Analisis Perbandingan Pengeringan Biji Kakao (Theobroma cacao L.) Menggunakan Metode Penjemuran, Pengovenan, Dan Pemanfaatan Inovasi Dehidrator Sederhana Terhadap Kualitas Biji Kakao
DOI:
https://doi.org/10.54387/semnasbun.v1i1.203Keywords:
Theobroma cacao L, Pengeringan, Penjemuran, Pengovenan, DehidratorAbstract
Pengeringan merupakan tahapan pascapanen yang berperan penting dalam menentukan mutu biji kakao (Theobroma cacao L.) karena memengaruhi kadar air, karakter fisik, serta daya simpan biji kakao. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh metode pengeringan melalui penjemuran, pengovenan, dan pemanfaatan inovasi dehidrator sederhana terhadap kualitas biji kakao yang dihasilkan. Penelitian dilaksanakan dengan menerapkan tiga metode pengeringan pada biji kakao yang telah melalui proses fermentasi. Parameter yang diamati meliputi kadar air akhir serta lama pengeringan dengan membandingkan cost setiap metode pengeringan. Metode penjemuran dilakukan dengan memanfaatkan radiasi sinar matahari, metode pengovenan menggunakan suhu yang dikontrol secara konstan, sedangkan dehidrator sederhana dikembangkan sebagai alternatif teknologi pengeringan yang efektif dan efisien serta fleksibel digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pengovenan menghasilkan kadar air yang lebih stabil dan waktu pengeringan yang relatif lebih singkat, namun memerlukan konsumsi energi yang lebih tinggi. Metode penjemuran memiliki keunggulan dari segi biaya operasional, tetapi sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca, serta meningkatkan risiko pertumbuhan jamur. Sementara itu, penggunaan dehidrator sederhana mampu menghasilkan biji kakao dengan tingkat kekeringan yang relatif merata serta waktu pengeringan yang lebih singkat dengan konsumsi energi yang lebih rendah. Inovasi dehidrator sederhana menjadi metode pengeringan kakao pascafermentasi terbaik karena mampu menghasilkan tingkat kekeringan yang merata dan cepat dengan konsumsi energi rendah, mengatasi kelemahan metode pengovenan yang boros energi serta penjemuran yang bergantung pada cuaca dan berisiko jamur.
References
Baihaqi, et al., 2016. Pengaruh Fasilitator Fermentasi Dan Suhu Pengeringan Terhadap Kualitas Biji Kakao. Jurnal Floratek 11 (2): pp 134-142
Dzelagha, et., al., 2020. A review of cocoa drying technologies and the effect on bean quality parameters, Int. J. Food Sci. vol.2020,1-11
Izzatin, N. et., al (2023). Analisis Daya Saing Ekspor Kakao Indonesia di Pasar Internasional. Agro Bali: Agricultural Journal, 6(2), 337-349.
Said, A., & Baharuddin, A. (2019). Pengaruh Metode Pengeringan terhadap Mutu Biji Kakao Kering. Jurnal Industri Hasil Perkebunan, 14(2), 45–54.
Sidabariba, N. et al., 2017. Uji Variasi Suhu Pengeringan Biji Kakao Dengan Alat Pengering Tipe Kabinet Terhadap Mutu Bubuk Kakao. Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian (5) pp 192-195
Supardi, R. (2021). Pertanian Indonesia dalam menghadapi persaingan pasar bebas. Jurnal Pertanian Indonesia, 26(2), 85–94.
Wardana, & Nugroho, A. (2022). Rancang Bangun Dehidrator Sederhana untuk Pengeringan Biji Kakao. Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem, 10(3), 120–128.
Yulianingsih, et., al. (2021). Perbandingan Kualitas Biji Kakao Pada Pengeringan Oven Dan Penjemuran. Jurnal Teknologi Pertanian, 22(1), 15–24
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Maharani, Andi Aditya Maulana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


