Pengaruh Konsentrasi KOH dan Ukuran Partikel terhadap Rendemen Humic-Like Substances dari Hydrochar Ampas Tebu melalui Proses Hidrotermal-Alkali

Authors

  • Nurul Azizah Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri, Politeknik LPP Yogyakarta, Indonesia
  • Ratna Sri Harjanti Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri, Politeknik LPP Yogyakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54387/semnasbun.v1i1.189

Keywords:

ampas tebu, ekstraksi hidrotermal, humic-like substances, KOH, ukuran partikel

Abstract

Ampas tebu sebagai limbah padat industri gula memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber humic-like substances melalui proses ekstraksi alkali. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsentrasi KOH dan ukuran partikel terhadap rendemen serta karakteristik humic-like substances yang diekstrak dari ampas tebu. Penelitian ini menggunakan variasi konsentrasi KOH 0,25; 0,50; 0,75; 1,00; dan 1,25 M, serta variasi ukuran partikel 12, 16, 20, 40, dan 60 mesh. Produk hasil ekstraksi dianalisis melalui uji kelarutan dalam suasana asam dan basa serta karakterisasi menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). Selanjutnya, humic-like substances diaplikasikan pada tanaman kangkung air (Ipomoea aquatica) sebagai uji pendahuluan pembenah tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen humic-like substances mengalami peningkatan seiring dengan pengecilan ukuran partikel hingga 60 mesh menghasilkan rendemen 29,89% dan peningkatan konsentrasi KOH hingga 1,00 M menghasilkan rendemen 29,82%, kemudian menurun pada konsentrasi 1,25 M dengan rendemen 26,19%. Uji kelarutan menunjukkan produk larut dalam suasana basa dan mengendap pada kondisi asam (pH 1–2). Analisis FTIR mengindikasikan keberadaan gugus fungsi utama, seperti hidroksil (O-H), karboksilat/karbonil (C=O), kerangka aromatik (C=C), dan C-O, yang mendukung karakteristik humic-like substance. Uji pendahuluan menunjukkan bahwa perlakuan 1,4 gram menghasilkan tinggi tanaman tertinggi sebesar 11 cm serta memberikan indikasi awal peningkatan pH tanah dari 5,2 menjadi 7,1 pada sampel yang diamati. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa ampas tebu layak diolah sebagai bahan baku humic-like substances yang berpotensi dimanfaatkan sebagai pembenah tanah.

References

Bento, L. R., Melo, C. A., Ferreira, O. P., Moreira, B., Mounier, S., Piccolo, A., Spaccini, R., & Bisinoti, M. C. (2019). Humic extracts of hydrochar and Amazonian Dark Earth: Molecular characteristics and effects on maize seed germination. Journal Pre-Proofs.

Dharma, U. S., Rajabiah, N., & Setyadi, C. (2017). Pemanfaatan Limbah Blotong dan Bagasse Menjadi Biobriket dengan Perekat Berbahan Baku Tetes Tebu dan Setilage. Jurnal Teknik Mesin, 6(1). http://ojs.ummetro.ac.id/index.php/turbo%

Firmansyah, A. H., Zamrudy, W., Naryono, E., Kimia, J. T., Malang, P. N., Soekarno, J., & No, H. (2023). Studi kelayakan pemanfaatan limbah (blotong, ampas tebu, tetes) sebagai biobriket. Jurnal Teknologi Separasi, 9(9), 303–317.

Kumar, A., Kumar, V., & Singh, B. (2021). International Journal of Biological Macromolecules Cellulosic and hemicellulosic fractions of sugarcane bagasse : Potential , challenges and future perspective. International Journal of Biological Macromolecules, 169, 564–582. https://doi.org/10.1016/j.ijbiomac.2020.12.175

Li, H., Ding, S., & Yuan, J. (2023). Extraction of Humic Acids from Lignite and Its Use as a Biochar Activator. ACS Omega, 8, 12206–12216.

Moreno-Chocont, L. N., Sophia, A., & Guerrero-fajardo, C. A. (2024). Evaluation of the Effect of Particle Size and Biomass-to-Water Ratio on the Hydrothermal Carbonization of Sugarcane Bagasse. Journal Chemengineering, 8, 43.

Pérez, N. P., Alejandro, J., Travieso, R., Shelton, E. D. E., Pedroso, D. T., Machin, E. B., Tuna, C. E., & Silveira, J. L. (2025). Unlocking the potential of sugarcane bagasse : a comprehensive analysis for advanced energy conversion. Bioresources and Bioprocessing. https://doi.org/10.1186/s40643-025-00878-5

Putri, N., & Sukri, M. Z. (2020). Aplikasi Asam Humat Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung Manis ( Zea mays saccharata Sturt .). AGROPROSS, National Conference Proceedings of Agriculture., 8–9.

Qiu, C., Xu, W., Wang, Y., Yang, J., & Su, X. (2021). Hydrothermal alkaline conversion of sewage sludge : optimization of process parameters and characterization of humic acid. Environmental Science and Pollution Research.

Shao, Y., Zhao, J., Long, Y., & Lu, W. (2023). Two-step hydrothermal conversion of biomass waste to humic acid using hydrochar as intermediate. 17(10), 119.

Wang, W., Liu, J., Ma, Z., Wang, Y., & Zhang, L. (2025). Enhanced hydrothermal humification of lignocellulosic biomass : Engineering the reaction pathway and economic evaluation. Journal of Environmental Chemical Engineering, 13.

Downloads

Published

2026-09-28

Citation Check