https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/issue/feed Prosiding Seminar Nasional Perkebunan Politeknik LPP Yogyakarta 2026-08-10T06:16:57+00:00 Anna Kusumawati [email protected] Open Journal Systems https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/132 Pengaruh Suhu Dan Waktu Pemanasan Terhadap Brix, Pol, Dan Sifat Organoleptik Gula Cair Dari Nira Batang Bawah Tebu 2026-08-10T05:06:06+00:00 Haya Kazimah Mahdiyah [email protected] Muhammad Khoirul Muslimin [email protected] <p>Gula cair merupakan produk olahan nira tebu yang berpotensi menjadi alternatif pemanis alami karena mudah digunakan, mudah larut, dan dapat diaplikasikan secara langsung dalam berbagai produk pangan dan minuman. Namun, proses pemanasan yang tidak tepat dapat menyebabkan degradasi sukrosa, inversi gula, dan karamelisasi sehingga menurunkan kualitas produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu pemanasan terhadap pH, brix, pol dan sifat organoleptik gula cair dari nira batang bawah tebu serta menentukan perlakuan terbaik dalam proses produksi. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen dengan variasi suhu pemanasan 70°C, 75°C, 80°C, dan 85°C serta waktu pemanasan 30 menit dan 45 menit. Parameter yang dianalisis meliputi brix, pol, dan sifat organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik diperoleh pada suhu 80°C selama 45 menit dengan nilai brix 69,61; dan pol 49,75. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa produk berada pada kategori cukup disukai hingga disukai oleh responden. Dengan demikian, suhu pemanasan 80°C selama 45 menit dapat direkomendasikan sebagai kondisi proses yang menghasilkan gula cair dengan karakteristik mutu terbaik. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi dalam pengembangan produksi gula cair berbasis nira tebu.</p> 2026-08-10T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Haya Kazimah Mahdiyah, Muhammad Khoirul Muslimin https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/134 Pemberdayaan Petani Kakao Dusun Soka, Ngoro-oro, Patuk, Gunung Kidul melalui Inovasi Briket Arang Berbasis Kulit Kakao 2026-08-10T05:21:06+00:00 Vania Alfreda Ucca Kayne Sani [email protected] Muhammad Khoirul Muslimin [email protected] Sutan Tamrizi Lubis [email protected] Bahrul Ulum [email protected] <p>Kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan, namun pengolahannya menyisakan limbah kulit buah dalam jumlah besar yang belum banyak dimanfaatkan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah kulit kakao menjadi briket arang sebagai sumber energi alternatif sekaligus peluang usaha tambahan. Kegiatan dilaksanakan melalui metode sosialisasi dan demonstrasi langsung tahapan pembuatan briket, mulai dari pengarangan kulit kakao, penghalusan, pencampuran dengan perekat tepung kanji, hingga pencetakan. Evaluasi dilakukan terhadap 15 masyarakat menggunakan kuesioner pengetahuan (pre-test dan post-test) serta kuesioner kepuasan. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan masyarakat dari 5,87 menjadi 9,33 (skala 0–10), dengan uji t berpasangan menunjukkan peningkatan yang signifikan p = 0,001 dan N-Gain score rata-rata sebesar 0,75 yang termasuk kategori tinggi. Tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelaksanaan kegiatan juga tergolong tinggi dengan rata-rata skor 3,92 (skala 1–5). Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan pemanfaatan limbah kulit kakao menjadi briket arang efektif meningkatkan pengetahuan dan direspons positif oleh masyarakat, sehingga berpotensi direplikasi sebagai program pemberdayaan berkelanjutan.