Optimalisasi Kadar Air Tanah dan Mutu Pucuk Teh Melalui Biopori Berbahan Organik

Authors

  • Restu Wulansari Tanah dan Nutrisi Tanaman, Pusat Penelitian Teh dan Kina, Gambung, Bandung, Indonesia
  • Mita Amelia Febryani Agroteknologi, Fakultas Teknik dan Pertanian, Universitas Islam Nusantara, Bandung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54387/semnasbun.v1i1.162

Keywords:

Biopori, bahan organik, kadar air tanah, mutu pucuk, tanaman teh

Abstract

Produksi teh sangat ditentukan oleh kualitas pucuk segar yang dipengaruhi kondisi tanah, iklim, serta ketersediaan air, sementara perubahan cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan dalam menjaga kelembapan tanah dan kestabilan produksi. Salah satu upaya konservasi yang dapat diterapkan adalah Lubang Resapan Biopori (LRB) dengan penambahan bahan organik untuk meningkatkan fungsi tanah sebagai penyimpan air sekaligus penyedia hara. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh aplikasi LRB dengan berbagai jenis bahan organik terhadap kadar air tanah (KAT) dan mutu pucuk teh. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Pusat Penelitian Teh dan Kina Gambung pada tanaman teh klon GMB 7, menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 10 perlakuan dan 3 ulangan, terdiri atas kontrol, kompos limbah teh, biochar sekam padi, serta pupuk kandang kambing pada dosis 500 g, 750 g, dan 1 kg. Pengamatan meliputi kadar air tanah dengan metode gravimetric water content, serta analisa pucuk mencakup berat dan jumlah pucuk peko dan pucuk burung, persentase pucuk peko, dan rasio pucuk peko terhadap pucuk burung, dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut Duncan taraf nyata 5%. Hasil menunjukkan aplikasi LRB secara umum belum berpengaruh nyata terhadap KAT, diduga karena waktu pengamatan singkat serta tingginya curah hujan selama penelitian. Namun, perlakuan kompos limbah teh dan pupuk kandang kambing meningkatkan KAT sebesar 5-10% dibandingkan kontrol. Selain itu, penerapan LRB berpengaruh nyata terhadap peningkatan mutu pucuk teh, meskipun sebagian besar rasio pucuk peko terhadap pucuk burung masih di bawah standar. LRB dengan bahan organik tertentu berpotensi menjadi strategi konservasi tanah dan air efektif untuk mendukung kualitas pucuk serta stabilitas produksi teh di tengah perubahan iklim.

References

Agassi, T. N., Sebastian, Y., & Arifin, Z. (2020). Prediksi pengoperasian traktor di lahan kering menggunakan artificial neural network. Jurnal Ilmiah Teknik Pertanian-Tektan, 12(3), 127-133.

Anjarsari, I. R. D., Rezamela, E., Syahrian, H., & Rahadi, V. H. (2020). Pengaruh cuaca terhadap hasil pucuk teh (Camellia sinensis L.(O) Kuntze) klon GMB 7 pada periode jendangan dan pemetikan produksi. Kultivasi, 19(1), 1076-1082. https://doi.org/10.24198/kultivasi.v19i1.23375

Anjarsari, I. R. D., Rezamela, E., Syahrian, H., & Rahadi, V. P. (2021). Pengaruh metode pemangkasan dan pendekatan hormonal terhadap analisis pertumbuhan tanaman teh klon GMB 7 pada periode pemetikan produksi. Kultivasi, 20(1), 62-71. https://doi.org/10.24198/kultivasi.v20i1.31982

Athallah, F. N. F., Wulansari, R., Pranoto, E., & Alimin, M. (2021). Effect of inorganic and organic liquid fertilizer application with different application frequency on growth of yielding tea. Jurnal Agro Industri Perkebunan, 9(2), 83-90. https://doi.org/10.25181/jaip.v9i2

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika. (2025). Prakiraan cuaca. BMKG. https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/32.04.38

Bintang, M., & Anwar, K. A. (2022). Manajemen pembibitan dan produksi pada perusahaan PTPN VI Kayu Aro Kerinci. Setara: Jurnal Ilmu Sosial Teknis, 4(1), 39-50.

Febrianti, K. D. (2021). Pengaruh jenis sampah organik dan lama waktu pengomposannya terhadap laju infiltrasi lubang resapan biopori [Skripsi, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya].

Ferdiansyah, M. R., & Zamzami, A. (2022). Evaluasi metode pemetikan teh (Camellia sinensis (L.) O. Kuntze) untuk memproduksi teh hijau di Perkebunan Teh Negara Kanaan, Bandung. Buletin Agrohorti, 10(3), 440-449. https://doi.org/10.29244/agrob.v10i3.46486

Gomez, K. A., & Gomez, A. A. (1984). Statistical procedures for agricultural research (2nd ed.). John Wiley & Sons.

