Analisis Kesenjangan Praktik Budidaya Kopi Robusta Berdasarkan Acuan Good Agricultural Practices di Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu
DOI:
https://doi.org/10.54387/semnasbun.v1i1.157Keywords:
Kopi Robusta, good agricultural practices, gap analysis, praktik budidaya, Kabupaten KepahiangAbstract
Penerapan Good Agricultural Practices (GAP) penting untuk mendukung peningkatan produktivitas dan keberlanjutan usahatani kopi Robusta. Namun, keberadaan praktik budidaya di tingkat petani belum selalu menunjukkan kesesuaiannya dengan acuan teknis GAP. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesenjangan praktik budidaya kopi Robusta terhadap acuan GAP pada lima komponen, yaitu bahan tanam, kepadatan tanaman, tanaman penaung, pemangkasan, dan pemupukan di Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu. Penelitian menggunakan data survei terhadap 200 petani kopi Robusta yang dikumpulkan pada tahun 2025. Analisis dilakukan secara deskriptif-komparatif menggunakan pendekatan gap analysis. Indikator kuantitatif dibandingkan dengan benchmark teknis, sedangkan indikator yang tidak memiliki ukuran kuantitatif seragam dianalisis secara kualitatif-komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter kesenjangan berbeda antar-komponen. Kepadatan tanaman aktual rata-rata sekitar 3.300 tanaman/ha, lebih tinggi dibandingkan benchmark 1.600 tanaman/ha, sedangkan populasi tanaman penaung rata-rata sekitar 142 pohon/ha, lebih rendah dibandingkan kisaran benchmark 400–600 pohon/ha. Pada bahan tanam, kesenjangan terutama berkaitan dengan keterlacakan sumber dan kepastian identitas varietas atau klon. Pada pemangkasan, kesenjangan terutama terlihat pada belum meratanya penerapan pemangkasan bentuk pada tanaman muda. Pada pemupukan, kesenjangan berkaitan dengan ketepatan pengelolaan jenis, dosis, waktu, dan cara pemberian sesuai kondisi tanaman dan kebun. Hasil tersebut menunjukkan bahwa perbaikan praktik budidaya perlu dilakukan secara spesifik sesuai karakteristik setiap komponen dan kondisi kebun, melalui penguatan akses bahan tanam unggul, penyuluhan, serta pendampingan teknis yang aplikatif.
References
Amrulloh, A., Hani, E. S., Hariyati, Y., Soetriono, & Harsono, S. S. (2024). Factors influencing GAP implementation on Robusta coffee farms in the mountains of Indonesia. Coffee Science, 19, e192205. https://doi.org/10.25186/.v19i.2205
Amrulloh, A., Hani, E. S., Hariyati, Y., Soetriono, & Harsono, S. S. (2024). Factors influencing GAP implementation on Robusta coffee farms in the mountains of Indonesia. Coffee Science, 19, e192205. https://doi.org/10.25186/.v19i.2205
Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang. (2018). Budidaya kopi yang baik (Good Agricultural Practices). Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian Bengkulu. (2023). Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIN) BPSIP Bengkulu Tahun 2023. Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Campuzano-Duque, L. F., & Blair, M. W. (2022). Strategies for Robusta coffee (Coffea canephora) improvement as a new crop in Colombia. Agriculture, 12(10), 1576. https://doi.org/10.3390/agriculture12101576
Dewi, Y. A., Hutahaean, L., & Rubiyo. (2021). Improving productivity and competitiveness of Kepahiang Robusta coffee through innovation and partnership. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 782(3), 032004. https://doi.org/10.1088/1755-1315/782/3/032004
Etienne, H., Breton, D., Breitler, J.-C., Bertrand, B., Déchamp, E., Awada, R., Marraccini, P., Léran, S., Alpizar, E., Campa, C., Courtel, P., Georget, F., & Ducos, J.-P. (2018). Coffee somatic embryogenesis: How did research, experience gained and innovations promote the commercial propagation of elite clones from the two cultivated species? Frontiers in Plant Science, 9, 1630. https://doi.org/10.3389/fpls.2018.01630
Firdaus, N. K., Pranowo, D., & Wardiana, E. (2021). Studi komposisi media tumbuh dan bahan setek pada produksi benih klonal kopi Robusta. Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar, 8(2), 99–108. https://doi.org/10.21082/jtidp.v8n2.2021.p99-108
Herminingsih, H., Soetriono, Hanani, N., & Taruna, I. (2025). Implementation of Good Agricultural Practices (GAP) on organic certified Robusta coffee: A case study in Banyuwangi Regency. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1497(1), 012043. https://doi.org/10.1088/1755-1315/1497/1/012043
Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2014). Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 49/Permentan/OT.140/4/2014 tentang Pedoman Teknis Budidaya Kopi yang Baik (Good Agriculture Practices/GAP on Coffee). Jakarta: Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2021). Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 27/Kpts/KB.020/05/2021 tentang Pedoman Produksi, Sertifikasi, Peredaran dan Pengawasan Benih Tanaman Kopi (Coffea spp.). Jakarta: Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Martinez, H. E. P., Andrade, S. A. L., Santos, R., Baptistella, J. L. C., & Mazzafera, P. (2024). Agronomic practices toward coffee sustainability: A review. Scientia Agricola, 81, e20220277. https://doi.org/10.1590/1678-992X-2022-0277
Mukasa, D., Rusinamhodzi, L., Van Asten, P. J. A., Amwonya, D., Sseguya, H., Okiror, F. A., Kirungi, D., Wodada, W., Komakech, V., Margiotta, S., & Jassogne, L. (2025). A stepwise approach to facilitate adoption of climate smart practices for smallholder coffee production in Uganda. International Journal of Agricultural Sustainability, 23(1), 2513790. https://doi.org/10.1080/14735903.2025.2513790
Poncet, V., Van Asten, P. J. A., Millet, C. P., Vaast, P., & Allinne, C. (2024). Which diversification trajectories make coffee farming more sustainable? Current Opinion in Environmental Sustainability, 68, 101432. https://doi.org/10.1016/j.cosust.2024.101432
Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia. (2003). Budidaya dan pascapanen kopi. Jember: Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia.
Rokhmah, D. N., Dani, Supriadi, H., Rusli, & Heryana, N. (2023). Sustainable specialty coffee production: An agronomy perspective (A review). IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1230(1), 012067. https://doi.org/10.1088/1755-1315/1230/1/012067
Romdhon, M. M., Nusril, N., & Setiawan, D. (2021). Robusta coffee supply chain system in Kepahiang Regency, Bengkulu Province. Agric, 33(2), 129–142. https://doi.org/10.24246/agric.2021.v33.i2.p129-142
Schmidt, P. G., & Bunn, C. (2021). Coordinated implementation of climate-smart practices in coffee farming increases benefits at farm, landscape and global scale. Frontiers in Climate, 3, 746139. https://doi.org/10.3389/fclim.2021.746139
Tran, H. T. M., Nathan, S., Ilmma, A., Burkiewicz, M., & Wisana, I. D. G. K. (2021). Identifying limiting factors for feasible productivity improvement for smallholder farmers in coffee sector in Indonesia. Asian Journal of Agriculture, 5(2), 53–60. https://doi.org/10.13057/asianjagric/g050202
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Wawan Eka Putra, Afrizon, Siti Rosmanah, Yahumri, Taufik Hidayat, Taupik Rahman, Alfayanti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