</p> 2026-08-10T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Vania Alfreda Ucca Kayne Sani, Muhammad Khoirul Muslimin, Sutan Tamrizi Lubis, Bahrul Ulum https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/135 Deskripsi Kualitas Pupuk Organik Hayati Berbahan Tandan Kosong Kelapa Sawit dengan Dosis Trichoderma sp. Berbeda 2026-08-10T05:27:27+00:00 Muhammad Fiqi [email protected] Anna Kusumawati [email protected] <p>Tandan kosong kelapa sawit (TKKS) merupakan limbah padat perkebunan sawit yang berpotensi diolah menjadi pupuk organik hayati (POH) apabila difermentasi dengan agens hayati yang tepat, salah satunya Trichoderma sp. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan membandingkan kualitas POH berbahan TKKS yang difermentasi dengan dua dosis Trichoderma sp. berbeda. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) nonfaktorial dengan dua perlakuan, yaitu POH A (10 g Trichoderma sp./kg TKKS) dan POH B (20 g Trichoderma sp./kg TKKS). TKKS dicacah manual menggunakan parang selama satu bulan, kemudian difermentasi dengan penyiraman dekomposer EM4 setiap hari selama dua bulan di Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman. Parameter yang diamati meliputi kadar air, nitrogen total, P2O5 tersedia, pH, serta populasi mikroorganisme pelarut fosfat dan penambat nitrogen, dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan POH B memiliki populasi mikroorganisme pelarut fosfat dan penambat nitrogen lebih tinggi (1,11 x 10⁵ dan 7,60 x 10² cfu/g) dibanding POH A (7,89 x 10⁴ dan 4,69 x 10² cfu/g), disertai kadar air lebih rendah (rata-rata 9,19%) dibanding POH A (rata-rata 12,21%), sementara nitrogen total dan pH kedua formulasi relatif setara dan mendekati netral. Penambahan dosis Trichoderma sp. yang lebih tinggi cenderung meningkatkan aktivitas dekomposisi dan populasi mikroorganisme fungsional dalam POH berbahan TKKS.</p> 2026-08-10T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Muhammad Fiqi, Anna Kusumawati https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/136 Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Effective Tax Rate (ETR) pada PT. Bank Mega Tbk - Kantor Pusat Periode 2022-2024 2026-08-10T05:34:59+00:00 Jelita Amalia Putri [email protected] Mahagiyani, S.E., M.M [email protected] <p>Bagi perusahaan, pajak sering kali dianggap sebagai beban yang dapat secara langsung mengurangi laba bersih. Hal ini mendorong perusahaan untuk menerapkan strategi perencanaan pajak guna menekan beban tersebut secara efisien tanpa melanggar peraturan yang berlaku. Penelitian ini <strong>bertujuan</strong> untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi <em>Effective Tax Rate</em> (ETR) pada PT Bank Mega Tbk – Kantor Pusat periode 2022-2024. Fokus pengambilan data dalam penelitian ini adalah laporan keuangan yang disusun oleh kantor pusat PT Bank Mega Tbk selama periode 2022 hingga 2024. Penelitian ini <strong>menggunakan</strong> metode deskriptif kuantitatif dengan sumber data sekunder berupa laporan tahunan (<em>annual report</em>). Analisis dilakukan dengan mengamati tren pergerakan empat variabel utama, yaitu tingkat profitabilitas, kebijakan pendanaan (<em>leverage</em>), ukuran perusahaan (<em>firm size</em>), dan intensitas modal (<em>capital intensity</em>). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan tidak terindikasi melakukan penghindaran pajak. Serta kaitan antara variabel independen terhadap ETR berupa, profitabilitas memiliki pengaruh yang tidak konsisten berupa campuran antara positif dan negatif sepanjang periode penelitian. Kebijakan pendanaan dan ukuran perusahaan menunjukkan pengaruh positif atau memiliki pola yang searah sepanjang periode penelitian. Kemudian intensitas modal menunjukkan hasil memiliki pengaruh negatif atau berlawanan arah terhadap ETR sepanjang periode penelitian. Sehingga dapat di simpulkan bahwa 4 variabel tersebut memiliki hubungan dengan <em>Effective Tax Rate</em> (ETR).