Diagnosis Kondisi Fisik Tanah untuk Memperkuat Resiliensi Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat terhadap Risiko Hidrometeorologi di Kecamatan Loa Janan dan Anggana, Kalimantan Timur

Authors

  • Arum Sekar Kedhaton Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia
  • Muhammad Zidan Ikhwanuttaqwa Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia
  • Sabrina Nur Fhazira Nazwa Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54387/semnasbun.v1i1.149

Keywords:

kelapa sawit, kondisi fisik tanah, hidrometeorologi, resiliensi, konservasi tanah

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendiagnosis kondisi fisik tanah pada dua lokasi yang merepresentasikan lingkungan perkebunan rakyat di Desa Loa Janan Ulu, Kecamatan Loa Janan dan Desa Sungai Mariam, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, serta menginterpretasikan implikasinya terhadap penguatan resiliensi perkebunan kelapa sawit rakyat terhadap risiko hidrometeorologi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dan komparatif. Data primer meliputi warna, tekstur, struktur, konsistensi tanah pada kondisi basah, lembap, dan kering, profil tanah, kondisi vegetasi, topografi, serta dokumentasi lapangan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tanah di Loa Janan Ulu berwarna cokelat kemerahan, bertekstur lempung liat berpasir, memiliki struktur gumpal tidak beraturan hingga masif, agak lekat saat basah, dan keras saat kering. Karakteristik tersebut menunjukkan perlunya pengelolaan bahan organik, penutup tanah, dan pengendalian limpasan terutama pada lingkungan bergelombang hingga berbukit. Sementara itu, tanah di Sungai Mariam berwarna abu-abu, bertekstur agak kasar, memiliki struktur sedang, tidak liat dan agak lekat saat basah, serta sangat gembur saat lembap dan lunak saat kering. Kondisi tersebut mendukung pergerakan air dan perkembangan akar, tetapi menunjukkan perlunya perhatian terhadap kemampuan tanah mempertahankan air dan hara. Perbedaan kondisi kedua lokasi menunjukkan bahwa penguatan resiliensi perkebunan rakyat memerlukan pengelolaan tanah yang spesifik terhadap karakteristik tapak melalui pemeliharaan tutupan tanah, penambahan bahan organik, pengelolaan air dan limpasan, serta konservasi vegetatif. Diagnosis kondisi fisik tanah dapat digunakan sebagai tahap awal untuk mengidentifikasi sensitivitas lingkungan perkebunan terhadap tekanan hidrometeorologi dan merumuskan strategi adaptasi yang mendukung keberlanjutan produksi dan penghidupan masyarakat.

References

Amalia, R., Dharmawan, A. H., Prasetyo, L. B., & Pacheco, P. (2019). Perubahan tutupan lahan akibat ekspansi perkebunan kelapa sawit: Dampak sosial, ekonomi dan ekologi. Jurnal Ilmu Lingkungan, 17(1), 130–139. https://doi.org/10.14710/jil.17.1.130-139

Amrin, A., Ramlan, H., & Rajamuddin, U. A. (2017). Sifat fisik tanah mineral dan gambut di areal perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Petasia Timur Kabupaten Morowali Utara. Agrotekbis: Jurnal Ilmu Pertanian, 5(6).

Asbur, Y., & Ariyanti, M. (2017). Peran konservasi tanah terhadap cadangan karbon tanah, bahan organik, dan pertumbuhan kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.). Kultivasi.

