Analisis Serangan Penyakit Antraknosa (Lasiodiplodia theobromae) Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Pada Fase Main Nursery (MN) Varietas Ramet di PT Tapian Nadenggan Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur

Authors

  • Silmi Balqis Siregar Program Studi Pengelolaan Perkebunan, Politeknik LPP Yogyakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54387/semnasbun.v1i1.167

Keywords:

Antraknosa, Bibit Ramet, Kelapa Sawit, Lasiodiplodia theobromae

Abstract

Penyakit antraknosa (Lasiodiplodia theobromae) merupakan salah satu penyakit yang menyerang bibit kelapa sawit pada fase Main Nursery (MN) dan dapat menghambat pertumbuhan vegetatif tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis intensitas serangan penyakit antraknosa, pengaruhnya terhadap pertumbuhan vegetatif, serta hubungan antara intensitas serangan dengan pertumbuhan bibit kelapa sawit varietas Ramet di PT Tapian Nadenggan, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Penelitian menggunakan metode purposive sampling dengan 195 sampel bibit. Data dianalisis menggunakan regresi linear sederhana, uji Kruskal–Wallis, uji lanjut Pairwise Comparisons, dan korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata intensitas serangan pada Plot B1 sebesar 52,08% (kategori berat) dan Plot A2 sebesar 44,47% (kategori sedang). Intensitas serangan berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter batang (p<0,05). Hasil analisis regresi menunjukkan hubungan negatif, yaitu semakin tinggi intensitas serangan antraknosa maka semakin rendah pertumbuhan vegetatif bibit. Dengan demikian, penyakit antraknosa memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan vegetatif bibit kelapa sawit varietas Ramet pada fase Main Nursery.

References

Atallah, O. O., Hassanin, A. A., Yassin, S. M., Aloufi, A. S., Almanzalawi, E. A., Abdelkhalek, A., Atia, M. M., Behiry, S., Abdelrhim, A. S., & Nehela, Y. (2024). Pathological Characterization and Management of Lasiodiplodia Theobromae, a Hemibiotroph with an Interkingdom Host Range. Plant Disease, 108(11), 3243-3257. https://doi.org/10.1094/PDIS-03-24-0713-RE.

Defitri, Y. (2025). Persentase dan Intensitas Serangan Penyakit Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.). Jurnal Review Pendidikan Dan Pengajaran, 8(2). https://doi.org/10.33087/jagro.v4i2.86

Direktorat Jenderal Perkebunan. (2025). Statistik Perkebunan Jilid 1 2023-2025. Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Goen, A. A., Wirianata, H., & Kristalisasi, E. N. (2023). Abnormalitas Bibit Kelapa Sawit di Pre Nursery dan Main Nursery. Agroforetech.

Munawir, Akka Latifah, Sukiman, Jusdienar, Joko Budiraharjo Andy Sukrisno, & Muhammad Yahdi. (2023). Analisis Pengembangan Kelapa Sawit di Kalimantan. Jurnal Manajemen & Bisnis, 18 (1): 83-89.

Nurafida D, Achmad, Falah S. (2017). Keefektifan Kitosan Dalam Mengendalikan Botryodiplodia theobromae Pat. Penyebab Mati Pucuk Pada Bibit Jabon (Anthocephalus cadamba (Roxb.) Miq). Jurnal Silvikultur Tropika 8(3): 170-176.

Pahan, I. (2012). Panduan Lengkap Kelapa Sawit: Manajemen Agribisnis dari Hulu hingga Hilir. Jakarta: Penebar Swadaya.

Rahmadansyah, W. Y., Andayani, N., & Rahayu, E. (2024). Evaluasi Keragaan Pertumbuhan Bibit Ramet di Main Nursery dengan Pengaturan Frekuensi dan Konsentrasi Pupuk Daun Lengkap. Agroforetech, 2: 1118-1124.

Semangun, H. (2008). Penyakit-Penyakit Tanaman Perkebunan di Indonesia. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Wijayanthy, Monica. (2017). Terobosan Terbaru Material Tanam Eka 1 dan Eka 2 Tingkatkan Produktivitas Minyak Kelapa Sawit ke Level Tertinggi di Industri Indonesia. PT SMART Tbk. Diakses dari website resmi PT SMART Tbk.

Downloads

Published

2026-09-15

Citation Check