</p> 2026-08-10T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Jelita Amalia Putri, Mahagiyani, S.E., M.M https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/138 Pengaruh Pembumbunan Terhadap Produksi Kelapa Sawit Fase Tanaman Menghasilkan di PTPN IV Kebun Adolina 2026-08-10T05:51:55+00:00 Anna Kusumawati [email protected] Wilfredo Butar Butar [email protected] Joesua Elbinson Cristiano Sianipar [email protected] Rina Puji Lestari [email protected] <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembumbunan terhadap berat Tandan Buah Segar (TBS), produksi per hektar, dan jumlah tandan kelapa sawit pada fase Tanaman Menghasilkan (TM) di PTPN IV Kebun Adolina, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, yang dilaksanakan pada periode Februari hingga April 2025 menggunakan pendekatan komparatif kuantitatif dengan dua kelompok perlakuan yakni 11 blok dibumbun dan 11 blok tidak dibumbun dengan total luas masing-masing 178 hektar, dianalisis menggunakan uji-t setelah memenuhi uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji homogenitas Levene. Hasil uji-t menunjukkan perbedaan signifikan pada ketiga parameter yaitu berat TBS (p = 0,011), produksi per hektar (p = 0,017), dan jumlah tandan (p = 0,005), di mana pembahasan mengungkapkan bahwa kondisi tanah mineral berdrainase baik di Kebun Adolina menjadi faktor utama tidak efektifnya pembumbunan karena penambahan massa tanah setinggi 40 cm justru meningkatkan kelembapan berlebih, mengganggu aerasi perakaran, serta mengalihkan energi tanaman dari pembentukan bunga dan pengisian buah ke proses adaptasi akar sehingga perbedaan hasil semakin melebar dari Februari hingga April secara kumulatif. Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan bahwa pembumbunan berpengaruh signifikan namun bersifat negatif terhadap produksi kelapa sawit fase TM, dengan rata-rata TBS tanaman tidak dibumbun (41.408 kg), produksi per hektar (2,107 ton/ha), dan jumlah tandan (2.329 tandan) secara konsisten lebih tinggi dibandingkan tanaman dibumbun (31.744 kg; 1,846 ton/ha; 1.671 tandan), sehingga pembumbunan disarankan hanya diterapkan pada lahan dengan drainase buruk atau tanah yang mengalami subsiden, bukan secara rutin pada seluruh areal TM berdrainase baik.</p> 2026-08-10T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Anna Kusumawati, Wilfredo Butar Butar, Joesua Elbinson Cristiano Sianipar, Rina Puji Lestari https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/139 ANALISIS EFEKTIVITAS SISTEM PENGENDALIAN INTERN DALAM PENGELOLAAN KAS DI PTPN IV REGIONAL 1 KEBUN BOJONGDATAR 2026-08-10T05:57:38+00:00 Andi Nurul Ainun Dzalsabilah [email protected] Mahagiyani [email protected] <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas sistem pengendalian intern dalam pengelolaan kas pada PTPN IV Regional 1 Kebun Bojongdatar serta mengetahui peran sistem pengendalian intern dalam mendukung efektivitas pengelolaan kas. Penelitian ini difokuskan pada efektivitas pengelolaan kas di lingkungan PTPN IV Regional 1 Kebun Bojongdatar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini berfokus pada sistem pengendalian intern kas perusahaan beserta komponen-komponennya. Komponen tersebut tercermin dalam aturan-aturan perusahaan yang dikenal sebagai Standar Operasional Prosedur (SOP). Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, pengendalian intern terhadap efektivitas pengelolaan kas di lingkungan PTPN IV Regional 1 Kebun Bojongdatar dinilai telah berjalan secara efektif. Hal ini dapat dilihat dari penerapan komponen pengendalian intern yang telah dilaksanakan dengan baik sesuai dengan aspek efektivitas, yaitu pelaksanaan tugas dan fungsi, adanya rencana atau program kerja, serta kebijakan dan peraturan perusahaan yang dijalankan dengan baik.