Disfungsi Rantai Pasok Kakao Rakyat di Wilayah Perbatasan: Analisis Kualitatif Praktik Operasional Petani BPP Sebatik Barat
DOI:
https://doi.org/10.54387/semnasbun.v1i1.175Keywords:
rantai pasok kakao, manajemen operasional, wilayah perbatasan, studi kualitatif, BPP Sebatik BaratAbstract
Kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan rakyat strategis di Kecamatan Sebatik Barat, wilayah kepulauan terluar Indonesia yang berbatasan langsung dengan Tawau, Malaysia, dengan luas tanam 961,5 hektare dan produksi 749,9 ton per tahun. Penelitian ini bertujuan menganalisis titik-titik disfungsi dalam rantai pasok kakao rakyat serta faktor struktural yang melanggengkannya di wilayah kerja BPP Sebatik Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus instrumental. Partisipan dipilih secara purposive dan snowball, terdiri atas petani kakao selaku ketua kelompok tani dan penyuluh pertanian lapangan, dengan data diperkaya melalui observasi, studi dokumentasi, dan data statistik perkebunan resmi triwulan berjalan. Data dianalisis secara tematik dan diperiksa keabsahannya melalui triangulasi sumber serta member checking. Hasil penelitian mengidentifikasi empat temuan utama: (1) non-fermentasi biji kakao sebagai pilihan ekonomi rasional, bukan ketidaktahuan; (2) disfungsi hilirisasi berlapis akibat keterbatasan SDM, infrastruktur, dan pengetahuan formulasi produk; (3) agensi tawar-menawar petani yang berdampingan dengan kerentanan terhadap risiko penyimpanan dan fluktuasi harga; serta (4) fenomena “komoditas di persimpangan”, ditandai alih fungsi total satu kelompok tani ke kelapa sawit yang terjadi bersamaan dengan investasi tanam ulang kakao pada kelompok lain. Penelitian ini mengusulkan pemahaman petani kakao perbatasan sebagai aktor dengan agensi dalam batas (bounded agency), bukan penerima pasif kondisi rantai pasok yang timpang, sekaligus merekomendasikan penguatan insentif harga fermentasi, kaderisasi fasilitator lokal berkelanjutan, dan strategi retensi lahan kakao sebagai langkah kebijakan yang mendesak.
References
Anhar, H. M., Cahyani, N. J., Hadafi, A., & Anhar, K. I. (2026). Navigasi tegangan pasar: Pengalaman penyuluh pertanian dalam mendampingi petani di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia (Studi fenomenologi di BPP Sebatik Barat). Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian, 7(1), 73–107. https://doi.org/10.47687/snppvp.v7i1.2187
Barrett, C. B., Reardon, T., Swinnen, J., & Zilberman, D. (2022). Agri-food value chain revolutions in low- and middle-income countries. Journal of Economic Literature, 60(4), 1316–1377.
Braun, V., & Clarke, V. (2021). To saturate or not to saturate? Questioning data saturation as a useful concept for thematic analysis and sample-size rationales. Qualitative Research in Sport, Exercise and Health, 13(2), 201–216. https://doi.org/10.1080/2159676X.2019.1704846
Braun, V., & Clarke, V. (2022). Conceptual and design thinking for thematic analysis. Qualitative Psychology, 9(1), 3–26. https://doi.org/10.1037/qup0000196
BPP Sebatik Barat. (2023). Programa penyuluhan pertanian BPP Kecamatan Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan tahun 2023 [Dokumen perencanaan tidak dipublikasikan]. Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sebatik Barat.
Changalima, I. A., & Ismail, I. J. (2022). Agriculture supply chain challenges and smallholder maize farmers' market participation decisions in Tanzania. Tanzania Journal of Agricultural Sciences, 21(1), 104–120.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Nunukan. (2026). Luas areal, produksi, produktivitas, dan jumlah petani komoditas kakao Kabupaten Nunukan triwulan I tahun 2026 [Data statistik tidak dipublikasikan].
Dinarsyah, H., & Handayani, F. (2026). Kinerja rantai pasok petani kakao mitra PT XYZ area operasional Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis, 12(1), 1182–1190. https://doi.org/10.25157/ma.v12i1.22461
Fang, H., Fang, F., Hu, Q., & Wan, Y. (2022). Supply chain management: A review and bibliometric analysis. Processes, 10(9), Article 1681.
Fatorachian, H., & Kazemi, H. (2021). Impact of Industry 4.0 on supply chain performance. Production Planning & Control, 32(1), 63–81. https://doi.org/10.1080/09537287.2020.1712487
Ginting, N., Rahmanta, & Lindawati. (2021). Analisis daya saing kakao olahan dan faktor-faktor yang mempengaruhi daya saing kakao olahan Provinsi Sumatera Utara, Indonesia di pasar internasional. Agro Bali: Agricultural Journal, 4(3), 425–437.
Horton, D., Devaux, A., Bernet, T., Mayanja, S., Ordinola, M., & Thiele, G. (2023). Inclusive innovation in agricultural value chains: Lessons from use of a systems approach in diverse settings. Innovation and Development, 13(3), 517–539.
Karatepe, I. D., & Scherrer, C. (2024). Smallholder challenges of social and economic upgrading in agricultural value chains: A cross-country, cross-crop comparison. Agrarian South, 13(3), 317–340.
Kompas Agri. (2026, 28 April). Reformasi rantai pasok kakao. https://agri.kompas.com/read/2026/04/28/152500484/reformasi-rantai-pasok-kakao
Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. Sage Publications.
Mulisa, F. (2022). Sampling techniques involving human subjects: Applications, pitfalls, and suggestions for further studies. International Journal of Academic Research in Education, 8(1), 74–83. https://doi.org/10.17985/ijare.1225214
Pitaloka, N., Naitkakin, Humoen, dkk. (2025). Karakteristik fisik biji kakao (Theobroma cacao L.) hasil fermentasi. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek, 4(3).
Sabahannur, S., Syam, N., & Ervina, E. (2023). Mutu fisik dan kimia biji kakao (Theobroma cacao L.) pada beberapa jenis klon. Jurnal Agrotek, 7(2), 99–107.
Sada, H., Ulyasniati, U., & Sukratman, I. M. (2025). Analisis alih fungsi lahan usahatani kakao menjadi kelapa sawit di Kecamatan Tinondo Kabupaten Kolaka Timur. Student Scientific Creativity Journal, 3(2), 184–192. https://doi.org/10.55606/sscj-amik.v3i2.5582
Susila, W. R., & Sinaga, B. M. (2021). Determinan keputusan petani beralih dari kakao ke kelapa sawit: Studi kasus Kalimantan Timur. Jurnal Agro Ekonomi, 39(1), 1–18. https://doi.org/10.21082/jae.v39n1.2021.1-18
Tulnafsi, L., Alimuddin, S., & Sabahannur, S. (2025). Karakterisasi mutu biji kakao (Theobroma cacao L.) hasil fermentasi pada berbagai konsentrasi ragi dan waktu pengadukan. AGROTEK: Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian, 9(2).
Yanti, B. V. I., & Muawanah, U. (2020). Dinamika kesepakatan perdagangan lintas batas antara Indonesia dan Malaysia dan pengembangan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Sebatik di Kalimantan Utara. Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 10(1), 53–63. https://doi.org/10.15578/jksekp.v10i1.8318
Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). Sage Publications.
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Hutama Muhammad Anhar, Nurul Jamilah Cahyani, Faza Fadhlil Rosyad, Kharisma Ilyasa Anhar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


