> 2026-09-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Nofitri Dewi Rinojati https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/207 Respons Pertumbuhan Setek Pucuk Batang Bawah Karet (Hevea brasiliensis Müll.Arg.) terhadap Media Tanam dan Konsentrasi IBA 2026-09-28T08:08:49+00:00 Kristina Saragih [email protected] Mercy Bientri Yunindanova [email protected] Nur Eko Prasetyo [email protected] Maria Theresia Sri Budiastuti [email protected] <p>Karet (Hevea brasiliensis Müll.Arg.) dapat diperbanyak melalui setek pucuk untuk menghasilkan batang bawah. Keberhasilan setek dipengaruhi oleh media tanam dan zat pengatur tumbuh. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh media tanam, konsentrasi IBA, dan interaksi keduanya terhadap pertumbuhan setek pucuk batang bawah karet. Penelitian dilaksanakan pada November 2025–Februari 2026 di Unit Riset Bogor–Getas. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial. Faktor pertama adalah media tanam berupa peatmoss dan pasir steril. Faktor kedua adalah konsentrasi IBA sebesar 0, 500, 1.000, dan 2.000 ppm. Parameter pengamatan meliputi laju sintasan, indeks pecah mata tunas, panjang tunas, indeks luas daun, panjang akar, volume akar, dan rasio tajuk-akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tanam, konsentrasi IBA, dan interaksi keduanya berpengaruh nyata terhadap indeks luas daun tetapi tidak memberikan pengaruh pada variabel pengamatan lainnya. Peatmoss menghasilkan indeks luas daun sebesar 5,01. Nilai tersebut lebih tinggi daripada pasir steril sebesar 2,78. Perlakuan IBA 0 ppm menghasilkan indeks luas daun tertinggi, yaitu 7,08. Kombinasi peatmoss dan IBA 0 ppm menghasilkan indeks luas daun tertinggi, yaitu 9,45. Peatmoss tanpa penambahan IBA merupakan kombinasi terbaik untuk meningkatkan indeks luas daun setek pucuk batang bawah karet.</p> 2026-09-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Kristina Saragih, Mercy Bientri Yunindanova, Nur Eko Prasetyo, Maria Theresia Sri Budiastuti https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/208 Evaluasi Kinerja YOLOv8s dan YOLO11s untuk Deteksi Daun Menguning Kelapa Sawit Berbasis Citra UAV 2026-09-28T08:21:31+00:00 Karina Auralia [email protected] Wahyu Syaifullah Jauharis Saputra [email protected] Alfan Rizaldy Pratama [email protected] <p>Kelapa sawit merupakan komoditas strategis bagi perekonomian Indonesia, sehingga pemantauan kondisi tanaman menjadi aspek penting dalam menjaga produktivitas perkebunan. Salah satu indikator kondisi tanaman dapat diamati melalui gejala kekuningan pada daun yang berkaitan dengan stres fisiologis maupun serangan hama dan penyakit. Sementara itu, inspeksi manual memiliki keterbatasan dalam efisiensi waktu dan penerapannya pada skala luas. Penelitian ini bertujuan membandingkan kinerja YOLOv8s dan YOLO11s dalam mendeteksi gejala kekuningan pada kelapa sawit menggunakan citra UAV untuk mendukung pemantauan perkebunan presisi. Dataset awal terdiri atas 530 tile citra UAV RGB berukuran 1024 × 1024 piksel yang dianotasi ke dalam dua kelas, yaitu Healthy dan Yellowing, kemudian diperbanyak menjadi 1.100 tile melalui augmentasi. Kedua model dilatih dengan konfigurasi yang sama selama 150 epoch. Evaluasi dilakukan berdasarkan precision, recall, [email protected], [email protected]:0.95, ukuran model, jumlah parameter, FPS, dan waktu pelatihan. Hasil menunjukkan YOLOv8s memperoleh [email protected] sebesar 0,9533 dan recall sebesar 0,8808, sedangkan YOLO11s memperoleh [email protected]:0.95 sebesar 0,7471 dan precision sebesar 0,9019. YOLO11s memiliki ukuran model lebih kecil, jumlah parameter lebih sedikit, waktu inferensi lebih cepat, dan FPS lebih tinggi dibandingkan YOLOv8s. Analisis trade-off menunjukkan YOLO11s memberikan keseimbangan lebih optimal antara kinerja deteksi dan efisiensi komputasi. Dengan demikian, YOLO11s lebih potensial untuk mendukung pemantauan kesehatan kelapa sawit berbasis UAV pada perangkat dengan sumber daya terbatas secara efisien.