Pengaruh Penghentian Aplikasi Stimulan Ketika Musim Gugur Daun terhadap Indeks Penyumbatan dan Kecepatan Aliran Lateks pada Tanaman Karet (Hevea brasiliensis)
DOI:
https://doi.org/10.54387/semnasbun.v1i1.201Keywords:
Tanaman karet, gugur daun, indeks penyumbatan, kecepatan aliran lateks, stimulanAbstract
Tanaman karet (Hevea brasiliensis) merupakan komoditas perkebunan penting yang menghasilkan lateks sebagai bahan baku berbagai produk industri. Produktivitas lateks dipengaruhi oleh kondisi fisiologis tanaman, sistem sadap, penggunaan stimulan, dan perubahan kondisi tanaman selama periode gugur daun alami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aplikasi stimulan dan penghentian stimulan (saat musim gugur daun) terhadap Indeks Penyumbatan (IP) dan Kecepatan Aliran Lateks (KAL) pada tanaman karet, serta mengkaji korelasi antar parameter tersebut sebagai dasar dalam merancang strategi penyadapan yang lebih efisien dan adaptif. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan PT Riset Perkebunan Nusantara Unit Bogor-Getas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Penelitian telah dilakukan pada bulan Mei 2026 saat stimulan etefon masih diaplikasikan dan bulan Juli 2026 setelah stimulan dihentikan. Penelitian menggunakan lima perlakuan dosis stimulan, yaitu 0 (G0), 0,5 g/pohon (G1), 1 g/pohon (G2 sebagai dosis normal), 1,5 g/pohon (G3), dan 2 g/pohon (G4). Data dianalisis menggunakan ANOVA dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada saat stimulan diaplikasikan, G4 menghasilkan produktivitas lateks basah tertinggi sebesar 187,5 g/pohon/sadap, sedangkan G2 menghasilkan 106,7 g/pohon/sadap dengan IP 1,6% dan KAL 1,7 ml/menit. Setelah stimulan dihentikan, produktivitas seluruh perlakuan menurun dan IP meningkat. G4 tetap menghasilkan produktivitas tertinggi sebesar 67,2 g/pohon/sadap, sedangkan G2 menghasilkan 41,7 g/pohon/sadap dengan IP 7,8% dan KAL 2,5 ml/menit. Pengaruh IP dan KAL terhadap produktivitas berbeda antarperlakuan dan periode pengamatan. Hasil menunjukkan bahwa penghentian stimulan pada awal periode gugur daun diikuti peningkatan penyumbatan dan penurunan produktivitas. G2 sebagai dosis normal menunjukkan respons relatif moderat setelah penghentian stimulan, sehingga penggunaan stimulan perlu disesuaikan dengan kondisi fisiologis tanaman dan musim.
References
Atminingsih, Naiptupulu, & Siregar, T.H.S. (2016). Influence of stimulant concentrations on latex physiology of several rubber clones (Hevea brasiliensis, Muell Arg). Indonesian J. Nat. Rubb. Res., 34(1), 13–24.
Buttery, B. R., & Boatman, S. G. (1967). Effects of tapping, wounding, and growth regulators on turgor pressure in Hevea brasiliensis muell. Arg. Journal of Experimental Botany.
Cornish, K. (2017). Alternative Natural Rubber Crops: Why Should We Care? Technology & Innovation.
Milford, G.F.J, Paardekooper, E.C., & Ho, C.Y. (1969). Latex vessel plugging, its importance to yield and clonal of rubber tree (Hevea brasiliensis) using RAPD and microsatellite markers. Songklanakrin, Journal Science of Technology, 30: 553-560.
Priyadarshan, P. M. (2011). Biology of Hevea Rubber. Oxfordshire: CAB International.
Rinojati, N. D., & Rouf, A. (2020). Analisis finansial penggunaan teknologi stimulan gas etilen pada kondisi harga karet yang dinamis. Warta Perkaretan, 39(1), 73–84.
Sayurandi, Wirnas, D., & Woelan, S. (2017). The genotype x season interaction of latex physiology characters and yield potential of some rubber genotypes crossing result in 1992. Warta Perkaretan, 36(2), 99–112.
Siregar, Tumpal HS. 2001. Teknik Penyadapan Karet. Kanisius. Yogyakarta. Hal 37-39.
Suhendry, I., Wijaya, A., & Sayurandi. (2018). Penggunaan pisau sadap Bi-Cut untuk menunjang efektivitas dan efisiensi pada perkebunan karet.
Suherman, C., Dewi, I. R., & Wulansari, R. (2020). Pengaruh metode aplikasi dan dosis stimulan cair terhadap produksi lateks pada tanaman karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg.) klon PR 300 umur 25 tahun. Jurnal Kultivasi, 19(1), 1023–1029.
Sumarmadji, Siswanto, & Yahya, S. (2004). Penggunaan parameter fisiologi lateks untuk penentuan sistem eksploitasi tanaman karet. Jurnal Penelitian Karet, 22(1), 41–52.
Sumarmadji, Siregar, T.H.S., & Junaidi, U. (2005). Optimasi produktivitas klon karet melalui berbagai sistem eksploitasi. Prosiding Lokakarya Nasional Pemuliaan Tanaman Karet, 123–140.
Sumarmadji, S. A. Wibowo, & K. Megawati. (2013). Teknik Pemanenan Lateks Tanaman Karet. Balai Penelitian Sungei Putih–Pusat Penelitian Karet.
Woelan, S., Sayurandi, & Irwansyah, E. (2014). Keragaman genetik tanaman karet (Hevea brasiliensis) dari hasil persilangan interspesifik. Jurnal Penelitian Karet, 32(2).
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Farisa Laysa Putri, Akhmad Rouf

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