Gulo, B. J., & Hia, A. (2024). Hubungan antara kadar air tanah dan produksi pertanian di lahan kering. Jurnal Ilmu Pertanian dan Perikanan, 1(1), 159-164. https://doi.org/10.70134/penarik.v2i2.86

Harahap, F. S., Purba, J., & Rauf, A. (2021). Hubungan curah hujan dengan pola ketersediaan air tanah terhadap produksi kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) di dataran tinggi. Agrikultura, 32(1), 37-42. https://doi.org/10.24198/agrikultura.v32i1.27248

Haryanto, R. J., Suryadi, U. E., & Krisnohadi, A. (2024). Korelasi kadar air tanah lapangan dan kedalaman muka air tanah pada zona riparian Kebun Raya Sambas. Jurnal Sains Pertanian Equator, 13(2), 565-575. https://doi.org/10.26418/jspe.v13i2.76851

Hermawan, B. (2021). Monograf: Monitoring real-time dan modeling kelembaban tanah. Cipta Media Nusantara.

Jasmine, T. A., & Rahmadhia, S. N. (2024). Analisis pucuk memenuhi syarat (PMS) dan uji organoleptik teh hijau. Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman, 8(2), 174-189. https://doi.org/10.20884/1.jgipas.2024.8.2.12802

Khoirunisa, I., Budiman, B., & Kurniasih, R. (2022). Pengaruh kadar air tanah tersedia dan pengelolaan pupuk terhadap pertumbuhan meniran (Phyllanthus niruri). Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture), 5(2), 138-146.

NASA. (2025). Data curah hujan. NASA POWER. https://power.larc.nasa.gov/

Nuraida, N., Alim, N., & Arhim, M. (2021). Analisis kadar air, bobot isi dan porositas tanah pada beberapa penggunaan lahan. Prosiding Seminar Nasional Biologi, 7(1), 357-361.

Rahayu, M., & Ritonga, A. W. (2024). Perbandingan kinerja alat pangkas mesin dan manual terhadap pertumbuhan tanaman teh (Camellia sinensis (L.) O. Kuntze) di Kebun Gambung, Bandung. Buletin Agrohorti, 12(3), 320-326.

Ramírez, P. B., Machado, S., Singh, S., Plunkett, R., & Calderón, F. J. (2023). Addressing the effects of soil organic carbon on water retention in US Pacific Northwest wheat-soil systems. Frontiers in Soil Science, 3, Article 1233886. https://doi.org/10.3389/fsoil.2023.1233886

Riyanti, Yusnaini, S., Niswati, A., & Utomo, M. (2026). Dasar-dasar ilmu tanah: Konsep, sifat, dan pengelolaan tanah berkelanjutan. Media Pustaka Indo.

Rizqiyah, E. L., & Wulansari, R. (2025). Pengaruh jenis bahan organik dan slope pada lubang biopori terhadap C-organik dan KTK tanah. Jurnal Sains Teh dan Kina, 4(2).

Rony, M. A. F., & Zaman, S. (2022). Pengelolaan pemangkasan teh (Camellia sinensis (L.) O. Kuntze) di Unit Perkebunan Tambi, PT Tambi, Wonosobo, Jawa Tengah. Jurnal Teknik, Komputer, Agroteknologi dan Sains, 1(2), 201-212.

Salimah, S. N., Junaedi, A., & Sudrajat. (2023). Pengelolaan pemetikan tanaman teh (Camellia sinensis (L.). O. Kuntze) di Wonosobo, Jawa Tengah. Buletin Agrohorti, 11(2), 249-259. https://doi.org/10.29244/agrob.v11i2.47161

Sinaga, S. T. D., Putri, S. H., & Pujianto, T. (2023). Analisis pengendalian kualitas pada proses produksi teh hitam menggunakan metode statistical quality control. Sumber, 145, 10. https://doi.org/10.24198/jt.vol17n2.10

Sudiana, I. K., Parwata, I. P., & Kristiyanti, P. L. P. (2021). Lubang resapan biopori sebagai solusi penanganan masalah sampah dan peningkatan resapan air. Proceeding Senadimas Undiksha, 733.

Wulansari, R., Athallah, F. N. F., & Pramudita, A. A. (2022). Effect of slope and year of pruning of tea plants on soil water content in Indonesian tea plantations. Soil Science Annual, 73(4). https://doi.org/10.37501/soilsa/157103

Wulansari, R., Yuniarti, A., & Rezamela, E. (2020). Efektifitas pembuatan kompos limbah pabrik teh hijau (tea fluff) menggunakan EM4 dan pupuk kandang sapi. Soilrens, 18(1). https://doi.org/10.24198/soilrens.v18i1.29036

Xie, Y., Cao, C., Huang, H., Gong, Y., & Wang, B. (2025). Effects of microbial biocontrol agents on tea plantation microecology and tea plant metabolism: A review. Frontiers in Plant Science, 15, Article 1492424. https://doi.org/10.3389/fpls.2024.1492424

Yulina, H., Ambarsari, W., & Laila, F. (2023). Pengaruh bahan organik terhadap bobot isi, kadar air, N-total, C-organik tanah, dan hasil tanaman pakcoy di Kabupaten Indramayu. Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian, 4(1), 475-496. https://doi.org/10.47687/snppvp.v4i1.672

Zhang, J., Li, X., Wang, Y., & Chen, H. (2025). Deep soil moisture has limited impact on mitigating drought stress effects on plant transpiration in a subtropical secondary forest. Plant and Soil. https://doi.org/10.1007/s11104-025-07398-3

Downloads

Published

2026-09-15

Citation Check