</p> 2026-09-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Karina Auralia, Wahyu Syaifullah Jauharis Saputra, Alfan Rizaldy Pratama https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/209 Penggunaan Pupuk Cair Glow Green sebagai Pelarut Stimulan Etefon untuk Meningkatkan Produktivitas Tanaman Karet (Hevea brasiliensis Mull. Arg.) 2026-09-28T08:32:13+00:00 Mudita Oktorina Nugrahani [email protected] Akhmad Rouf [email protected] Nur Eko Prasetyo [email protected] Riko Cahya Putra [email protected] Ari Santosa Pamungkas [email protected] Imam Susetyo [email protected] <p>Upaya peningkatan produksi tanaman karet melalui pemberian stimulansia etefon idealnya diimbangi dengan adanya penambahan nutrisi ke tanaman. Nutrisi dalam pupuk cair seperti Glow Green (GG) dapat diberikan bersamaan pada saat aplikasi stimulan etefon sebagai campuran pelarut sehingga lebih praktis. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas penggunaan larutan Glow Green sebagai pelarut stimulan etefon terhadap produktivitas dan respons fisiologis tanaman karet. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Unit Bogor-Getas, Salatiga, pada Juli 2022 hingga Desember 2023 pada tanaman menghasilkan tahun tanam 2000. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan terdiri atas S0: etefon 2,5% setiap 2 minggu, S1: etefon 2,5% + GG 6 mL/L, S2: etefon 1,25% + GG 6 mL/L, dan S3: penyemprotan GG 9 mL/L setiap 2 minggu. S1 dan S2 menunjukkan produksi masing-masing 17,8% dan 29,8% lebih tinggi dibandingkan S0. Produktivitas tahunan S2 mencapai 1.324 kg/ha/tahun, atau 41,6% lebih tinggi dibandingkan kontrol. Respons fisiologis S2 menunjukkan kandungan tiol dan Pi yang lebih rendah dibandingkan kontrol, dengan KAL tertinggi dan kejadian KAS yang tidak berbeda berdasarkan skoring. Secara ekonomi, S2 memberikan tambahan pendapatan bersih sekitar Rp8,67 juta/ha/tahun dibandingkan kontrol dengan biaya aplikasi yang relatif rendah. Kombinasi etefon 1,25% dan GG 6 mL/L berpotensi dikembangkan sebagai alternatif teknologi aplikasi stimulan yang efisien dan praktis dalam mendukung eksploitasi tanaman karet berkelanjutan.</p> 2026-09-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Mudita Oktorina Nugrahani, Akhmad Rouf, Nur Eko Prasetyo, Riko Cahya Putra, Ari Santosa Pamungkas, Imam Susetyo https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/210 Smart Plantation Berbasis Artificial Intelligence: Transformasi SDM Perkebunan Kelapa Sawit Menuju Sistem Berkelanjutan, Unggul, dan Adaptif 2026-09-28T08:45:36+00:00 Suhela Putri Nasution [email protected] Abdurrozzaq Hasibuan [email protected] Junaidi [email protected] <p>Transformasi digital menjadi kebutuhan strategis industri perkebunan kelapa sawit dalam meningkatkan produktivitas, daya saing, dan keberlanjutan. Penerapan Artificial Intelligence (AI) melalui konsep Smart Plantation menawarkan peluang untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan perkebunan, namun keberhasilannya memerlukan kesiapan teknologi yang didukung pengembangan dan kompetensi digital sumber daya manusia (SDM). Penelitian ini bertujuan menganalisis mekanisme transformasi SDM berbasis AI dalam meningkatkan kinerja perkebunan berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei eksplanatori terhadap 250 responden yang terlibat dalam aktivitas operasional dan manajerial perkebunan kelapa sawit. Model penelitian mengintegrasikan Artificial Intelligence Readiness, Human Resource Development, Digital Competence, Adaptive Work Performance, dan Sustainable Plantation Performance. Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh hubungan struktural yang diuji berpengaruh positif dan signifikan. Pengaruh terkuat ditemukan pada hubungan AI terhadap pengembangan SDM (β = 0,598), diikuti kompetensi digital terhadap kinerja adaptif (β = 0,517), pengembangan SDM terhadap kompetensi digital (β = 0,480), dan kinerja adaptif terhadap kinerja perkebunan berkelanjutan (β = 0,470). Model menjelaskan 39,8% variasi Sustainable Plantation Performance. Temuan menegaskan bahwa keberhasilan Smart Plantation tidak hanya ditentukan oleh kesiapan AI, tetapi juga oleh pengembangan SDM, kompetensi digital, dan kemampuan kerja adaptif. Integrasi teknologi dan kapabilitas manusia menjadi fondasi strategis transformasi perkebunan kelapa sawit yang unggul, adaptif, dan berkelanjutan.