Strategi Closed-Loop Integratif: Mengurai Hambatan Sosio-Ekonomi Hilirisasi Kopi Rakyat

Authors

  • Dwi Scativana Isnaeni Peneliti Independen, Banjarnegara, Jawa Tengah, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54387/semnasbun.v1i1.197

Keywords:

hilirisasi kopi, kopi rakyat, likuiditas, mutu kopi, patron-klien

Abstract

Kopi merupakan komoditas perkebunan yang melibatkan petani dalam jumlah besar, tetapi keterlibatan pada tahap produksi belum selalu diikuti penguasaan terhadap aktivitas yang menghasilkan nilai tambah. Persoalan tersebut berkaitan dengan keterbatasan likuiditas, ketidakpastian imbalan atas peningkatan mutu, dan ketergantungan pada jaringan perdagangan informal. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan ketiga persoalan tersebut dalam hilirisasi kopi rakyat dan merumuskan kerangka kelembagaan yang mengintegrasikan pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, pembiayaan, dan pemasaran. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif berbasis data sekunder. Sumber data terdiri atas statistik pemerintah, laporan kelembagaan, dan artikel ilmiah mengenai rantai nilai kopi, pengolahan pascapanen, mutu, pembiayaan pertanian, koperasi, Sistem Resi Gudang, serta relasi perdagangan petani. Analisis dilakukan melalui pemetaan persoalan, sintesis mekanisme, dan perumusan model konseptual. Hasil analisis menunjukkan bahwa tekanan likuiditas mendorong petani menjual kopi segera setelah panen sehingga kesempatan melakukan pengolahan dan penyimpanan menjadi terbatas. Pada saat yang sama, peningkatan mutu tidak selalu menghasilkan harga yang lebih tinggi apabila kualitas tidak dapat diverifikasi dan diterjemahkan menjadi premium. Kondisi tersebut mempertahankan fungsi pedagang pengumpul yang menyediakan pembayaran cepat, pengumpulan, transportasi, informasi, dan akses pasar. Berdasarkan temuan tersebut dirumuskan Closed-Loop Integrative System berbasis koperasi yang menghubungkan pengumpulan, grading, pengolahan minimum, penyimpanan, dana talangan, pemasaran, dan pembayaran kepada petani. Model ini merupakan kerangka konseptual yang masih memerlukan validasi empiris.

References

Arslan, C., Gregg, D., & Wollni, M. (2024). Paying more to make less: Value degrading in the coffee value chain in eastern Uganda. American Journal of Agricultural Economics, 106(1), 96–117. https://doi.org/10.1111/ajae.12389

Badan Pusat Statistik. (2024). Statistik kopi Indonesia 2023. Badan Pusat Statistik.

Damayanti, A., Saputri, N. C., Rifky, M., Luthfi, A. G., & Rini, H. S. (2019). The patron-client relations in the distribution chain of coffee products in Jambon Hamlet, Medono Village, Boja Sub-District of Kendal Regency. Dalam Proceedings of the International Conference on Rural Studies in Asia (ICoRSIA 2018).

Food and Agriculture Organization. (2011). Financing agricultural value chains in Africa: Focus on coffee and sesame in Ethiopia. FAO.

Gereffi, G., & Fernandez-Stark, K. (2016). Global value chain analysis: A primer (2nd ed.). Duke University, Center on Globalization, Governance & Competitiveness.

Gereffi, G., Humphrey, J., & Sturgeon, T. (2005). The governance of global value chains. Review of International Political Economy, 12(1), 78–104. https://doi.org/10.1080/09692290500049805

Hernandez-Aguilera, J. N., Gómez, M. I., Rodewald, A. D., Rueda, X., Anunu, C., Bennett, R., & van Es, H. M. (2018). Quality as a driver of sustainable agricultural value chains: The case of the Relationship Coffee Model. Business Strategy & the Environment, 27(2), 179–198. https://doi.org/10.1002/bse.2009

Kaplinsky, R., & Morris, M. (2001). A handbook for value chain research. Institute of Development Studies, University of Sussex.

Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2023). Outlook komoditas perkebunan: Kopi 2023. Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian.

Lestari, I., & Nurdin, I. P. (2025). Ikatan patron-klien dalam pertanian kopi: Peran toke dalam kesejahteraan petani. KAMBOTI: Jurnal Sosial dan Humaniora, 5(2), 103–112.

Meriko, E., Fitriani, F., Analianasari, & Noer, I. (2025). Strategi penguatan rantai pasokan kopi Robusta Lampung. Journal of Food System and Agribusiness, 9(2), 95–102.

Sengere, R. W., Curry, G. N., & Koczberski, G. (2019). Forging alliances: Coffee grower and chain leader partnerships to improve productivity and coffee quality in Papua New Guinea. Asia Pacific Viewpoint, 60(2), 220–235.

USAID. (2012). Agricultural value chain finance: Beyond microfinance? United States Agency for International Development.

Wambua, D. M., Ndirangu, S. N., Mogaka, H., & Gichimu, B. M. (2024). Decomposition of the coffee value chain among smallholder farmers in Embu and Kirinyaga Counties in Central Kenya. Advances in Agriculture, 2024, Article 9346391. https://doi.org/10.1155/2024/9346391

Downloads

Published

2026-09-28

Citation Check