Interaksi Iklim-Tanah dalam Mengendalikan Produktivitas Kelapa Sawit pada Kondisi Variabilitas Curah Hujan di Ekosistem Lahan Mineral dan Gambut

Authors

  • Nurhayati Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Islam Sumatera Utara, Medan, Indonesia
  • Kaffi Hanzallah Alumni Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Islam Sumatera Utara, Medan, Indonesia
  • Ratna Mauli Lubis Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Islam Sumatera Utara, Medan, Indonesia
  • Diapari Siregar Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Islam Sumatera Utara, Medan, Indonesia
  • Sri Hafnida Ritonga Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Islam Sumatera Utara, Medan, Indonesia
  • Muhammad Rizwan Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Islam Sumatera Utara, Medan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54387/semnasbun.v1i1.194

Keywords:

Kelapa Sawit, Variabilitas Curah Hujan, Lahan Mineral, Lahan Gambut, Stabilitas Produksi

Abstract

Produktivitas kelapa sawit dipengaruhi oleh interaksi antara variabilitas iklim, karakteristik tanah, ketersediaan air, dan pengelolaan tanaman. Perbedaan karakteristik lahan mineral dan gambut dapat menghasilkan respons produktivitas yang berbeda terhadap perubahan curah hujan. Penelitian ini bertujuan menganalisis stabilitas produktivitas, variabilitas curah hujan, serta keterkaitan iklim dan karakteristik tanah dengan produktivitas kelapa sawit pada kedua ekosistem. Penelitian menggunakan reanalisis data sekunder periode 2019–2023 dari lahan mineral di Kebun Air Tenang/PTPN II Sawit Seberang, Kabupaten Langkat, dan lahan gambut di PT Umbul Mas Wisesa, Kabupaten Labuhan Batu Selatan. Variabel yang dianalisis meliputi curah hujan, jumlah hari hujan, produktivitas, serta sifat kimia tanah. Reanalisis dilakukan menggunakan koefisien variasi (CV) produktivitas dan curah hujan, indeks intensitas hujan sebagai rasio curah hujan terhadap jumlah hari hujan, serta analisis korelasi eksploratif. Hasil menunjukkan bahwa lahan mineral memiliki CV produktivitas sekitar 0,85%, sedangkan lahan gambut 10,75%. Sebaliknya, CV curah hujan lahan mineral mencapai sekitar 17,70%, lebih tinggi daripada lahan gambut sebesar 11,87%. Lahan gambut menunjukkan kecenderungan hubungan negatif antara curah hujan dan produktivitas, sedangkan hubungan hari hujan relatif lemah. Analisis sifat tanah menunjukkan pola keterkaitan yang kompleks dan pentingnya keseimbangan hara. Temuan ini mengindikasikan karakter buffering response pada lahan mineral dan sensitivity response pada lahan gambut. Kesimpulannya, ketahanan produksi kelapa sawit perlu dievaluasi berdasarkan produktivitas dan stabilitas produksi serta mempertimbangkan interaksi iklim–tanah–rezim air.

References

Anggata, F. U., Lim, S.-F., Mah, Y.-S., Busman, N. A., Nagamitsu, M., Sangok, F., & Melling, L. (2024). Long-term rainfall and water table influence on groundwater nutrient dynamics from an oil palm plantation. Water Science, 38(1), 569–586. https://doi.org/10.1080/23570008.2024.2417514

Cock, J., Kam, S. P., Cook, S., Donough, C., Lim, Y. L., Jines-Leon, A., Lim, C. H., Primananda, S., Yen, B. T., Mohanaraj, S. N., Samosir, Y. M. S., & Oberthür, T. (2016). Learning from commercial crop performance: Oil palm yield response to management under well-defined growing conditions. Agricultural Systems, 149, 99–111. https://doi.org/10.1016/j.agsy.2016.09.002

Khoiri, I., Radian, & Abdurrahman, T. (2025). DRIS analysis of nutrient balance for high-yielding oil palm plantations in peatlands. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 30(4), 754–764. https://doi.org/10.18343/jipi.30.4.754

Lim, Y. L., Tenorio, F. A., Monzon, J. P., Sugianto, H., Donough, C. R., Rahutomo, S., Agus, F., Slingerland, M. A., Darlan, N. H., Dwiyahreni, A. A., Farrasati, R., Mahmudah, N., Muhamad, T., Nurdwiansyah, D., Palupi, S., Pradiko, I., Saleh, S., Syarovy, M., Wiratmoko, D., & Grassini, P. (2023). Too little, too imbalanced: Nutrient supply in smallholder oil palm fields in Indonesia. Agricultural Systems, 210, 103729. https://doi.org/10.1016/j.agsy.2023.103729

McCalmont, J., Kho, L. K., Teh, Y. A., Chocholek, M., Rumpang, E., Rowland, L., Basri, M. H. A., & Hill, T. (2023). Oil palm (Elaeis guineensis) plantation on tropical peatland in South East Asia: Photosynthetic response to soil drainage level for mitigation of soil carbon emissions. Science of the Total Environment, 858, 159356. https://doi.org/10.1016/j.scitotenv.2022.159356

Mubarok, H., Sudradjat, Agusta, H., & Pulunggono, H. B. (2024). Evaluation of oil palm (Elaeis guineensis Jacq.) productivity on peatlands based on DRIS analysis of leaf nutrient content in Siak District of Indonesia. Australian Journal of Crop Science, 18(6), 342–351. https://doi.org/10.21475/ajcs.24.18.06.pne56

Prabowo, N. E., Foster, H. L., & Nelson, P. N. (2023). Potassium and magnesium uptake and fertiliser use efficiency by oil palm at contrasting sites in Sumatra, Indonesia. Nutrient Cycling in Agroecosystems, 126, 263–278. https://doi.org/10.1007/s10705-023-10289-7

Ramachandrudu, K. R., Harsha Vardhan, K., Premalatha, R. P., & Subbanna, A. R. N. S. (2026). Climate change and oil palm: Impacts and adaptation strategies for resilient production. Frontiers in Climate, 8, 1862586. https://doi.org/10.3389/fclim.2026.1862586

Utami, S. N. H., Kusumawardani, P. N., Maftu’ah, E., Noor, M., Masganti, Wakhid, N., Nurhayati, Sulaeman, Y., & Karolinoerita, V. (2024). Empty fruit bunch oil palm ash and biochar improved peat soil properties, NPK status on leaves, and the growth of immature oil palm plantations. Applied and Environmental Soil Science, 2024, 1133527. https://doi.org/10.1155/aess/1133527

Wulandari, R., Abas, A. A., & Abdullah, A. (2025). Understanding the impact of climate change on oil palm plantation: A systematic literature review. Frontiers in Sustainable Food Systems, 9, 1621217. https://doi.org/10.3389/fsufs.2025.1621217

Downloads

Published

2026-09-28

Citation Check