</p> 2026-09-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Suhela Putri Nasution, Abdurrozzaq Hasibuan, Junaidi https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/211 Analisis Potensi Kebangkrutan Perusahaan dengan Model Altman Z-Score pada PT Astra Agro Lestari Tbk. Periode 2022 - 2024 2026-09-29T01:09:57+00:00 Lia Oktafiana [email protected] Rama Aditiya Sardani [email protected] <p>Kesehatan keuangan perusahaan merupakan faktor penting yang menentukan keberlangsungan usaha dan risiko kebangkrutan. Salah satu metode yang banyak digunakan untuk menilai kondisi tersebut adalah model Altman Z-Score, yang menggabungkan lima rasio keuangan. Studi ini menggunakan data laporan keuangan PT Astra Agro Lestari Tbk. periode 2022 – 2024 untuk menghitung nilai Z-Score dan mengklasifikasikan kondisi perusahaan ke dalam zona aman, zona abu-abu, atau zona berbahaya. Metode yang diterapkan bersifat kuantitatif deskriptif, dengan langkah-langkah berupa penghitungan rasio keuangan yang menjadi variabel model Altman Z-Score Pertama dan perhitungan Z-Score. Periode penelitian dipilih karena mencerminkan masa pasca pandemi Covid-19 dan pengaruh lainnya, di mana perusahaan menghadapi fluktuasi harga komoditas dan biaya operasional. Hasil analisis diharapkan memberikan gambaran mengenai kondisi keuangan PT Astra Agro Lestari Tbk. sekaligus mendeteksi potensi kebangkrutan sejak dini. Temuan ini dapat dimanfaatkan oleh manajemen sebagai dasar pengambilan keputusan strategis, oleh investor sebagai pertimbangan investasi, serta akademisi sebagai referensi pengembangan kajian keuangan. Kesimpulannya, hasil nilai Z-Score PT Astra Agro Lestari Tbk. selama periode penelitian berada dalam zona aman, yang berarti perusahaan berisiko rendah mengalami kebnagkrutan.</p> 2026-09-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Lia Oktafiana, Rama Aditiya Sardani https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/212 Analisis Prosedur Pencatatan dan Penilaian Persediaan dalam Meningkatkan Efektivitas Pengendalian Internal pada Kebun Sukamara Estate PT Sungai Rangit Kalimantan Tengah 2026-09-29T01:20:33+00:00 Ferdinand Isak Rumbekwan [email protected] Rama Aditiya Sardani [email protected] <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis prosedur pencatatan dan penilaian persediaan dalam meningkatkan efektivitas pengendalian internal pada Kebun Sukamara Estate, PT Sungai Rangit, serta menilai kesesuaiannya dengan PSAK 202 tentang Persediaan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan membandingkan praktik perusahaan terhadap teori dan ketentuan PSAK 202.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan menerapkan metode pencatatan persediaan perpetual dan metode penilaian FIFO (First In, First Out). Proses penerimaan, penyimpanan, dan pengeluaran persediaan telah didukung oleh Standar Operasional Prosedur (SOP), sistem otorisasi dokumen, serta pelaksanaan stock opname secara berkala. Penerapan prosedur tersebut mampu meningkatkan keakuratan pencatatan, mengurangi risiko kesalahan dan kehilangan persediaan, serta mendukung efektivitas pengendalian internal. Berdasarkan hasil analisis, penerapan pencatatan dan penilaian persediaan pada Kebun Sukamara Estate PT Sungai Rangit secara umum telah sesuai dengan ketentuan PSAK 202, meskipun perusahaan tetap perlu meningkatkan ketelitian dalam pencatatan dan rekonsiliasi data persediaan.