</p> 2026-08-10T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Andi Nurul Ainun Dzalsabilah, Mahagiyani https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/140 Analisis Pengaruh Pemotongan PPh 21 Terhadap Kepatuhan Pajak Karyawan di PT Taspen Cabang Tanjungpinang, Kepulauan Riau 2026-08-10T06:02:21+00:00 Revalina Deby Amelita [email protected] Mahagiyani [email protected] <p>Pajak Penghasilan Pasal 21 adalah pajak yang dikenakan atas penghasilan yang duteruma wajib pajak orang pribadi sehubungan dengan pekerjaan, jasa, atau kegiatan tertentu. Pemerintah telah menerapkan Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2023 yang memperkenalkan Tarif Efektif Rata-rata (TER) untuk menyederhanakan perhitungan pemotongan PPh Pasal 21 serta meningkatkan efisiensi administrasi perpajakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemotongan PPh Pasal 21 terhadap kepatuhan pajak karyawan di PT Taspen Cabang Tanjungpinang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metodesurvei. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada karyawan PT Taspen abang Tanjungpinang, kemudian dianalisis menggunakan analisis statistik untuk mengetahui hubungan antara pemotongan PPh Pasal 21 dengan kepatuhan pajak karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemotongan PPh Pasal 21 berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2023 berpengaruh terhadap kepatuhan pajak karyawan di PT Taspen Cabang Tanjungpinang serta mendukung pelaksanaan administrasi perpajakan yang lebih efektif.</p> 2026-08-10T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Revalina Deby Amelita, Mahagiyani https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/137 Perbandingan Efektivitas Vibrating Trough dan Kernel Grading Drum untuk Pemisahan Kernel Pabrik Kelapa Sawit 2026-08-10T05:50:23+00:00 Rafi Candra Muhaemin Rami [email protected] Muhamad Mustangin [email protected] <p>Industri kelapa sawit memerlukan proses pemisahan kernel dan <em>nut</em> yang efektif untuk meningkatkan <em>kernel recovery</em>, menurunkan <em>kernel losses</em>, dan menjaga kualitas <em>Palm Kernel Oil</em> (PKO). Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas pemisahan antara <em>Vibrating Trough</em> dan <em>Kernel Grading Drum</em> pada Stasiun Kernel PT ABC. Penelitian dilakukan menggunakan metode observasi pada kondisi operasi aktual dengan pengambilan sampel campuran kernel dan <em>nut</em> secara berkala. Sampel dipisahkan secara manual, kemudian ditimbang untuk menentukan persentase kernel yang terbawa menuju <em>recycle nut conveyor</em> dan menghitung efektivitas pemisahan masing-masing alat. Data dianalisis secara deskriptif dan dibandingkan berdasarkan nilai rata-rata setiap parameter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Vibrating Trough menghasilkan rata-rata kernel terbawa sebesar 35,65% dengan efektivitas pemisahan 64,35%, sedangkan <em>Kernel Grading Drum</em> hanya menghasilkan kernel terbawa sebesar 3,97% dengan efektivitas pemisahan 96,03%. Selain itu, <em>Kernel Grading Drum</em> memiliki konsumsi daya yang lebih rendah (2,5 kW), membutuhkan perawatan yang lebih sederhana, dan memiliki kestabilan operasi yang lebih baik dibandingkan Vibrating Trough. Perbedaan kinerja tersebut dipengaruhi oleh mekanisme pemisahan menggunakan drum berputar yang mampu mengelompokkan material berdasarkan ukuran secara lebih efektif. Dengan demikian, <em>Kernel Grading Drum</em> lebih efektif dan efisien dibandingkan Vibrating Trough dalam meningkatkan <em>kernel recovery</em> serta mengurangi <em>kernel losses</em> pada stasiun kernel.</p> 2026-08-10T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Rafi Candra Muhaemin Rami , Muhamad Mustangin https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/133 Karakteristik Kualitas Kimia Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) sebagai Bahan Organik pada Pembibitan Kelapa Sawit Fase Pre-Nursery 2026-08-10T05:26:16+00:00 Sutan Borohim Siregar [email protected] Anna Kusumawati [email protected] <p>Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) merupakan limbah padat industri kelapa sawit yang berpotensi besar dimanfaatkan sebagai bahan organik pembenah media tanam, khususnya pada tanah Regosol yang miskin bahan organik dan rentan mengalami pencucian hara. Kualitas kompos TKKS sangat dipengaruhi oleh tingkat kematangan dan proses dekomposisinya, sehingga perlu diuji terlebih dahulu sebelum diaplikasikan pada pembibitan kelapa sawit fase pre-nursery. