Korelasi Kondisi Agroklimat Terhadap Produktivitas Tanaman Karet (Hevea brasiliensis) Setelah Penghentian Aplikasi Stimulan Cair
DOI:
https://doi.org/10.54387/semnasbun.v1i1.168Keywords:
agroklimat, etefon, karet, produksi lateks, stimulanAbstract
Tanaman karet (Hevea brasiliensis) merupakan salah satu komoditas perkebunan yang produksinya dipengaruhi oleh kondisi fisiologis tanaman, perlakuan penyadapan, dan faktor lingkungan. Aplikasi stimulan berbahan aktif etefon dapat meningkatkan produksi lateks, tetapi respons tanaman terhadap kondisi agroklimat setelah aplikasi stimulan dihentikan masih perlu dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kondisi agroklimat dengan produksi lateks tanaman karet setelah penghentian aplikasi stimulan cair serta membandingkan produktivitas tanaman pada periode aplikasi dan setelah penghentian stimulan. Penelitian dilaksanakan melalui pengamatan lapangan pada tanaman karet menghasilkan (TM) dengan perlakuan dosis stimulan G0–G4. Pengamatan dilakukan selama dua bulan, yaitu Juni saat stimulan diaplikasikan dan Juli setelah aplikasi stimulan dihentikan. Parameter yang diamati meliputi produktivitas lateks basah, kadar karet kering (KKK), dan produktivitas karet kering (g/pohon/sadap), serta kondisi agroklimat berupa curah hujan, kelembapan udara, panjang penyinaran, dan suhu. Analisis hubungan agroklimat dengan parameter produksi dilakukan menggunakan regresi, sedangkan perbandingan periode aplikasi dan penghentian stimulan serta dosis dianalisis menggunakan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi agroklimat selama Juni–Juli tidak mengalami perubahan yang signifikan, sedangkan produktivitas karet kering mengalami penurunan signifikan setelah penghentian stimulan. Hasil regresi menunjukkan bahwa kondisi agroklimat tidak berpengaruh signifikan terhadap parameter produksi pada setiap dosis stimulan. ANOVA menunjukkan bahwa periode aplikasi dan penghentian stimulan serta dosis berpengaruh signifikan terhadap produktivitas karet kering, sedangkan dosis juga menunjukkan perbedaan nyata terhadap KKK. Penelitian menyimpulkan bahwa perubahan produksi setelah penghentian stimulan diduga lebih berkaitan dengan faktor selain agroklimat yang diamati, sehingga diperlukan pengamatan dalam periode yang lebih panjang.
References
Andriyanto, M., & Darojat, M. R. (2016). Potensi polyethylene glycol (PEG) sebagai stimulan lateks pada tanaman karet (Hevea brasiliensis Mull. Arg). Agrovigor: Jurnal Agroekoteknologi, 9(1), 73–81.
Andriyanto, M., Wijaya, A., & Rachmawan, A. (2019). Produksi tanaman karet (Hevea brasiliensis) pada waktu pengumpulan lateks yang berbeda. Jurnal Agro Estate, 3(1), 27–34.
Ardika, R. (2025). Effect of soil water dynamic on latex physiological parameters on rubber tree. 1526(1), 012004.
Daslin, A. (2013). Produktivitas klon karet pada berbagai kondisi lingkungan di perkebunan. AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian, 18(1).
Nakano, Y., Mitsuda, N., Ide, K., Mori, T., Mira, F. R., Rosmalawati, S., Watanabe, N., & Suzuki, K. (2021). Transcriptome analysis of Pará rubber tree (H. brasiliensis) seedlings under ethylene stimulation. BMC Plant Biology, 21(1), 420.
Nugrahani, M. O., Rouf, A., & Aji, Y. B. S. (2022). Pengaruh berbagai metode aplikasi stimulan pada produktivitas tanaman karet. 3(1), 670–677.
Statistik, B. P. (2024). Statistik Karet Indonesia 2023. Retrieved July 25, 2026, from https://www.bps.go.id/assets/publication/2024/11/29/dc3b172868ba150cbb77f7bc/statistik-karet-indonesia-2023.html
Tistama, R., & Hasbunallah, M. D. (2025). Hubungan faktor lingkungan dan aliran lateks terhadap produksi karet pada awal musim gugur daun alami. Warta Perkaretan, 44(1), 1–18.
Wibowo, A., Mustangin, M., Safi’i, A., & Pratiwi, D. (2021). A rapid dry rubber content measurement device based on photoelectric sensors. 662(1), 012028.
Yosephine, I. O., & Guntoro, G. (2019). Pengaruh Aplikasi Stimulan Terhadap Hasil Produksi Tanaman Karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg) Di PT. Socfin Kebun Tanah Besih. Jurnal Agrium, 16(2), 79–89.
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Aji Nugroho Saputro, Akhmad Rouf, Sudadi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