</p> 2026-09-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Ferdinand Isak Rumbekwan, Rama Aditiya Sardani https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/213 Analisis Metode Pencatatan dan Penilaian Pada Persediaan Berdasarkan PSAK No. 202 Pada PTPN IV 2026-09-29T01:30:27+00:00 Nurul Hardiyanti [email protected] Rama Aditiya Sardani [email protected] <p>Persediaan merupakan aset lancar yang memiliki peran krusial dalam menunjang kelancaran aktivitas operasional perusahaan, khususnya pada perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan. Kesesuaian penerapan metode pencatatan dan penilaian persediaan dengan standar akuntansi yang berlaku menjadi faktor penting dalam menghasilkan laporan keuangan yang andal dan relevan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode pencatatan dan penilain persediaan pada PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) sekaligus mengevaluasi tingkat kepatuhan terhadap Pernyataan Standar Akuntansi keuangan (PSAK) N0. 202 yang mulai diberlakukan pada 1 Januari 2024 sebagai pengganti PSAK No.14. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan data sekunder berupa annual report PTPN IV tahun 2024, khususnya laporan posisi keuangan dan catatan atas laporan keuangan pada bagian persediaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa praktik akuntansi persediaan PTPN IV telah sesuai dengan ketentuan PSAK No. 202. pencatatan persediaan dilaksanakan menggunakan metode perpetual yang diperkuat dengan perhitungan fisik secara periodik. Penilaian persediaan menerapkan metode rata-rata tertimbang untuk bahan baku, barang dalam proses, dan barang jadi, sementara bahan pendukung dinilai menggunakan metode rata-rata bergerak. Pengukuran persediaan dilakukan berdasarkan nilai terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih sedangkan pengakuan beban persediaan dilakukan pada periode yang sama dengan pengakuan pendapatan terkait. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan persediaan PTPN IV telah sesuai dengan perkembangan standar akuntansi terkini di Indonesia yang mengacu pada International Financial Reporting Standards (IFRS).</p> 2026-09-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Nurul Hardiyanti, Rama Aditiya Sardani https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/214 Analisis Laporan Arus Kas untuk Menilai Kinerja Keuangan pada PT Sampoerna Agro Tbk Periode 2020–2024 2026-09-29T01:40:32+00:00 Fivi [email protected] Rama Aditiya Sardani [email protected] <p>Penilaian kinerja keuangan sangat penting bagi perusahaan perkebunan guna menjaga stabilitas likuiditas dan kelangsungan operasional jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menilai kinerja keuangan PT Sampoerna Agro Tbk periode 2020–2024 melalui analisis rasio laporan arus kas. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan objek berupa laporan keuangan tahunan perusahaan. Analisis dilakukan menggunakan delapan rasio arus kas, yaitu Arus Kas Operasi (AKO), Cakupan Arus Dana (CAD), Cakupan Kas terhadap Bunga (CKB), Cakupan Kas terhadap Hutang Lancar (CKHL), Pengeluaran Modal (PM), Total Hutang (TH), Arus Kas Bersih Bebas (AKBB), dan Kecukupan Arus Kas (KAK). Standar penilaian yang digunakan adalah rasio &gt;1 dinilai baik, sedangkan rasio &lt;1 dinilai tidak baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas rasio arus kas PT Sampoerna Agro Tbk sudah berada di atas standar, meskipun masih terdapat rasio AKO, TH, dan KAK yang berada di bawah standar. Kondisi tersebut mencerminkan keterbatasan perusahaan dalam memenuhi sebagian kewajiban jangka pendek maupun jangka panjang hanya dari arus kas operasi. Sementara itu, terdapat lima rasio yang dinilai baik, yaitu CAD, CKB, CKHL, PM, dan AKBB, yang menunjukkan adanya fleksibilitas keuangan perusahaan dalam membiayai bunga, mendukung pengeluaran modal, menghasilkan arus kas bebas positif, serta menutup komitmen utang lancar jangka pendek. Kesimpulannya, kinerja keuangan PT Sampoerna Agro Tbk periode 2020–2024 secara umum sudah menunjukkan performa yang cukup baik, meskipun terdapat beberapa indikator kas operasi dan solvabilitas jangka panjang yang masih perlu dioptimalkan.