Karakteristik Pembakaran Briket Bioarang Berbasis Tandan Kosong Kelapa Sawit, Feses Kambing, dan Biomassa Lokal

Authors

  • Okti Widayati Program Studi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan, Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari, Indonesia
  • Windi Belanna Program Studi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan, Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari, Indonesia
  • Artede Wally Program Studi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan, Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari, Indonesia
  • Nani Zurahmah Program Studi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan, Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari, Indonesia
  • Nurtania Sudarmi Program Studi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan, Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari, Indonesia
  • Hotmauli Febriana Pardosi Program Studi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan, Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari, Indonesia
  • Bangkit Lutfiaji Syaefullah Program Studi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan, Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54387/semnasbun.v1i1.159

Keywords:

Karakteristik pembakaran, Waktu pembakaran, Suhu pembakaran, Briket bioarang, Tandan kosong kelapa sawit

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi komposisi arang tandan kosong kelapa sawit (TKKS), arang tempurung kelapa, dan arang kotoran kambing terhadap karakteristik pembakaran briket bioarang yang meliputi suhu dan waktu pembakaran. Penelitian dilaksanakan di Kampus II Anday, Papua Barat, pada April–Juni 2026 menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tujuh perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan berupa variasi komposisi bahan baku briket bioarang. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) pada taraf signifikansi 1% (P<0,01), kemudian dilanjutkan dengan uji DMRT terhadap parameter yang menunjukkan perbedaan nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi komposisi bahan baku berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap suhu dan waktu pembakaran briket. Suhu pembakaran berkisar antara 139,77–302,66 °C, dengan suhu tertinggi diperoleh pada perlakuan B4 yang terdiri atas 18% arang tempurung kelapa dan 35% arang kotoran kambing, yaitu 302,66 °C, sedangkan suhu terendah diperoleh pada perlakuan B5 dengan komposisi 13% arang tempurung kelapa dan 40% arang kotoran kambing, yaitu 139,77 °C. Waktu pembakaran juga menunjukkan perbedaan sangat nyata (P<0,01), dengan kisaran 5.440–11.840 detik. Berdasarkan karakteristik pembakaran yang diperoleh, perlakuan B4 dengan komposisi 18% arang tempurung kelapa dan 35% arang kotoran kambing menunjukkan performa pembakaran terbaik. Pemanfaatan kombinasi biomassa tersebut berpotensi meningkatkan nilai tambah limbah organik, khususnya TKKS dan kotoran kambing, sekaligus menghasilkan bahan bakar alternatif berbasis biomassa yang berpotensi mendukung pengelolaan limbah dan penyediaan energi secara berkelanjutan.

References

Dhawi, W. T. (2017). Kualitas briket bioarang yang dibuat dari campuran arang kotoran kambing dan arang kusambi, arang serutan kayu, arang tempurung kelapa dan arang tempurung kemiri. Skripsi. Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana. Kupang.

Fadhil, M., Nugroho, A., & Wibowo, S. (2024). Faktor lingkungan yang mempengaruhi keefisienan pembakaran briket biomassa. Jurnal Energi Terbarukan, 9(2), 134-142.

Hidayat, R., & Nugroho, A. (2026). Pengaruh kepadatan bahan baku terhadap lamanya waktu pembakaran briket biomassa. Jurnal Teknologi dan Industri, 12(1), 45-53.

Irbah, M., Wulandari, D., & Saputra, R. (2022). Studi tentang struktur dan kestabilan waktu pembakaran briket dari limbah biomassa. Jurnal Ilmu dan Teknologi Biomassa, 8(3), 221-230.

Mali, A., Mbulu, B. C. P., & Redationo, N. T. (2024). Comparison Of Particles Size and Pressure Of Coconut Shell Charcoal Brickets On Combustion Time and Temperature. Mechanical, Energy And Material (Metal), 2(2), 01-05.

Modok, M. A. I., Noach, Y. R., & Rosnah, U. S. (2025). Kualitas Bakar Briket Bioarang Campuran Kotoran Kambing, Tempurung Saboak dan Mayang Lontar. Jurnal Peternakan Lahan Kering, 7(1), 63-70.

Pratama, F., & Prasetyo, B. (2026). Pengaruh ukuran partikel dan tekanan pencetakan terhadap kecepatan pembakaran briket. Jurnal Teknologi Energi, 11(2), 98-107.

Purwaningsih, P., Noviyanti, N., Saragih, E. W., & Tethool, A. N. (2020). Diseminasi Teknologi Pengolahan Briket Berbahan Dasar Kotoran Kambing dan Limbah Serbuk Gergaji Kayu di Distrik Prafi Kabupaten Manokwari. LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 339-346.

Santika, S., Ginting, Z., & Nurlaila, R. (2023). Pembuatan Briket Bioarang Dari Limbah Padat Hasil Penyulingan Minyak Nilam Terhadap Berat Bahan Baku dan Temperatur Pirolisis. Jurnal Teknologi Kimia Unimal, 12(1), 45-56.

Susanto, A., & Yanto, T. (2013). Pembuatan Briket Bioarang dari Cangkang dan Tandan Kosong Kelapa Sawit. Jurnal Teknologi Hasil Pertanian, 6(2), 1-14.

Tillman, D. A. (2000). Biomass Cofiring: The Technology, the Experience, the Combustion Consequences. Biomass and Bioenergy, 19(6), 365-384.

Tsai, C. T. (2016). Memorable Tourist Experiences and Place Attachment When Consuming Local Food. Tourism, 113, 101–113

Werther, J., Saenger, M., Hartge, E. U., Ogada, T., & Siagi, Z. (2000). Combustion of agricultural residues. Progress in Energy and Combustion Science, 26, 1–27.

Downloads

Published

2026-09-15

Citation Check