Aspan, A., Manurung, R., & Damara, D. (2021). Kajian beberapa sifat kimia tanah Ultisol pada perkebunan kelapa sawit rakyat Desa Sandai Kanan Kabupaten Ketapang. Jurnal Sains Pertanian Equator, 10(4). https://doi.org/10.26418/jspe.v10i4.49908

Azzahra, F. (2022). Resiliensi nafkah dan perubahan rasionalitas rumah tangga petani sawit: Analisis dampak ekspansi perkebunan kelapa sawit di Provinsi Jambi. Jurnal Agrimanex: Agribusiness, Rural Management, and Development Extension, 3(1), 87–96. https://doi.org/10.35706/agrimanex.v3i1.5113

Damanik, A., Refliaty, & Achnopha, Y. (2021). Analisis kemantapan agregat Ultisol pada beberapa tingkat kemiringan lereng dan umur tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) yang berbeda. Jurnal Agroecotania, 4(2), 41–50. https://doi.org/10.22437/agroecotania.v4i2.20440

Kedhaton, A. S., Damanik, P. C. I. C., Aliyev, M. K., Fasha, T. S., Dari, M. U., Alfiansyah, & Ramadhan, M. D. (2026). Soil degradation risk and human security implications of land use in Samarinda's steep slopes. Jurnal Paradigma Hukum Pembangunan, 11(1).

Mujizat, Y., Namriah, N., Leomo, S., Darwis, D., Alam, S., & Resman, R. (2023). Variabilitas kandungan C-organik pada tanah Ultisol yang diberi berbagai jenis bahan organik untuk pertumbuhan tanaman sawi. Jurnal Agroteknologi, 2(2). https://doi.org/10.53863/agronu.v2i02.772

Nurhartanto, N., Zulkarnain, Z., & Wicaksono, A. A. (2022). Analisis beberapa sifat fisik tanah sebagai indikator kerusakan tanah pada lahan kering. Journal of Tropical AgriFood, 4(2), 107–112. https://doi.org/10.35941/jatl.4.2.2022.7001.107-112

Nurida, N. L., Mulyani, A., Widiastuti, F., & Agus, F. (2018). Potensi dan model agroforestri untuk rehabilitasi lahan terdegradasi di Kabupaten Berau, Paser, dan Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur. Jurnal Tanah dan Iklim, 42(1), 13–26. https://doi.org/10.21082/jti.v42n1.2018.13-26

Panda, N. D., Jawang, U. P., & Lewu, L. D. (2021). Pengaruh bahan organik terhadap daya ikat air pada tanah Ultisol lahan kering. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan, 8(2). https://doi.org/10.21776/ub.jtsl.2021.008.2.3

Pranata Gama, D., Afandi, A., Yusnaini, S., & Banuwa, I. S. (2022). Pengaruh aplikasi asam humat terhadap nisbah dispersi dan daya menahan air tanah pada tanah Ultisol di PT Great Giant Pineapple (GGP) Lampung Tengah. Jurnal Agrotek Tropika, 10(2). https://doi.org/10.23960/jat.v10i2.5876

Pratiwi, M., Suryadi, U. E., & Agustine, L. (2024). Prediksi erosi dengan metode USLE pada perkebunan kelapa sawit masyarakat di Kecamatan Anjongan Kabupaten Mempawah. Pedontropika: Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan, 10(2). https://doi.org/10.26418/pedontropika.v10i2.83234

Septiaji, E. D., Bimasri, J., & Amin, Z. (2024). Karakteristik sifat fisik tanah Ultisol berdasarkan tingkat kemiringan lereng. AGRORADIX: Jurnal Ilmu Pertanian, 7(2), 41–49. https://doi.org/10.52166/agroteknologi.v7i2.6462

Suwarno, J. B., Purboseno, S., & Dharmawati, N. D. (2025). Pemberian empty fruit bunch (EFB) terhadap sifat fisik lahan pasir di perkebunan kelapa sawit. AGROFORETECH, 12.

Yosephine, I. O., Maisarah, M., Guntoro, G., & Lubis, A. R. (2025). Analisis kadar bahan organik pada tanah Ultisol di perkebunan kelapa sawit fase TBM (tanaman belum menghasilkan) dan TM (tanaman menghasilkan). Jurnal Agroplasma, 12(2), 684–696. https://doi.org/10.36987/agroplasma.v12i2.8156

Downloads

Published

2026-09-14

Citation Check