</p> 2026-09-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Fivi, Rama Aditiya Sardani https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/215 Efektivitas Pupuk Vitanik Concentrate terhadap Pertumbuhan dan Produktivitas Tanaman Padi (Oryza sativa L.) 2026-09-29T01:51:31+00:00 Sutan Tarmizi Lubis [email protected] Eka Tarwaca Susila Putra [email protected] Dewi Rafida Hanun [email protected] Malik Priambada [email protected] Syauqi Muthaillah Albanna [email protected] <p>Produktivitas padi yang belum optimal sering dikaitkan dengan rendahnya ketersediaan unsur hara mikro, khususnya seng (Zn) dan boron (B), yang berperan penting dalam pertumbuhan dan pembentukan hasil tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pupuk Vitanik Concentrate yang mengandung Zn dan B terhadap pertumbuhan, status hara tanaman, dan produktivitas padi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus–November 2025 menggunakan rancangan acak kelompok dengan delapan perlakuan aplikasi pupuk Vitanik Concentrate. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan, kandungan hara tanah dan daun, serapan hara tanaman, produktivitas, dan Relative Agronomic Effectiveness (RAE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Vitanik Concentrate tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan kandungan hara tersedia dalam tanah, namun berpengaruh terhadap jumlah anakan, kandungan Zn dalam jaringan daun, serapan Zn, dan produktivitas padi. Produktivitas tertinggi diperoleh pada perlakuan P6 sebesar 8,42 ton ha⁻¹, meningkat 131,3% dibandingkan kontrol yang menghasilkan 3,64 ton ha⁻¹. Nilai RAE seluruh perlakuan berada di atas 100%, dengan nilai tertinggi diperoleh pada perlakuan P6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk Vitanik Concentrate efektif meningkatkan pemanfaatan unsur mikro dan produktivitas tanaman padi, sehingga berpotensi digunakan sebagai alternatif pupuk mikro untuk mendukung peningkatan hasil padi.</p> 2026-09-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Sutan Tarmizi Lubis, Eka Tarwaca Susila Putra, Dewi Rafida Hanun, Malik Priambada, Syauqi Muthaillah Albanna https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/216 Transformasi Pekerjaan Masyarakat Akibat Perkembangan Perkebunan Kelapa Sawit: Bukti Empiris dari Desa Sungai Buluh, Kabupaten Sintang 2026-09-29T02:30:18+00:00 Cristofvoros [email protected] Bahrul Ulum [email protected] Galuh Banowati [email protected] <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategis komoditas kelapa sawit dalam transformasi pekerjaan masyarakat serta menganalisis hubungan karakteristik masyarakat terhadap persepsi mengenai peran komoditas kelapa sawit di Desa Sungai Buluh, Kecamatan Tempunak, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner kepada 110 responden yang dipilih secara purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan skala Likert, analisis deskriptif, serta uji korelasi Spearman dengan bantuan Microsoft Excel dan IBM SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komoditas kelapa sawit memiliki peran yang sangat besar dalam transformasi pekerjaan masyarakat dengan nilai ratarata persepsi sebesar 4,31 atau 86% yang termasuk dalam kategori sangat berperan. Perkebunan kelapa sawit dinilai mampu membuka lapangan pekerjaan baru, menyerap tenaga kerja lokal, mengurangi pengangguran, meningkatkan peluang kerja bagi generasi muda, memberikan kesempatan kerja bagi berbagai tingkat pendidikan, mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap penambangan emas, meningkatkan pembangunan infrastruktur desa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memberikan pendapatan yang lebih stabil dibandingkan pekerjaan sebelumnya. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa umur memiliki hubungan positif, lemah, dan signifikan terhadap persepsi masyarakat (r = 0,193; p = 0,043), sedangkan tingkat pendidikan tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap persepsi masyarakat (r = 0,012; p = 0,897). Dengan demikian, komoditas kelapa sawit berperan sangat penting dalam mendorong transformasi pekerjaan dan peningkatan kondisi sosial ekonomi masyarakat Desa Sungai Buluh.