Pengendalian Gulma di Lahan Gambut Menggunakan Modifikasi Alat GARUKSA (Garukan Sawit)
DOI:
https://doi.org/10.54387/semnasbun.v1i1.156Keywords:
Alat garuk, GARUKSA, kelapa sawit, kenyamanan kerja, output kerjaAbstract
Pekerjaan pengendalian gulma pada piringan tanaman kelapa sawit di lahan gambut merupakan kegiatan pemeliharaan yang membutuhkan tenaga dan waktu cukup besar. Kondisi lahan gambut yang relatif lunak dan tidak stabil, serta penggunaan alat garuk yang kurang ergonomis, dapat menyebabkan pekerja cepat lelah, terutama pada bagian pinggang, sehingga memengaruhi output kerja. Penelitian ini bertujuan meningkatkan output dan kenyamanan pekerja melalui penerapan modifikasi alat GARUKSA (Garukan Sawit) dengan sistem klem adjustable untuk pengendalian gulma di lahan gambut. Metode penelitian meliputi pengamatan kondisi pekerjaan di lapangan serta uji coba alat sebelum dan setelah dilakukan modifikasi. Pengujian dilakukan dengan memperhatikan kemudahan penggunaan, kenyamanan pekerja, kemampuan alat dalam menyesuaikan tinggi badan, serta efektivitasnya dalam mendukung kegiatan pengendalian gulma. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa modifikasi alat GARUKSA dengan sistem klem adjustable lebih mudah digunakan dan dapat disesuaikan dengan tinggi badan pekerja. Penggunaan alat membantu mengurangi rasa lelah dan ketidaknyamanan pada bagian pinggang selama bekerja. Selain itu, alat yang praktis dan mudah dibawa dapat memperlancar pekerjaan serta meningkatkan efisiensi kerja. Sistem klem adjustable memberikan fleksibilitas dalam mengatur posisi gagang sesuai kebutuhan pekerja dan kondisi lahan gambut. Dengan demikian, modifikasi alat GARUKSA dapat menjadi upaya perbaikan dalam meningkatkan kenyamanan, efisiensi, dan output pengendalian gulma pada tanaman kelapa sawit di lahan gambut.
References
Alfina, I. (2024). Analisis teknik pengendalian gulma kentosan dengan menggunakan teknik manual dan kimiawi pada piringan kelapa sawit menghasilkan di PT. Alam Jaya Persada [Undergraduate thesis, Politeknik Pertanian Negeri Samarinda]. Politani Samarinda Repository.
Andriani, M., Dewiyana, & Erfani, E. (2017). Perancangan ulang egrek yang ergonomis untuk meningkatkan produktivitas pekerja pada saat memanen sawit. JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri, 4(2), 119–128.
Damantalm, Y., Tirtayasa, K., Adiatmika, I. P. G., Manuaba, I. B. A., Sutjana, I. D. P., & Sudiajeng, L. (2018). Pemberian buah pisang, istirahat pendek dan peregangan menurunkan keluhan muskuloskeletal, kelelahan dan meningkatkan produktivitas pemanen pengguna alat egrek perkebunan kelapa sawit PT. SSD Kalimantan Timur. Jurnal Ergonomi Indonesia, 4(1).
Dewi, N. S., Syuaib, M. F., & Saulia, L. (2015). Desain model diagnostik resiko ergonomi pada kelapa sawit secara manual. Jurnal Keteknikan Pertanian, 3(1).
Ismail, T. H. (2025). Efektivitas pengendalian gulma di piringan dan pasar pikul secara mekanis pada perkebunan kelapa sawit.
Nufvitarini, W., Zaman, S., & Junaedi, A. (2016). Pengelolaan gulma kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) studi kasus di Kalimantan Selatan. Buletin Agrohorti, 4(1), 29–36.
Situmorang, R., Mawandha, H. G., & Suryanti, S. (2023). Efektifitas dan efisiensi pengendalian secara manual (Si Jari Tiga) dan kimia (metil metsulfuron) terhadap gulma Asplenium sp. di kebun kelapa sawit. AGROFORETECH, 1(3), 1628–1632.
Sormin, F., & Junaedi, A. (2017). Manajemen pengendalian gulma kelapa sawit berdasarkan kriteria ISPO dan RSPO di Kebun Rambutan Sumatera Utara. Buletin Agrohorti, 5(1), 137–145.
Sumantri, B., Mu'in, A., & Mawandha, H. G. (2024). Perbandingan pengendalian gulma piringan manual dan mekanis di daerah aliran sungai perkebunan kelapa sawit. AGROFORETECH, 2(3), 1170–1175.
Syuaib, M. F. (2015). Ergonomic study on the manual harvesting tasks of oil-palm plantation in Indonesia based on anthropometric, postures and work motions analyses.
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Karminah, Retno Muningsih

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