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik kualitas kimia kompos TKKS sebagai dasar penilaian kelayakannya sebagai bahan organik pembenah media tanam. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui analisis laboratorium terhadap dua sampel kompos TKKS matang yang telah melalui proses pencacahan dan dekomposisi menggunakan dekomposer EM4 dengan dosis 40 ml per kilogram TKKS selama kurang lebih dua hingga tiga bulan. Parameter yang dianalisis meliputi kadar air, nitrogen total, fosfor tersedia, dan derajat keasaman, yang diuji di UPT Laboratorium Institut Pertanian STIPER Yogyakarta menggunakan metode gravimetri, Kjeldahl, Olsen, dan pH meter. Hasil menunjukkan bahwa kompos TKKS memiliki kadar air rerata 6,46 persen, pH 7,2, dan nitrogen total 0,81 persen, seluruhnya memenuhi standar SNI 19-7030-2004, sementara fosfor tersedia rerata 0,076 persen masih berada di bawah ambang batas minimum standar sebesar 0,10 persen. Perbandingan dengan bahan baku TKKS mentah menunjukkan adanya peningkatan kandungan nitrogen akibat proses dekomposisi, meskipun konversi fosfor menjadi bentuk tersedia bagi tanaman belum berlangsung optimal. Kompos TKKS yang dihasilkan pada penelitian ini secara umum layak digunakan sebagai bahan organik pembenah media tanam pada pembibitan kelapa sawit fase pre-nursery, meskipun perlu diimbangi dengan sumber hara fosfor tambahan agar kebutuhan hara bibit dapat tercukupi secara optimal.</p> 2026-08-10T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Sutan Borohim Siregar, Anna Kusumawati https://ojs.polteklpp.ac.id/index.php/SEMNASBUN/article/view/141 Penguatan Kelembagaan Koperasi Kakao Berbasis BUMDes sebagai Strategi Pemberdayaan Ekonomi Petani di Desa Nglanggeran 2026-08-10T06:16:57+00:00 Sejuk Ananingsih [email protected] Novika Indriani [email protected] <p>Koperasi merupakan salah satu kelembagaan ekonomi rakyat yang berperan strategis dalam meningkatkan kesejahteraan petani kakao di wilayah pedesaan, namun keberadaannya di Desa Nglanggeran, Kabupaten Gunungkidul, belum dikelola secara profesional dan belum terintegrasi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai lembaga ekonomi desa yang memiliki legitimasi dan dukungan aset desa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menguatkan kelembagaan koperasi kakao berbasis BUMDes sebagai strategi pemberdayaan ekonomi petani. Kegiatan dilaksanakan melalui metode ceramah, diskusi, dan praktik langsung kepada 11 peserta yang terdiri atas petani kakao, pengurus Koperasi Amanah Doga Sejahtera, dosen, dan mahasiswa, bertempat di Dukuh Doga, Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul pada 21 Desember 2025. Materi yang disampaikan meliputi konsep dasar koperasi berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992, tujuan dan peran koperasi dalam perekonomian desa, tata cara pembentukan dan pendirian koperasi, prinsip-prinsip perkoperasian, perbedaan koperasi dengan perusahaan, jenis-jenis koperasi, serta karakteristik simpanan anggota. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai tata kelola koperasi yang demokratis dan partisipatif, serta tersusunnya rencana integrasi koperasi ke dalam struktur BUMDes guna memperkuat legitimasi kelembagaan, kolektivitas usaha, dan akses petani terhadap permodalan dan pasar. Kegiatan ini disimpulkan mampu menjadi langkah awal penguatan kelembagaan koperasi kakao berbasis BUMDes yang berkelanjutan bagi kesejahteraan petani</p> 2026-08-10T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Sejuk Ananing, Novika Indriani