</p> 2026-09-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Cristofvoros, Bahrul Ulum, Galuh Banowati https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/217 SoilGuard: Sistem Deteksi Dini Penyakit Busuk Pangkal Batang Berbasis IoT dan Anomali Kelembaban Tanah pada Perkebunan Kelapa Sawit 2026-09-29T03:09:47+00:00 Ahmad Hambali [email protected] M. Hafiz Mailano [email protected] Masitoh Intan Baiduri Panjaitan [email protected] Muhammad Zhafir [email protected] <p>Penyakit Busuk Pangkal Batang (BPB) yang disebabkan Ganoderma boninense merupakan ancaman paling destruktif pada perkebunan kelapa sawit Asia Tenggara, berpotensi memusnahkan hingga 80% populasi pohon pada generasi kedua dan ketiga. Deteksi konvensional berbasis inspeksi visual hanya efektif pada stadium lanjut ketika peluang pengendalian sudah sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan mengembangkan pendekatan deteksi dini dua fase yang tervalidasi secara ilmiah dan dapat diimplementasikan langsung di lapangan. Fase pertama memvalidasi kelembaban tanah sebagai biomarker non-destruktif menggunakan sensor FDR pada kedalaman 30 cm dan 60 cm di area piringan pohon terhadap tiga kategori tanaman: sehat, terinfeksi dini (asimtomatik), dan terinfeksi lanjut. Konfirmasi keberadaan patogen dilakukan melalui uji molekuler PCR. Fase kedua mengembangkan SoilGuard, sistem IoT berbasis ESP32 yang dilengkapi aplikasi mobile berkemampuan offline dengan klasifikasi risiko otomatis dan dashboard monitoring terpusat per blok perkebunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan fungsi akar akibat infeksi dini menyebabkan anomali hidrologi yang terukur pada tanah di sekitar pohon. Kandungan air volumetrik pada tanaman terinfeksi dini bertahan di atas 35% pasca-hujan, berbeda signifikan dengan tanaman sehat yang turun ke kisaran 24–28% akibat penyerapan akar yang aktif. Pendekatan berbasis anomali kelembaban ini mampu mengidentifikasi infeksi sebelum gejala visual muncul dengan akurasi 82%. Sistem SoilGuard mampu memberikan peringatan dini dalam kurang dari dua menit tanpa bergantung pada konektivitas internet di lapangan. Pendekatan terpadu ini merepresentasikan transformasi pengelolaan kesehatan tanaman dari reaktif-visual menuju preventif-berbasis data, sejalan dengan visi perkebunan kelapa sawit Indonesia yang berkelanjutan, unggul, dan adaptif terhadap ancaman biotik jangka panjang.</p> 2026-09-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Ahmad Hambali, M. Hafiz Mailano, Masitoh Intan Baiduri Panjaitan, Muhammad Zhafir https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/218 Uji Efektivitas Pengendalian Hama Kumbang Tanduk (Oryctes rhinoceros) dengan Fruit-Trap (Nanas & Air Nira) terhadap Tanaman Kelapa Sawit pada Fase Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) Kebun Sei Parit PT Sido Jadi 2026-09-29T06:17:00+00:00 Bagas Sajiwo [email protected] Retno Muningsih [email protected] <p>Kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros L.) merupakan salah satu hama penting pada tanaman kelapa sawit belum menghasilkan (TBM). Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh dan efektivitas fruit-trap berbahan nanas dan air nira terhadap jumlah Oryctes rhinoceros yang terperangkap dibandingkan dengan feromon PPKS. Penelitian dilaksanakan di Kebun Sei Parit PT Sido Jadi menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) nonfaktorial dengan empat perlakuan, yaitu P0 (feromon PPKS), P1 (nanas), P2 (250 g nanas + 250 g air nira), dan P3 (250 g nanas + 500 g air nira). Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji DMRT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah Oryctes rhinoceros yang terperangkap. P3 menghasilkan rata-rata tangkapan tertinggi sebesar 102 ekor, sedangkan P1 terendah sebesar 40 ekor. P3 tidak berbeda nyata dengan P0 sebesar 98 ekor, dengan efektivitas relatif sebesar 103,74%. Berdasarkan jenis kelamin, kumbang jantan lebih banyak terperangkap, yaitu 551 ekor (61,02%), sedangkan betina 352 ekor (38,98%). Dengan demikian, fruit-trap 250 g nanas + 500 g air nira memiliki potensi sebagai alternatif atraktan dalam pengendalian Oryctes rhinoceros pada tanaman kelapa sawit belum menghasilkan</p> 2026-09-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Bagas Sajiwo, Retno Muningsih